Skip to main content

Perasaan yang Setengah Jelas, Setengah Samar


Kadang aku membayangkan bagaimana rasanya jika semua ini diucapkan dengan jujur. Kalimat-kalimat sederhana yang selama ini hanya berputar di kepala, disusun rapi lalu diserahkan begitu saja kepadanya, tanpa sandi, tanpa isyarat. Rasanya seperti berdiri di tepi kolam yang airnya dingin, tahu bahwa melompat mungkin akan menyegarkan, tapi juga takut pada benturan pertama yang mengejutkan tubuh. Ada dorongan kecil yang terus muncul, mengajak untuk berterus terang tentang perasaan ini, tentang isi hati yang semakin hari semakin sulit disembunyikan dari diri sendiri.

Namun setiap kali keberanian itu mulai tumbuh, bayangan lain ikut muncul bersamanya, kemungkinan ditolak. Kemungkinan bahwa semua yang selama ini terasa begitu besar di dalam diri, ternyata tidak memiliki tempat di hatinya. Dan bayangan itu terasa jauh lebih nyata daripada harapan yang ingin kupegang. Aku bisa membayangkan dengan sangat jelas rasa malu yang akan mengikuti, malu yang mungkin akan bertahan lama, yang akan membuat setiap pertemuan berikutnya terasa canggung dan penuh jarak. Risiko itu terasa terlalu besar, terlalu memalukan, terlalu berat untuk dipikul.

Akhirnya aku menyadari sesuatu yang sedikit ironis, mungkin aku justru menyukai keadaan ini. Perasaan yang setengah jelas, setengah samar. Rasa malu-malu yang tidak pernah benar-benar menemukan bentuknya. Ketidakpastian yang anehnya terasa aman. Di ruang abu-abu ini, aku bebas mempermainkan perasaanku sendiri. Aku bisa membiarkan imajinasi berlari sejauh mungkin, membayangkan kemungkinan bahwa aku dicintai, bahwa ada sesuatu yang tidak terucapkan di antara kami. Dan selama semuanya hanya tinggal di dalam kepala, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa itu salah.

Aku sadar sepenuhnya bahwa mungkin semua ini hanya milikku sendiri. Sebuah cerita yang tumbuh dari kebiasaan memperhatikan, dari kebetulan-kebetulan kecil yang kuberi makna terlalu besar. Tapi kesadaran itu tidak serta-merta menghentikan keinginan untuk menikmatinya. Justru karena aku tahu ini mungkin hanya ilusi, aku merasa ingin menjaganya lebih lama. Seperti mimpi yang enggan dibangunkan, karena begitu mata terbuka, semuanya akan kembali menjadi biasa.

Ada bagian dari diriku yang percaya bahwa aku bukan orang yang mudah dicintai. Bukan seseorang yang kehadirannya langsung dirindukan, bukan seseorang yang secara alami menjadi pusat perhatian. Mungkin itu hanya cara pikir yang terlalu keras pada diri sendiri, mungkin juga hanya kebiasaan lama yang sulit dilepas. Tapi keyakinan itu membuatku merasa harus realistis. Jika kemungkinan dicintai begitu kecil, maka setidaknya aku masih punya kesempatan untuk merasakan perasaan dicintai, meski hanya di dalam ruang yang kubangun sendiri.

Dan di situlah dilema itu terus berputar. Di satu sisi, ada keinginan untuk berkata jujur, untuk mengakhiri semua spekulasi dengan satu keberanian sederhana. Di sisi lain, ada ketakutan bahwa kejujuran justru akan merampas satu-satunya hal yang selama ini bisa kunikmati, harapan yang tidak perlu dibuktikan.

Maka setiap kali kesempatan untuk mengungkapkan perasaan itu muncul, aku memilih untuk membiarkannya lewat begitu saja. Membiarkannya tetap menjadi kemungkinan yang tidak pernah diuji. Membiarkan perasaan ini tinggal di tempat yang aman, di dalam hati, di dalam bayangan, di dalam cerita yang hanya aku yang tahu bagaimana akhirnya.

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...