Skip to main content

Aku Ingin Punya Alasan untuk Memanggilmu


Ada jeda panjang sebelum akhirnya aku memberanikan diri membuka kembali jendela percakapan itu. Jeda yang terasa jauh lebih panjang dari hitungan hari yang sebenarnya. Pesan sebelumnya sudah dibaca, tanda kecil yang biasanya cukup untuk memberi harapan, namun tak pernah diikuti balasan. Hanya tanda sunyi yang menggantung seperti titik-titik yang tak kunjung berubah menjadi kalimat.

Awalnya aku mencoba pura-pura tidak peduli. Meyakinkan diri bahwa aku pun sering melakukan hal yang sama pada orang lain: membaca pesan, lalu menunda membalasnya tanpa alasan yang jelas. Tapi entah kenapa, ketika berada di posisi yang berlawanan, logika itu tiba-tiba terasa rapuh. Ada rasa tidak enak yang mengendap. Rasa yang aneh, seperti berdiri terlalu lama di depan pintu rumah orang lain tanpa tahu apakah harus mengetuk lagi atau pulang saja.

Namun pada akhirnya aku mengetuk lagi.

Aku memaksa diriku menekan tombol kirim sekali lagi, sambil mencoba mematikan rasa bersalah karena harus memulai percakapan untuk kedua kalinya. Bahkan hanya melalui pesan, langkah kecil itu terasa seperti lompatan yang terlalu jauh. Ada rasa kikuk yang menempel di ujung jari sebelum kalimat itu benar-benar terkirim, seolah-olah aku sedang melakukan sesuatu yang berlebihan padahal sebenarnya hanya mengetik beberapa kata sederhana.

Lucunya, aku sendiri tidak tahu harus bertanya apa.

Segala kemungkinan topik terasa terlalu berat, terlalu tiba-tiba, atau justru terlalu pribadi. Aku tidak punya pegangan apa pun. Tidak ada riwayat obrolan. Tidak ada kebiasaan saling bertanya. Tidak ada percakapan kecil yang bisa dijadikan pijakan. Yang ada hanya keheningan panjang dan keinginan samar untuk tetap terhubung, meski aku sendiri belum paham bentuk hubungan seperti apa yang sebenarnya kuinginkan.

Akhirnya aku memilih pertanyaan yang bahkan terdengar konyol di kepalaku sendiri.

Aku bertanya namanya.

Sederhana. Terlalu sederhana. Bahkan terasa tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seseorang mencoba membuka percakapan dengan orang yang belum pernah benar-benar diajak bicara, lalu memulai dari pertanyaan paling dasar seperti itu? Pertanyaan yang seharusnya sudah diketahui jauh sebelumnya. Pertanyaan yang terasa seperti langkah mundur, bukan maju.

Tapi justru karena itu, aku mengirimkannya.

Karena di balik pertanyaan sederhana itu, ada sesuatu yang sebenarnya ingin kusampaikan, aku ingin punya alasan untuk memanggilmu. Aku ingin punya cara untuk menyebutmu. Aku ingin ada satu kata kecil yang bisa mengubahmu dari “dia” menjadi seseorang yang nyata di dalam kalimatku.

Mungkin memang terdengar sepele. Mungkin terdengar tidak penting. Tapi bagiku, itu seperti mencoba membuka pintu yang selama ini hanya kulihat dari kejauhan. Tidak langsung masuk, tidak langsung berbicara panjang, hanya mengetuk pelan dan berkata, “Aku di sini.”

Setelah pesan itu terkirim, rasa lega dan cemas datang bersamaan. Lega karena akhirnya aku bergerak lagi, tidak hanya menunggu dalam diam. Cemas karena sekali lagi aku menempatkan diriku di ruang tunggu yang sama, ruang yang penuh dengan kemungkinan, tapi juga penuh dengan keheningan.

Kini aku kembali menunggu. Dan seperti sebelumnya, waktu tiba-tiba berjalan lebih lambat dari biasanya.

Comments

Popular posts from this blog

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...