Skip to main content

Aku Hanya Mengamatinya Seperti Mengamati Orang Lain


Kadang aku bingung dengan diriku sendiri. Rasanya seperti hidup di antara dua versi perasaan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, aku bisa begitu yakin bahwa apa yang kurasakan ini nyata, hangat, dan punya arti. Tapi di sisi lain, ada hari-hari seperti hari ini, hari ketika semuanya terasa biasa saja, datar, hampir tidak penting. Seolah-olah perasaan yang kemarin terasa begitu besar tiba-tiba mengecil tanpa peringatan.

Hari ini kami bertemu lagi. Tidak dekat, tidak dalam jarak yang memungkinkan percakapan kecil, bahkan tidak dalam posisi yang membuatku harus memperhatikannya. Kami berada di ruangan yang sama, tapi seperti dua titik yang berdiri di garis yang berbeda. Aku duduk dengan duniaku sendiri, sebuah layar kecil di tangan yang menyedot perhatianku terlalu dalam. Game sederhana yang sebenarnya tidak menarik, tapi cukup untuk membuatku tidak perlu memikirkan apa pun.

Aku bahkan tidak sadar ketika dia masuk ruangan.

Itu yang membuatku kaget. Biasanya aku selalu tahu kapan dia datang. Entah dari suara langkah, perubahan suasana, atau hanya firasat yang entah datang dari mana. Tapi hari ini tidak. Hari ini aku benar-benar tenggelam dalam duniaku sendiri sampai tiba-tiba menyadari bahwa dia sudah duduk tidak jauh dariku, dan entah sejak kapan.

Perasaan pertama yang muncul bukan degup. Bukan gugup. Bahkan bukan senang.

Hanya kaget. Lalu… biasa saja.

Dan justru di situlah kebingunganku dimulai.

Karena kemarin-kemarin, kehadirannya selalu seperti alarm yang membangunkan sesuatu di dalam dadaku. Ada rasa yang tiba-tiba muncul, seperti listrik kecil yang menyambar pelan. Tapi hari ini, tidak ada apa-apa. Jantungku tidak berubah ritmenya. Tanganku tidak tiba-tiba kikuk. Bahkan pikiranku tetap tenang, seperti tidak ada peristiwa penting yang sedang terjadi.

Kami menjalani aktivitas masing-masing. Dia dengan dunianya, aku dengan layarku. Seolah-olah memang begitulah seharusnya. Dua orang yang kebetulan berada di ruangan yang sama, tanpa cerita khusus di antaranya.

Sesekali aku mendongak, lebih karena bosan menatap layar daripada karena ingin melihatnya. Refleks kecil yang tak bisa dihindari, melihat sekeliling, menggerakkan leher, memastikan dunia di luar layar masih ada. Dan dalam beberapa momen singkat itu, pandanganku menangkap keberadaannya.

Sekilas saja. Tanpa niat.

Aku melihatnya beberapa kali seperti tidak melihat ke arahku. Pura-pura sibuk. Pura-pura fokus. Pura-pura tidak peduli. Tapi anehnya, kepura-puraan itu terasa terlalu jelas. Seperti akting pemula yang belum sempat belajar menyembunyikan gerakan kecil. Ada sesuatu yang terasa janggal dalam cara dia tidak melihatku. Cara yang terlalu disengaja untuk disebut kebetulan.

Biasanya, detail sekecil itu sudah cukup untuk membuat perasaanku bergerak. Cukup untuk menyalakan kembali degup yang selama ini setia muncul tanpa diundang.

Tapi hari ini tetap tidak ada apa-apa.

Aku hanya mengamatinya seperti mengamati orang lain di ruangan itu. Tanpa makna tambahan. Tanpa tafsir berlebihan. Tanpa cerita yang berusaha kubangun diam-diam di dalam kepala.

Dan itu justru terasa aneh.

Karena selama ini aku selalu sibuk mempertanyakan apakah perasaanku terlalu besar. Tapi hari ini, aku malah bertanya: kenapa perasaan itu tidak muncul sama sekali?

Apakah ini tanda bahwa aku mulai lelah? Atau justru tanda bahwa perasaanku tidak pernah sebesar yang kubayangkan? Atau mungkin ini hanya jeda kecil sebelum semuanya kembali seperti kemarin?

Aku tidak tahu.

Yang kutahu, hari ini terasa datar. Tidak buruk, tidak juga istimewa. Hanya sebuah hari biasa yang berjalan seperti seharusnya hari berjalan.

Dan di tengah kebiasaan itu, aku berdiri di antara dua kemungkinan, antara perasaan yang mulai mereda, atau perasaan yang hanya sedang bersembunyi sementara.

Aku belum tahu mana yang benar.
Tapi untuk pertama kalinya, jantungku memilih diam.

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...