Skip to main content

Bagaimana Mungkin Seseorang Tertarik pada Sesuatu yang Bahkan Aku Sendiri Tidak Bisa Sukai?


Aku pernah berkata pada diriku sendiri bahwa aku punya terlalu banyak dialog. Kalimat-kalimat panjang, rapi, bahkan kadang terasa puitis, berputar di kepala seperti naskah drama yang siap dipentaskan kapan saja. Aku tahu persis bagaimana membuka percakapan, bagaimana menyisipkan candaan kecil, bagaimana menjaga ritme obrolan agar terasa hangat. Dalam bayanganku, semuanya berjalan mulus. Aku tidak pernah kehabisan kata.

Tapi setiap kali berhadapan dengannya, semua dialog itu seperti hilang begitu saja.

Kosong.
Sunyi.
Hanya ada jeda panjang yang tidak bisa kuisi.

Aku membisu. Mulutku kelu seperti lupa bagaimana cara menyusun kata menjadi suara. Padahal beberapa menit sebelumnya, di dalam kepalaku, aku bahkan sudah menyiapkan beberapa versi percakapan. Yang santai. Yang lucu. Yang pura-pura tidak peduli. Tapi begitu dia benar-benar ada di depan mata, semua versi itu runtuh bersamaan. Tidak tersisa satu pun yang bisa kugunakan.

Dan setiap kali itu terjadi, aku pulang dengan rasa yang sama, tidak percaya diri.

Ada suara kecil yang selalu muncul setelahnya. Suara yang pelan, tapi konsisten. Ia tidak pernah berteriak, tapi selalu berhasil meyakinkanku.

Layakkah aku untuk dicintai?

Pertanyaan itu terdengar sederhana, tapi selalu terasa terlalu berat untuk dijawab. Karena setiap kali mencoba menjawabnya, aku justru menemukan daftar panjang alasan kenapa jawabannya seharusnya tidak.

Aku tidak merasa cukup pintar untuk dibanggakan. Tidak merasa cukup menarik untuk diperhatikan. Tidak merasa memiliki sesuatu yang bisa membuat orang lain bertahan lebih lama di sekitarku. Otak biasa saja. Fisik biasa saja. Harta? Apalagi. Kedudukan? Tidak ada yang istimewa.

Bahkan kadang, aku sendiri tidak terlalu menyukai diriku.

Itulah mungkin alasan kenapa aku selalu menarik diri lebih dulu. Sebelum orang lain sempat benar-benar mendekat, aku sudah mengambil beberapa langkah mundur. Lebih aman begitu, pikirku. Lebih sedikit risiko untuk merasa malu. Lebih sedikit kemungkinan untuk merasa ditolak.

Tapi semuanya menjadi rumit ketika ada seseorang yang, entah bagaimana, sering berada di dekatku.

Seseorang yang seperti sengaja muncul di radius pandangku. Seseorang yang seolah mencari celah kecil untuk menarik perhatianku. Gerakan kecil yang mungkin tidak akan diperhatikan orang lain, tapi entah kenapa terasa jelas bagiku.

Dan justru di situlah kebingungan itu mulai tumbuh.

Aku tidak tahu bagaimana memaknainya.

Bagaimana mungkin seseorang tertarik pada sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak bisa sukai? Bagaimana mungkin ada orang yang memilih berada di dekatku, sementara aku sendiri lebih sering ingin menjauh dari diriku sendiri?

Kadang aku berpikir mungkin aku salah paham. Mungkin itu hanya kebetulan yang berulang. Mungkin aku terlalu pandai mengarang cerita dari potongan kejadian yang tidak ada artinya. Rasanya lebih masuk akal begitu. Lebih aman mempercayai bahwa semua ini hanya kebetulan, daripada harus menerima kemungkinan bahwa seseorang benar-benar memperhatikanku.

Karena kemungkinan itu terasa terlalu besar.

Terlalu tidak masuk akal.

Terlalu menakutkan.

Aku tidak tahu mana yang lebih membuatku cemas, kemungkinan bahwa dia tidak punya perasaan apa pun, atau kemungkinan bahwa dia punya, tapi aku tidak tahu harus berbuat apa dengan itu.

Jadi aku tetap berdiri di tempat yang sama. Di antara ingin percaya dan memilih menyangkal. Di antara ingin mendekat dan memilih mundur. Di antara berharap dan menertawakan harapan itu sendiri.

Dan di tengah semua kebingungan itu, dialog-dialog di kepalaku tetap terus bertambah. Semakin panjang, semakin rapi, semakin sempurna.

Hanya saja, setiap kali dia muncul, semuanya kembali hilang tanpa jejak.

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...