Skip to main content

Tak Ingin Lagi Berlarut-Larut Dalam Euforia yang Hanya Hidup di Kepalaku Sendiri


Senin akhirnya datang juga, seperti biasa, tanpa peduli apa yang sedang berkecamuk di dalam dada seseorang. Matahari tetap naik, jalanan tetap ramai, dan ruangan itu tetap sama seperti minggu-minggu sebelumnya. Hanya aku yang berbeda.

Kali ini aku datang dengan keputusan kecil yang terasa besar, aku tidak akan lagi mencari-cari dia.

Biasanya, tanpa sadar, mataku selalu tahu harus ke mana. Begitu memasuki ruangan, ada semacam radar halus yang otomatis bekerja, mendeteksi di mana dia berdiri, dengan siapa dia duduk, bagaimana ekspresinya pagi itu. Tapi hari ini aku mematikan radar itu. Setidaknya, aku mencoba.

Aku sengaja menyibukkan diri. Mengatur barang, membuka laptop, membaca sesuatu yang sebenarnya tak benar-benar kubaca. Aku menundukkan wajah sedikit lebih lama dari biasanya, menatap layar seolah-olah ada hal yang sangat penting. Padahal yang sebenarnya penting justru sedang kuhindari.

Beberapa kali, tanpa bisa dihindari, aku tetap melihatnya sekilas. Bukan karena sengaja mencari, tapi karena memang tak ada jalan lain. Kami berada dalam ruang yang sama, dalam garis pandang yang kadang bersilangan begitu saja. Sekilas itu cukup untuk memastikan dia ada di sana. Tapi aku tak membiarkan tatapan itu bertahan lebih dari satu detik.

Tidak ada kontak mata.

Tidak ada permainan pandang seperti dulu.

Tidak ada getar kecil yang biasanya langsung menyusul setelahnya.

Dan anehnya, rasanya campur aduk. Ada lega karena aku berhasil menahan diri. Ada juga kehilangan kecil yang tak ingin kuakui. Seperti memutus kebiasaan yang sebenarnya memberi warna, meski warnanya sering membuatku gelisah.

Sepanjang hari aku benar-benar berusaha sadar. Sadar dengan setiap gerakan. Sadar ketika hampir saja mataku ingin mencarinya lagi. Sadar ketika tubuhku seperti ingin memastikan dia masih memperhatikan atau tidak. Setiap kali dorongan itu muncul, aku menarik napas pelan dan mengingatkan diri sendiri: cukup.

Aku tak ingin lagi berlarut-larut dalam euforia yang hanya hidup di kepalaku sendiri.

Karena jika memang ini sepihak, maka semakin aku membiarkannya tumbuh, semakin sulit aku kembali ke diriku yang biasa. Aku sudah pernah terjebak dalam perasaan seperti ini, terlalu banyak membayangkan, terlalu banyak menafsirkan, terlalu lama berharap tanpa pijakan.

Hari ini aku memilih waras.

Waras dengan cara yang mungkin terlihat dingin. Waras dengan cara berpura-pura biasa saja. Waras dengan cara memotong jalur-jalur kecil yang dulu sering kugunakan untuk sekadar merasa dekat.

Apakah dia menyadari perubahan itu? Aku tak tahu. Aku juga tak berusaha mencari jawabannya. Untuk pertama kalinya, aku membiarkan kemungkinan itu berlalu tanpa kupungut.

Dan meski ada bagian kecil dalam diriku yang ingin sekali menoleh lebih lama, ingin sekali memastikan apakah dia juga mencari tatapanku, aku menahannya. Bukan karena tak peduli.

Tapi karena kali ini, aku ingin menyelamatkan diriku sendiri lebih dulu.

Comments

Popular posts from this blog

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...