Skip to main content

Masih Menunggu Adegan Berikutnya


Setelah pertemuan kemarin yang terasa hambar, aku pulang dengan perasaan yang aneh. Bukan kecewa sepenuhnya, bukan juga lega. Hanya seperti ada sesuatu yang kurang, seperti menonton film yang biasanya penuh adegan mendebarkan tapi kali ini berjalan tanpa klimaks. Hari itu berlalu begitu saja. Tidak ada momen berarti yang bisa kusimpan sebagai bahan bakar untuk beberapa hari ke depan. Tidak ada tatapan panjang, tidak ada gerak-gerik absurd yang bisa kupelintir menjadi kenangan manis sebelum tidur.

Hari Minggu datang terlalu panjang.

Aku menyadari, selama ini aku diam-diam mengandalkan pertemuan-pertemuan kecil itu sebagai suntikan endorfin. Sedikit degup, sedikit permainan mata, sedikit drama tanpa dialog, cukup untuk membuat hariku berwarna. Tapi kemarin, tidak ada yang bisa kupetik. Seperti kebun yang biasanya menyisakan satu-dua bunga liar, tapi kali ini kosong.

Aku sempat menyesal. Kenapa aku tidak lebih peka? Kenapa aku tidak lebih berani? Tapi lalu aku berhenti sendiri. Hati tidak bisa dipaksa, bukan? Kalau memang kemarin aku merasa biasa saja, apa yang bisa kulakukan? Tidak mungkin memaksa jantung berdetak lebih cepat hanya karena aku ingin punya cerita.

Jadi yang bisa kulakukan hanya satu,  mengais-ngais kenangan lama.

Aku memutar ulang adegan-adegan absurd yang dulu membuatku senyum sendiri. Saat dia sendirian, dia selalu tampak jelas berusaha masuk ke dalam radius pandanganku. Seolah-olah ada garis imajiner yang sengaja dia injak agar aku melihatnya. Cara dia berdiri sedikit lebih dekat dari seharusnya. Cara dia berpindah posisi dengan alasan yang terlalu tipis untuk disebut kebetulan.

Tapi begitu dia bersama teman-temannya, semuanya berubah.

Dia menjadi lebih halus. Lebih smooth. Seolah-olah semua gerakannya alami, tidak dibuat-buat, tidak ditujukan pada siapa pun. Padahal aku tahu, atau mungkin hanya merasa tahu, ada sesuatu yang tetap diarahkan padaku. Bedanya, kali ini ia bermain aman. Tidak ingin terlalu kentara. Tidak ingin menjadi bahan tanya di antara lingkar pertemanannya.

Dan mungkin itu yang terjadi kemarin.

Mungkin aku terlalu berharap adegan besar, padahal yang ia berikan hanya isyarat-isyarat kecil yang sengaja disamarkan. Aku masih ingat beberapa kali dia mencoba berada di garis pandangku. Tidak banyak. Tidak seintens biasanya. Tapi cukup untuk membuatku bertanya-tanya, apakah itu benar untukku, atau hanya kebetulan yang kuberi makna berlebihan?

Begitulah pikiranku bekerja di hari Minggu. Mengulang, menafsir, membantah tafsir sendiri. Seperti editor yang tidak pernah puas dengan potongan adegan yang sudah jadi.

Dan semakin sore, semakin terasa panjang.

Aneh, ya. Hari libur yang biasanya dinanti justru terasa seperti ruang kosong yang terlalu luas. Tidak ada dia. Tidak ada kemungkinan bersimpangan. Tidak ada peluang kecil untuk menangkap tatapannya walau hanya sepersekian detik.

Aku mulai berharap hari ini cepat berlalu.

Padahal aku tahu, Senin pun belum tentu menjanjikan apa-apa. Di kantor nanti, mungkin kami hanya akan kembali menjadi dua orang dengan aktivitas masing-masing. Mungkin tidak ada yang absurd. Mungkin tidak ada yang dramatis. Mungkin justru lebih hambar dari kemarin.

Tapi tetap saja, ada sesuatu dalam diriku yang menunggu.

Menunggu kemungkinan kecil itu.
Menunggu gerak tak terduga yang bisa kembali memancing degup.
Menunggu permainan diam-diam yang hanya kami pahami, atau mungkin hanya kupahami sendiri.

Aku sadar, harapanku ini rapuh. Bisa jadi besok tak ada apa-apa. Bisa jadi aku hanya akan pulang dengan kekosongan yang sama. Tapi entah kenapa, aku tetap menggantungkan sedikit harapan di ujung hari Minggu ini.

Karena meski aku sering menyangkalnya,
aku masih menunggu adegan berikutnya.

Dan mungkin, diam-diam, dia juga begitu.

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...