Skip to main content

Tatapan-Tatapan Singkat yang Tak Pernah Selesai Diterjemahkan


Lucu sekali rasanya ketika aku sadar bahwa aku ternyata terlambat membuat skenario.

Baru saja beberapa waktu lalu aku sibuk menertawakan diriku sendiri karena mulai membayangkan menghadirkan “orang ketiga” dalam kisah absurd ini, berharap ada sedikit kekacauan yang bisa memancing kejelasan dari hubungan kami yang menggantung, ternyata tanpa kusadari dia lebih dulu melakukannya.

Dan ketika menyadari itu, aku malah ingin tertawa lagi.

Karena ternyata kami sama-sama aneh.

Belakangan aku mulai memperhatikan bagaimana dia beberapa kali terlihat lebih dekat dengan orang lain. Bukan sesuatu yang terlalu mencolok memang. Bahkan kalau orang lain melihatnya, mungkin semuanya tampak biasa saja. Tapi entah kenapa aku bisa merasakan ada sedikit “usaha” di sana. Seolah dia ingin sesuatu terlihat olehku.

Mungkin dia berpikir aku akan terpengaruh.

Mungkin dia berharap aku akan berubah sikap. Menjadi lebih berani. Atau mungkin malah cemburu.

Tapi anehnya, aku tidak merasakan apa-apa terhadap orang itu.

Fokusku tetap hanya padanya.

Aku sudah terlalu lelah memperhatikan orang-orang yang tidak masuk dalam radarku. Dan sejauh apa pun aku mencoba menyangkalnya, kenyataannya mataku tetap kembali mencarinya. Bukan yang lain.

Makanya ketika dia mencoba memainkan skenario kecil itu, aku justru merasa semakin yakin bahwa dia masih memerhatikanku juga.

Karena kalau memang tidak peduli, kenapa harus repot-repot membuat sesuatu terlihat?

Aku masih melihat caranya mencari perhatian. Masih melihat bagaimana dia beberapa kali mencoba berada di dekatku. Kadang dengan alasan yang terlalu tipis untuk disebut kebetulan. Kadang dengan tingkah yang terlalu kentara untuk ukuran seseorang yang katanya biasa saja.

Tapi ya itu… dia tetap tidak pernah benar-benar memulai.

Seolah pendiamku membuatnya ragu melangkah lebih jauh.

Dan aku tidak bisa menyalahkannya juga.

Karena aku sendiri sama buruknya.

Aku masih sering mencari-cari kesempatan untuk melihat keberadaannya. Kadang pura-pura sibuk padahal diam-diam memastikan dia ada di mana. Kadang sengaja memilih posisi yang masih memungkinkan dia masuk dalam sudut pandangku.

Meski lucunya, sampai sekarang aku masih belum benar-benar berani menatap wajahnya secara utuh.

Aku masih lebih sering melihat dari samping. Dari pantulan gerakan kecil. Dari bahunya. Dari cara dia berdiri. Seolah mataku terlalu pengecut untuk benar-benar berhadapan langsung dengan semua kemungkinan yang ada di matanya.

Tapi aku juga tidak ingin terlalu jauh darinya.

Itu yang membuat semuanya terasa membingungkan.

Aku ingin dekat, tapi takut terlihat terlalu ingin. Aku ingin menjauh, tapi diam-diam masih mencari keberadaannya. Dan di tengah semua itu, kami seperti dua orang yang terus memainkan permainan aneh tanpa aturan yang jelas.

Kadang aku merasa kepalaku terlalu penuh dengan skenario.

Saat sendirian, aku bisa membuat puluhan kemungkinan. Membayangkan percakapan yang akan terjadi. Membayangkan bagaimana aku akan bersikap jika dia mendekat. Membayangkan diriku lebih tenang, lebih santai, lebih berani.

Tapi begitu berada dalam radius terdekatnya, semuanya hancur begitu saja.

Aku kembali membeku.

Semua naskah yang kususun rapi di kepala mendadak tidak berguna. Karena kenyataannya selalu berbeda dari skenario yang kubuat sendiri. Ada terlalu banyak faktor yang berubah ketika kami benar-benar berada di tempat yang sama.

Suasana. Tatapannya. Jarak kami. Degup jantungku yang tiba-tiba terlalu keras.

Dan yang paling mengacaukan semuanya adalah kenyataan bahwa dia juga seperti sedang memainkan peran yang sama bingungnya denganku.

Makanya kisah ini tidak pernah benar-benar bergerak maju.

Karena kami sama-sama hidup di kepala masing-masing. Sama-sama sibuk membuat kemungkinan. Sama-sama berharap tanpa keberanian untuk memastikan.

Dan mungkin itu sebabnya hubungan ini terasa begitu melelahkan sekaligus candu.

Karena setiap hari selalu ada cerita baru, skenario baru, kemungkinan baru, meski pada akhirnya kami tetap kembali menjadi dua orang yang hanya saling mencari lewat tatapan-tatapan singkat yang tak pernah selesai diterjemahkan.

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Dear Someone: Surat Cinta Rahasiaku. Buat Kamu. Dari Aku.

Lagi-lagi aku harus mengakui, bahwa aku termasuk dari golongan yang selalu telat dalam mengetahui segala sesuatu. Entah itu memang bagian hidupku yang kurang perhatian dengan apa yang terjadi di sekitarku, atau ini karena memang tidak ngerti apa-apa sampai ada orang yang mau memberitahuku. *sigh Seperti hari ini, ternyata aku juga ketinggalan kabar gembira lagi. Seharusnya beberapa hari ini (kalo tidak beberapa minggu ini) seharusnya aku sudah mengetahuinya, jadi bisa merasakan gimana gembiranya mendengar kabar gembira sehingga aku bisa langsung berbagi cerita dengan mengabarkannya disini, di blogku yang paling aku cintai ini Tapi lagi-lagi aku telat tahunya. *sigh Tampilan inilah yang membuatku ingat 'sesuatu.' Adalah hari ini, secara sengaja aku membuka sebuah laman web nulisbuku.com sekedar melihat-lihat buku baru apa saja yang bulan ini telah diterbitkan. Sekedar jalan-jalan iseng yang biasanya memang sering aku lakukan ketika tidak tahu harus ngapain lagi ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...