Skip to main content

Aku Tidak Mencari, tapi Situasi Justru Menempatkan Kami dalam Lingkaran yang Sama


Sepertinya aku gagal. Kalimat itu datang pelan, hampir tanpa suara, tapi terasa jelas di dalam kepala sejak kemarin. Aku sudah berjanji pada diri sendiri untuk berhenti mencarinya, setidaknya berhenti dengan sengaja. Aku ingin berjalan seperti biasa, bekerja seperti biasa, menaruh perasaan ini di tempat yang aman, jauh dari kebiasaan menoleh tanpa alasan. Aku ingin terlihat baik-baik saja, dan lebih dari itu, aku ingin benar-benar baik-baik saja.

Tapi kenyataannya, aku tetap mencarinya setiap kali ada kesempatan. Bukan dengan cara dramatis. Tidak menunggu di sudut-sudut tertentu atau mengubah rute demi berpapasan. Tidak. Ini lebih halus, lebih memalukan, semacam kebiasaan refleks yang datang tanpa izin. Mata yang diam-diam memindai ruangan. Telinga yang tiba-tiba peka pada suara yang terasa familiar. Pikiran yang selalu punya ruang untuk satu pertanyaan sederhana, kenapa dia tidak datang?

Dan pertanyaan itu berkembang biak dengan cepat. Kenapa dia menghindar? Apakah benar dia menghindar? Atau aku saja yang terlalu sibuk mencari tanda?

Kemarin, keadaan seperti sengaja mempermainkanku. Aku tidak mencari, tapi situasi justru menempatkan kami dalam lingkaran yang sama. Aktivitas kami berlangsung di area yang bersebelahan, tidak satu tim, tidak satu kelompok, tapi cukup dekat untuk membuat keberadaannya tak bisa kuabaikan. Aku tidak punya alasan untuk pergi, dan tidak punya keberanian untuk benar-benar menghadapi.

Maka aku berada di sana, berdiri di radius yang terlalu dekat untuk pura-pura tidak tahu, tapi terlalu jauh untuk disebut pertemuan.

Serba kikuk. Itu kata yang paling mendekati, meski rasanya masih kurang. Tubuhku terasa kaku seperti sedang memainkan adegan tanpa naskah. Aku tidak berani menatap wajahnya. Bahkan tidak mencoba. Aku hanya berani melihat sebatas bahu, garis lengannya, gerak kecil saat ia berpindah posisi. Batas pandang yang aman. Batas yang kupasang sendiri agar jantungku tidak betransformasi menjadi sesuatu yang terlalu berisik.

Aku takut tatapan bisa mengkhianati segalanya.

Karena aku tahu, jika mata kami benar-benar bertemu, ada kemungkinan aku tak bisa menyembunyikan apa pun. Ada kemungkinan ia melihat sesuatu yang bahkan aku sendiri belum bisa jelaskan dengan jelas. Rasa suka yang tumbuh terlambat, datang tanpa pengantar, lalu menetap seperti tamu yang tidak tahu cara pamit.

Namun, ketika ia tidak menghadap ke arahku, ketika punggungnya terbuka tanpa sengaja, aku mencuri pandang. Dari belakang. Dari samping. Dalam potongan-potongan detik yang terasa terlalu panjang. Seperti seseorang yang menonton adegan film berulang kali, berharap menemukan detail yang sebelumnya terlewat.

Aneh rasanya, menjaga jarak sambil tetap mendekat dengan cara yang paling diam.

Aku berdiri di sana, melakukan pekerjaanku, berpura-pura sibuk, sementara sebagian kecil diriku terus memperhatikan keberadaannya seperti suara latar yang tak pernah benar-benar hilang. Setiap langkah kecilnya terasa seperti peristiwa, setiap perpindahan posisinya seperti perubahan cuaca.

Dan di tengah semua itu, aku terus bertanya-tanya, apa yang ia pikirkan?

Apakah ia sadar akan kecanggungan ini? Apakah ia juga merasakan ruang yang tiba-tiba menjadi sempit ketika kami berada di area yang sama? Atau mungkin, di dunianya, semua ini berjalan biasa saja, tanpa jeda, tanpa makna tambahan.

Aku tidak tahu. Aku bahkan tidak yakin ingin tahu.

Yang kutahu hanya satu, aku mencoba menjaga jarak, tapi kenyataan terus menempatkan kami dalam garis yang sama. Dan setiap kali itu terjadi, aku kembali berdiri di posisi yang sama, di antara keinginan untuk menatap, dan ketakutan bahwa satu detik tatapan saja bisa membongkar seluruh rahasia yang sedang susah payah kusimpan.

Comments

Popular posts from this blog

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...