Skip to main content

Pundak yang Tak Pernah Kumiliki

Kadang aku sendiri bingung dari mana datangnya pikiran-pikiran seperti ini.

Tiba-tiba saja muncul, tanpa aba-aba, di tengah kesibukan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengannya sama sekali. Dan yang paling aneh, pikiran itu selalu terasa begitu nyata meski aku tahu semuanya hanya ada di kepalaku sendiri.

Aku pernah membayangkan menangis di pundaknya.

Entah sudah berapa kali bayangan itu muncul begitu saja. Kadang saat perjalanan pulang. Kadang ketika sedang sendirian menatap langit-langit kamar. Kadang bahkan di tengah keramaian, ketika aku sedang mencoba terlihat biasa saja di depan semua orang.

Aku membayangkan diriku bersandar di pundaknya sambil menangis pelan. Tidak perlu banyak bicara. Tidak perlu dijelaskan apa pun. Hanya diam, lalu membiarkan semua rasa sesak yang selama ini tertahan keluar begitu saja.

Dan anehnya, dalam bayangan itu selalu ada rasa tenang.

Padahal kalau dipikir-pikir lagi, kami bahkan tidak dekat. Kami jarang berbicara. Tidak pernah punya percakapan panjang tentang hidup atau luka masing-masing. Bahkan untuk sekadar menyapa dengan santai saja aku masih sering kehilangan keberanian.

Tapi entah kenapa, setiap berada dekat dengannya, ada sesuatu yang terasa lebih tenang di dalam dadaku.

Bukan tenang yang benar-benar membuat semua masalah hilang. Lebih seperti jeda kecil dari kebisingan yang biasanya terus memenuhi kepalaku. Seolah kehadirannya memberi ruang beberapa detik untuk aku bernapas lebih lega.

Mungkin karena itu aku beberapa kali kepikiran ingin memeluknya.

Bukan karena hasrat yang berlebihan. Bukan pula karena ingin memiliki hubungan romantis seperti yang ada di film-film. Justru lebih sederhana dan lebih menyedihkan dari itu. Aku hanya ingin melepaskan semua lelah yang selama ini kupendam sendirian.

Aku ingin menangis.

Aku ingin seseorang mendengarkan diamku tanpa memaksaku menjelaskan semuanya.

Dan entah kenapa, bayangan tentang tempat paling aman untuk melakukan itu selalu jatuh pada pundaknya.

Padahal aku sadar diri.

Sadar sekali malah.

Aku ini siapa? Bukan siapa-siapanya. Tidak ada hubungan apa-apa di antara kami selain tatapan-tatapan aneh yang tak pernah selesai diterjemahkan. Bahkan mungkin dia sendiri tidak pernah berpikir sejauh itu tentangku.

Makanya setiap pikiran itu muncul, aku selalu buru-buru menarik diriku kembali ke kenyataan.

Bahwa aku tidak punya hak untuk berharap sejauh itu.

Bahwa kedekatan yang kubayangkan mungkin hanya hidup di kepalaku sendiri.

Dan kemarin, saat dia mendekat lagi seperti biasanya, pikiran itu kembali datang tanpa izin. Aku masih ingat jelas bagaimana dia berdiri cukup dekat hingga aku bisa merasakan keberadaannya dengan terlalu sadar. Aku berusaha tetap terlihat biasa saja, tapi kepalaku malah sibuk membayangkan hal-hal yang seharusnya tidak kupikirkan.

Bagaimana jika aku benar-benar menyerah pada rasa lelahku saat itu?

Bagaimana jika aku benar-benar menaruh kepalaku di pundaknya dan membiarkan semua tangis yang selama ini kutahan keluar begitu saja?

Apakah dia akan diam membiarkanku?
Atau justru mundur karena bingung dengan keberanianku yang tiba-tiba?

Aku tidak tahu.

Dan mungkin aku memang tidak akan pernah tahu. Karena pada akhirnya aku tetap melakukan hal yang sama seperti biasanya, diam. Menelan semua bayangan itu sendirian sambil berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

Kadang aku membenci diriku sendiri karena terlalu mudah merasa nyaman pada seseorang yang bahkan belum tentu menginginkanku ada di dekatnya. Tapi di sisi lain, aku juga tidak bisa menyangkal bahwa di tengah hidupku yang sering terasa kosong dan bising ini, dia adalah salah satu sedikit hal yang membuatku ingin berhenti sebentar dan merasa aman.

Meski hanya dalam khayalan.

Meski pundak itu tak pernah benar-benar menjadi tempatku bersandar.

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...