Skip to main content

Hari Senin Akhirnya Datang......


Senin akhirnya datang, seperti janji yang selalu kutunggu tapi juga selalu kutakuti. Ada perasaan aneh yang menggantung sejak pagi, semacam tekad yang setengah matang, hari ini aku tidak akan membiarkan perasaanku berlarian terlalu jauh. Aku ingin mencoba sesuatu yang baru, menarik sedikit jarak tanpa benar-benar pergi.

Lucunya, justru hari itu kita punya begitu banyak waktu untuk berada di ruang yang sama. Terlalu banyak, bahkan. Seolah semesta ingin menguji seberapa kuat aku bisa berpura-pura biasa saja. Dulu, refleks pertamaku selalu mencari keberadaannya. Sekarang aku mencoba mengubah kebiasaan itu. Bukan berarti aku tidak peduli, hanya berusaha menahan diri agar pandanganku tidak lagi otomatis tertuju padanya.

Aku tidak lagi mencari wajahnya. Setidaknya tidak secara terang-terangan.

Tentu saja, sekilas tetap ada. Bagaimanapun juga, kami terlalu dekat untuk benar-benar saling tak terlihat. Aku masih tahu dia berada di mana. Aku masih tahu harus mengambil posisi di mana agar tidak terus-terusan melihat aktivitasnya. Semacam radar diam yang tetap menyala, meski aku berpura-pura mematikannya.

Dua kali aku melihat warna navy itu hari ini. Baju yang sama, baru 2 kali ini dipakai atau mungkin aku saja yang terlalu mengingat detail kecil. Lalu rambutnya, dari potongan pandang yang singkat, sepertinya baru dipangkas. Terlihat lebih segar, lebih rapi. Anehnya, pikiranku sempat berkomentar sendiri bahwa aku masih lebih menyukai gaya rambutnya yang dikuncir. Pikiran yang datang begitu saja, tanpa diundang, seperti kebiasaan lama yang lupa cara berhenti.

Aku cepat-cepat menepisnya.

Beberapa kali aku merasa dia mencoba menarik perhatianku. Atau mungkin itu hanya perasaanku yang masih terlalu peka. Gerakan kecil, posisi yang tiba-tiba berada di jalur pandang, keberadaan yang terasa sengaja mendekat lalu menjauh. Dulu aku akan menyambut semua itu seperti kode rahasia. Hari ini aku memilih berpura-pura tidak melihat.

Bukan karena tidak ingin. Lebih karena takut kembali terjebak.

Sebagai gantinya, aku menenggelamkan diri dalam hal paling sederhana, permainan kecil di ponsel. Game yang bahkan tidak penting. Tidak menantang. Tidak seru. Tapi cukup efektif untuk menyita waktu kosong yang biasanya dipenuhi kebiasaan memperhatikannya. Layar kecil itu seperti tameng, perlindungan sementara agar mataku tidak lagi bebas berkeliaran.

Setiap kali ada jeda, aku kembali menatap layar. Menggeser, mengetuk, mengulang level yang sama berkali-kali. Bukan karena ingin menang, tapi karena ingin lupa. Atau setidaknya, ingin terlihat sibuk agar tidak terlihat menunggu sesuatu yang bahkan tidak pernah dijanjikan.

Hari Senin ini terasa seperti latihan menahan diri. Menahan kebiasaan lama yang diam-diam sudah menjadi rutinitas. Menahan rasa penasaran terhadap setiap geraknya yang dulu selalu terasa penting. Aku mencoba meyakinkan diri bahwa semuanya biasa saja. Bahwa tidak ada yang berubah. Bahwa tidak ada yang perlu dipikirkan terlalu dalam.

Tapi di sela semua usaha itu, aku masih menyadari keberadaannya. Masih tahu di mana dia berdiri, kapan dia bergerak, kapan dia lewat. Hanya saja kali ini, aku memilih tidak menoleh.


Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...