Skip to main content

Menunggu Hari Senin


Ada satu hal yang diam-diam selalu kusukai dari hari Senin. Hal yang mungkin terdengar konyol bagi orang lain, tapi terasa begitu nyata bagiku. Senin berarti jeda telah selesai. Setelah dua hari panjang bernama Sabtu dan Minggu, akhirnya ada kemungkinan bertemu lagi.

Lucu ya. Padahal pertemuan itu sendiri sering tidak menghasilkan apa-apa. Tidak ada percakapan panjang, tidak ada momen dramatis, bahkan kadang tidak ada sapaan sama sekali. Hanya keberadaan yang kebetulan berada dalam ruang yang sama. Tapi anehnya, itu sudah cukup untuk membuat Senin terasa seperti sesuatu yang layak ditunggu.

Selama akhir pekan, rindu itu seperti ditahan paksa di dalam kepala. Bukan rindu yang besar dan meledak-ledak, tapi yang kecil, halus, dan terus berdenyut pelan seperti detak jam yang tidak pernah berhenti. Aku mencoba mengalihkan perhatian, mengisi waktu dengan hal-hal lain, berpura-pura sibuk agar hari terasa lebih pendek. Tapi tetap saja, di sela-sela keheningan, pikiranku selalu kembali ke titik yang sama.

Bagaimana kalau Senin datang?

Dan ketika akhirnya Senin benar-benar tiba, aku malah tidak berani terlalu bersemangat. Ada rasa takut yang aneh, takut terlihat terlalu menunggu, takut merasa sendirian dalam perasaan yang mungkin hanya sepihak. Jadi aku memilih bersikap biasa saja, seolah hari ini tidak lebih istimewa dari hari lain. Padahal di dalam kepala, rasanya seperti menunggu sesuatu yang belum tentu terjadi.

Dua hari menahan rindu ternyata punya efek yang aneh. Emosi jadi naik turun tanpa alasan yang jelas. Kadang terasa baik-baik saja, kadang tiba-tiba merasa kosong. Seperti ada sesuatu yang hilang, tapi tidak bisa disebutkan dengan tepat apa. Otak mencoba menahan, menenangkan, menegur diri sendiri agar tidak berlebihan. Tapi hati, seperti biasa, tidak pernah benar-benar patuh.

Dan sekarang Senin sudah di depan mata. Kemungkinan pertemuan itu terasa begitu dekat, hampir bisa disentuh. Tapi bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan yang tidak pernah bisa kujawab, siapa yang sebenarnya lebih menunggu hari ini?

Apakah dia juga merasakan jeda dua hari itu sebagai sesuatu yang panjang? Apakah dia juga menyadari bahwa Senin datang membawa kemungkinan bertemu kembali? Atau semua ini hanya terjadi di kepalaku saja, sementara baginya hari-hari berjalan biasa seperti minggu lainnya?

Aku sering bertanya-tanya, apakah rindu bisa diukur. Apakah kebahagiaan saat bertemu bisa ditimbang seperti benda nyata. Jika ada alat yang bisa membaca perasaan, mungkin aku ingin meminjamnya sebentar, hanya untuk memastikan apakah ada getaran yang sama di dua sisi yang berbeda.

Tapi mungkin justru ketidaktahuan itulah yang membuat semuanya terasa hidup.

Karena jika aku benar-benar tahu jawabannya, mungkin rasa menunggu ini tidak akan seindah sekarang. Atau mungkin justru tidak akan ada lagi yang ditunggu.

Dan di antara semua kemungkinan yang berputar di kepala, aku tetap berdiri di titik yang sama,  menunggu hari Senin dengan hati yang berusaha tenang, sambil diam-diam berharap pertemuan sederhana itu akan terasa sedikit lebih berarti dari biasanya.

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...