Lagi-lagi, aku harus menyalahkan rasa penasaran yang terlalu mudah diberi makan.
Awalnya tidak ada rencana apa-apa. Aku hanya membuka layar, mengetik beberapa kata, lalu membiarkan jari-jariku berjalan sendiri mengikuti arah yang bahkan tidak kupikirkan sebelumnya. Seperti yang sudah-sudah, aku meyakinkan diri bahwa ini hanya rasa ingin tahu biasa. Hanya ingin memastikan satu atau dua hal yang selama ini masih menggantung di kepalaku.
Tapi aku tahu itu bohong.
Kalau memang hanya rasa ingin tahu biasa, aku pasti sudah berhenti sejak lama.
Nyatanya, setiap jawaban justru melahirkan pertanyaan baru.
Setiap informasi yang kutemukan selalu membuka pintu menuju informasi berikutnya.
Dan tanpa sadar, aku kembali menjadi detektif amatir yang bekerja tanpa bayaran dan tanpa surat tugas.
Kali ini pencarianku berakhir pada sesuatu yang tidak kusangka.
Sebuah dokumen lama.
Berkas resmi.
Bukan unggahan media sosial. Bukan foto. Bukan status yang bisa ditafsirkan ke mana-mana. Melainkan dokumen yang dingin, formal, dan tidak memiliki kepentingan apa pun untuk berbohong.
Aku membacanya sekali.
Lalu mengulanginya lagi.
Memastikan bahwa nama yang kulihat memang nama yang sama.
Dan di situlah aku menyadari sesuatu.
Jika beberapa waktu lalu aku masih sibuk mencari siapa dirinya sebenarnya, kini rasanya sebagian teka-teki itu mulai terurai satu per satu.
Aku menemukan tempat kerjanya yang lama.
Sebuah fakta yang selama ini sama sekali tidak pernah masuk dalam perkiraanku.
Lucunya, selama berbulan-bulan aku sudah membuat begitu banyak asumsi. Aku membayangkan latar belakangnya. Membayangkan perjalanan hidupnya. Membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang menurutku masuk akal.
Ternyata sebagian besar meleset.
Jauh meleset.
Dan aku hanya bisa tertawa lagi.
Karena semakin banyak data yang kutemukan, semakin aku sadar bahwa aku sebenarnya tidak pernah benar-benar mengenalnya.
Aku hanya mengenal sosok yang kubangun di dalam kepalaku.
Sosok yang lahir dari tatapan singkat.
Dari kebetulan-kebetulan yang berulang.
Dari cara dia berjalan, tersenyum, atau mencari perhatian, setidaknya menurut tafsirku.
Namun manusia tidak pernah sesederhana itu.
Di balik seseorang yang setiap hari kulihat, ternyata ada sejarah yang tidak pernah kuketahui.
Ada perjalanan hidup sebelum aku mengenalnya.
Ada tempat-tempat yang pernah menjadi bagian dari ceritanya.
Ada keputusan-keputusan yang pernah diambilnya jauh sebelum keberadaanku masuk ke dalam lingkaran hidupnya.
Dan entah kenapa, kesadaran itu membuatku terdiam lebih lama daripada biasanya.
Karena selama ini aku terlalu fokus pada apa yang terjadi sekarang.
Pada pertemuan-pertemuan kecil yang absurd.
Pada tatapan yang saling dihindari.
Pada berbagai kemungkinan yang belum tentu benar.
Sementara di luar semua itu, dia tetaplah seseorang yang memiliki kehidupan utuh.
Kehidupan yang berjalan jauh sebelum aku mulai memperhatikannya.
Aku membaca dokumen itu beberapa kali.
Bukan karena isinya rumit.
Melainkan karena ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan.
Semacam perasaan ketika sebuah misteri yang lama dicari akhirnya menemukan sebagian jawabannya.
Bukan rasa puas sepenuhnya.
Karena jawaban ternyata tidak selalu menghadirkan ketenangan.
Kadang jawaban justru membuat seseorang menyadari betapa sedikit yang sebenarnya ia ketahui.
Dan mungkin itulah yang kurasakan malam ini.
Beberapa pertanyaan yang selama ini berputar-putar di kepalaku akhirnya mendapat jawaban.
Potongan-potongan cerita yang sebelumnya kosong mulai terisi.
Namun bersamaan dengan itu, aku juga menyadari sesuatu yang lain.
Semakin dekat aku pada fakta-fakta tentang dirinya, semakin jelas terlihat jarak yang sebenarnya ada di antara kami.
Aku tahu sekolah lamanya.
Aku tahu tempat kerjanya sebelumnya.
Aku tahu beberapa bagian perjalanan hidupnya.
Tetapi aku tetap tidak tahu apa yang dipikirkannya ketika melihatku.
Aku tetap tidak tahu apakah kehadiranku berarti sesuatu baginya.
Dan aku tetap tidak tahu apakah semua cerita yang selama ini kususun di dalam kepala hanya hidup di kepalaku seorang diri.
Jadi mungkin pencarian malam ini memang berhasil.
Beberapa teka-teki telah terpecahkan.
Namun seperti biasa, jawaban-jawaban itu hanya melahirkan misteri yang baru.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!