Skip to main content

Skenario Baru yang Kubuat Sendiri


Sebelum mulai bercerita, sepertinya aku harus tertawa dulu.

Benar-benar tertawa.

Bukan karena ada sesuatu yang lucu sekali sampai membuat perut sakit, tapi lebih karena aku mulai sadar betapa anehnya jalan pikiranku akhir-akhir ini. Kadang aku merasa hidupku berubah seperti naskah drama murahan yang ditulis oleh seseorang yang terlalu kesepian, lalu mulai menciptakan konflik sendiri agar ceritanya tetap berjalan.

Dan sepertinya sekarang aku menemukan ide baru untuk kisah ini.

Aku akan memunculkan orang ketiga.

Lucu, kan?

Bahkan hubungan kami saja belum jelas apa bentuknya, belum ada pengakuan apa-apa, belum pernah ada percakapan yang benar-benar jujur, tapi aku sudah sibuk memikirkan tokoh ketiga seperti pasangan yang sedang menguji kesetiaan satu sama lain.

Kadang aku sendiri bingung harus menertawakan siapa.

Diriku?
Atau perasaan absurd ini?

Jadi begini.

Belakangan ada anak magang baru. Tidak terlalu dekat sebenarnya, hanya beberapa kali datang mendekatiku untuk bertanya ini itu. Hal-hal sederhana seputar pekerjaan. Kadang minta bantuan kecil. Kadang hanya basa-basi ringan yang sebenarnya biasa saja.

Tapi entah kenapa, otakku langsung membuat skenario sendiri.

Aku mulai berpikir, bagaimana kalau aku memanfaatkan situasi ini?

Bagaimana kalau untuk sekali ini aku berhenti jadi orang yang terus menunggu kode dan kepastian yang tak pernah datang itu? Bagaimana kalau aku justru menciptakan sedikit gangguan dalam cerita kami yang menggantung ini?

Dan di situlah ide konyol itu muncul.

Aku mulai membayangkan dia melihatku berbicara lebih sering dengan anak magang itu. Melihat ada orang lain yang mulai mendekatiku. Lalu mungkin, hanya mungkin, dia akan menunjukkan sesuatu yang selama ini disembunyikannya terlalu rapat.

Cemburu, misalnya.

Atau setidaknya, berubah sedikit.

Karena jujur saja, aku mulai lelah hidup dalam hubungan tanpa nama yang isinya hanya tatapan, kode-kode kecil, lalu penyangkalan setelahnya. Kami terlalu sibuk menebak-nebak isi kepala masing-masing sampai kadang aku sendiri lupa, sebenarnya kami ini sedang menuju ke mana?

Makanya ketika ide tentang “orang ketiga” itu muncul, aku malah ingin tertawa.

Karena anehnya, itu terdengar jauh lebih mudah.

Kalau dia memang punya rasa, mungkin dia akan bereaksi. Mungkin dia akan terlihat tidak nyaman. Mungkin dia akan berhenti berpura-pura biasa saja.

Dan kalau ternyata dia tidak peduli?

Ya sudah.

Setidaknya ada jawaban.

Setidaknya aku tidak perlu lagi menghabiskan malam dengan memikirkan apakah tatapannya itu nyata atau hanya perasaanku sendiri yang terlalu haus diperhatikan.

Karena yang paling melelahkan dari semua ini sebenarnya bukan soal mencintainya. Tapi ketidakjelasan itu. Perasaan menggantung yang terus dipelihara tanpa arah.

Kadang aku merasa kami seperti dua orang yang berdiri di depan pintu yang sama, sama-sama tahu ada sesuatu di baliknya, tapi sama-sama gengsi untuk memutar gagangnya lebih dulu.

Jadi mungkin aku memang butuh kekacauan kecil.

Mungkin aku memang sengaja ingin melihat apakah dia akan tetap diam ketika ada orang lain mulai masuk ke ruang yang selama ini hanya dipenuhi permainan tatapan kami.

Meski kalau dipikir-pikir lagi… aku sendiri juga tidak yakin akan benar-benar melakukannya.

Karena di balik semua rencana itu, sebenarnya aku tahu aku hanya sedang mencari cara untuk mendapatkan kepastian tanpa harus mempertaruhkan harga diriku secara langsung.

Aku takut ditolak.

Takut kalau ternyata semua ini memang hanya ada di kepalaku.

Makanya lebih mudah membiarkan situasi yang menjawab semuanya untukku.

Dan kalau nanti dia memilih pergi karena melihatku dekat dengan orang lain, mungkin itu justru jawaban paling jujur yang selama ini kucari.

Menyakitkan, iya.

Tapi setidaknya jelas.

Daripada terus hidup di antara kemungkinan-kemungkinan kecil yang setiap malam tumbuh terlalu besar di kepalaku sendiri.

Jadi ya… sebelum semua itu benar-benar terjadi, izinkan aku tertawa dulu.

Karena ternyata, diam-diam aku sudah berubah menjadi penulis skenario untuk kisah yang bahkan belum pernah resmi dimulai.

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Dear Someone: Surat Cinta Rahasiaku. Buat Kamu. Dari Aku.

Lagi-lagi aku harus mengakui, bahwa aku termasuk dari golongan yang selalu telat dalam mengetahui segala sesuatu. Entah itu memang bagian hidupku yang kurang perhatian dengan apa yang terjadi di sekitarku, atau ini karena memang tidak ngerti apa-apa sampai ada orang yang mau memberitahuku. *sigh Seperti hari ini, ternyata aku juga ketinggalan kabar gembira lagi. Seharusnya beberapa hari ini (kalo tidak beberapa minggu ini) seharusnya aku sudah mengetahuinya, jadi bisa merasakan gimana gembiranya mendengar kabar gembira sehingga aku bisa langsung berbagi cerita dengan mengabarkannya disini, di blogku yang paling aku cintai ini Tapi lagi-lagi aku telat tahunya. *sigh Tampilan inilah yang membuatku ingat 'sesuatu.' Adalah hari ini, secara sengaja aku membuka sebuah laman web nulisbuku.com sekedar melihat-lihat buku baru apa saja yang bulan ini telah diterbitkan. Sekedar jalan-jalan iseng yang biasanya memang sering aku lakukan ketika tidak tahu harus ngapain lagi ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...