Ada rindu yang tidak boleh disuarakan.
Bukan karena tidak tulus. Bukan karena tidak cukup besar. Justru mungkin karena terlalu besar hingga aku takut jika ia keluar dari dadaku, semuanya akan berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi bisa kukendalikan.
Maka aku memilih diam.
Membiarkannya tinggal di dalam kepala, berputar-putar di antara ingatan dan harapan yang tidak pernah benar-benar menemukan tempat untuk berlabuh.
Aku masih mengingat kapan semua ini mulai terasa berbeda.
Awalnya hanya pertemuan-pertemuan biasa. Tatapan yang kebetulan bertemu. Kehadiran yang berulang kali muncul di tempat yang sama. Tidak ada yang istimewa. Setidaknya itulah yang terus kukatakan pada diriku sendiri saat itu.
Namun semakin lama, semakin banyak hal yang tidak lagi terasa sebagai kebetulan.
Atau mungkin aku saja yang mulai mencari makna di tempat-tempat yang seharusnya dibiarkan kosong.
Aku tidak tahu.
Sampai hari ini pun aku tidak pernah benar-benar tahu.
Yang kutahu hanya satu: perlahan-lahan aku mulai menunggunya.
Menunggu tanpa pernah mengaku bahwa aku sedang menunggu.
Mencarinya tanpa pernah berani mengatakan bahwa aku sedang mencari.
Merindukannya tanpa pernah memberinya hak untuk mengetahui bahwa ada seseorang yang diam-diam merindukannya.
Dan mungkin memang seperti itulah bentuk paling sunyi dari sebuah perasaan.
Ia tumbuh tanpa suara.
Ia hadir tanpa izin.
Lalu menetap tanpa pernah benar-benar dipersilakan.
Kadang aku ingin jujur.
Ingin mengatakan bahwa ada hari-hari ketika kehadirannya menjadi bagian yang paling kutunggu. Ada sore-sore ketika aku pulang sambil mengulang kembali kejadian-kejadian kecil yang bahkan mungkin tidak diingat olehnya. Ada malam-malam ketika aku bertanya-tanya apakah aku hanya sedang membodohi diri sendiri.
Namun setiap kali keberanian itu hampir datang, kenyataan selalu lebih dulu menyentuh pundakku.
Siapa aku?
Dan siapa dirinya?
Hubungan apa yang sebenarnya ada di antara kami?
Tidak ada jawaban yang memuaskan.
Karena memang tidak ada apa-apa yang bisa disebut sebagai hubungan.
Tidak ada janji.
Tidak ada kata-kata.
Tidak ada kepastian.
Hanya ada dua orang yang sesekali berada dalam ruang yang sama, lalu pulang membawa tafsirnya masing-masing.
Karena itulah ada rasa yang tidak boleh dilanjutkan.
Bukan karena rasanya salah.
Bukan karena perasaannya harus dimatikan.
Melainkan karena aku sadar tidak semua hal yang tumbuh di dalam hati harus diperjuangkan sampai ke tujuan.
Beberapa perasaan hanya hadir untuk menemani perjalanan.
Seperti hujan yang turun sebentar di tengah kemarau.
Seperti lagu yang tidak sengaja terdengar lalu terus terngiang selama beberapa hari.
Seperti senja yang indah, tetapi tidak bisa dibawa pulang.
Aku mulai memahami bahwa tidak semua rindu menuntut pertemuan.
Dan tidak semua rasa meminta balasan.
Kadang ia hanya ingin diakui keberadaannya.
Bahwa ia pernah ada.
Bahwa ia pernah membuat hari-hari yang biasa menjadi sedikit lebih berwarna.
Bahwa ia pernah membuat seseorang tersenyum sendirian karena hal-hal kecil yang bahkan tidak penting bagi siapa pun selain dirinya sendiri.
Meski begitu, bukan berarti semuanya mudah.
Ada saat-saat ketika aku ingin menyerah pada logika dan melupakan semuanya.
Namun ada pula saat-saat ketika aku diam-diam berharap melihatnya lagi, meski hanya dari kejauhan.
Di situlah aku sering terjebak.
Di antara menerima dan berharap.
Di antara melepaskan dan mempertahankan.
Di antara sadar diri dan diam-diam ingin dipercaya bahwa semua ini tidak hanya hidup di dalam kepalaku.
Dan mungkin itulah bentuk kebingungan yang sesungguhnya.
Bukan karena aku tidak tahu apa yang kurasakan.
Aku tahu.
Terlalu tahu, bahkan.
Yang tidak kutahu adalah apa yang harus kulakukan dengan perasaan itu.
Maka untuk sementara waktu, aku memilih menyimpannya baik-baik.
Membiarkan rindu tetap menjadi rindu.
Membiarkan rasa tetap menjadi rasa.
Tidak disuarakan.
Tidak dilanjutkan.
Hanya dibiarkan hidup pelan-pelan di sudut hati yang paling sunyi, seperti seseorang yang datang tanpa kepastian, tetapi meninggalkan jejak yang terlalu dalam untuk benar-benar dilupakan.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!