Skip to main content

Belajar Menghilang, Meski Belum Benar-Benar Bisa


Aku menyerah.

Kalimat itu mungkin terdengar dramatis. Padahal kenyataannya tidak ada kejadian besar yang terjadi. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada pengakuan. Tidak ada pula perpisahan yang layak dikenang. Hanya aku yang beberapa hari lalu begitu yakin bisa menjauh, lalu hari ini mendapati diriku sendiri melanggar keputusan yang kubuat dengan susah payah.

Awalnya aku benar-benar percaya bahwa aku bisa melakukannya.

Aku berpikir, mungkin jika aku mengurangi pertemuan, jika aku sengaja memilih aktivitas lain, jika aku menghilang dari radius pandangnya selama beberapa hari, maka sesuatu akan terjadi. Entah itu rindu yang tumbuh di diriku, atau mungkin, jika aku sedang terlalu optimis, rindu yang juga tumbuh di dirinya.

Aku ingin menciptakan jarak.

Aku ingin menguji sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak yakin keberadaannya.

Aku ingin melihat apakah kehilangan akan membuat sesuatu menjadi lebih jelas.

Ternyata yang menjadi jelas justru hal lain.

Aku yang kalah lebih dulu.

Hari pertama mungkin masih baik-baik saja. Aku sibuk. Aku mencoba mengalihkan perhatian. Memaksa pikiranku fokus pada pekerjaan dan hal-hal lain yang lebih masuk akal untuk dipikirkan.

Hari kedua mulai berbeda.

Ada ruang-ruang kosong yang biasanya tanpa sadar diisi oleh keberadaannya.

Aku mulai bertanya-tanya.

Hari ini dia sedang apa?

Apakah dia datang?

Apakah dia masih duduk di tempat yang biasa?

Apakah dia masih melakukan hal-hal aneh yang sering membuatku menggeleng sambil diam-diam tersenyum?

Pertanyaan-pertanyaan kecil itu datang tanpa diundang.

Dan semakin aku mencoba mengusirnya, semakin sering ia muncul.

Sampai akhirnya aku melakukan hal yang selalu kulakukan ketika rindu mulai tidak masuk akal.

Aku mengecek media sosial.

Bukan sekali.

Berkali-kali.

Padahal aku sudah tahu tidak akan menemukan apa-apa.

Aku membuka akun-akun yang mungkin terhubung dengannya. Melihat status orang lain. Berharap menemukan jejak keberadaannya secara tidak sengaja.

Kadang aku menemukan sesuatu.

Kadang tidak.

Lebih sering tidak.

Lalu aku berakhir menatap foto profil yang sama.

Foto yang tidak berubah.

Foto yang bahkan tidak memberitahuku apa pun.

Namun entah kenapa aku tetap melihatnya.

Seolah-olah dengan melihat gambar kecil itu aku bisa sedikit mengobati rasa penasaran yang terus tumbuh.

Dan di situlah aku sadar.

Aku ternyata tidak siap menghilang sepenuhnya.

Setidaknya belum sekarang.

Karena itu hari ini aku memutuskan sesuatu.

Aku akan menemuinya.

Bukan untuk menyapa.

Bukan untuk mengajak bicara.

Bukan pula untuk mencari perhatian.

Aku hanya ingin memastikan diriku masih bisa melihatnya.

Dari jauh saja.

Cukup itu.

Aku ingin memastikan bahwa dia masih ada di dunia yang sama denganku.

Masih bergerak di antara rutinitas yang sama.

Masih menjadi sosok yang selama ini diam-diam memenuhi banyak ruang dalam pikiranku.

Dan seperti biasa, ketika akhirnya aku melihatnya, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan.

Bukan ledakan bahagia.

Bukan juga kekecewaan.

Lebih seperti rasa lega yang datang diam-diam.

Seperti seseorang yang menemukan barang yang sempat dikira hilang.

Aku masih memperhatikannya dari kejauhan.

Masih sesekali mencuri pandang.

Masih diam-diam tersenyum melihat tingkahnya yang menurutku absurd.

Tingkah yang mungkin biasa saja bagi orang lain, tetapi entah kenapa selalu berhasil menarik perhatianku.

Dan aku mulai tertawa pada diriku sendiri.

Begitu percaya diri ingin menciptakan rindu.

Begitu yakin ingin menghilang.

Padahal yang terjadi justru aku sendiri yang tersiksa oleh jarak yang kubuat.

Mungkin memang tidak bisa sekaligus.

Mungkin aku tidak bisa memutus kebiasaan ini dalam satu hari.

Tidak bisa tiba-tiba berhenti menunggu.

Tidak bisa tiba-tiba berhenti mencari.

Tidak bisa tiba-tiba berhenti peduli.

Barangkali hati memang perlu dilatih perlahan.

Hari ini aku memilih untuk muncul.

Besok mungkin aku akan menghilang lagi.

Lalu muncul sebentar.

Lalu menjauh lagi.

Seperti seseorang yang sedang belajar berenang di laut yang terlalu dalam, tetapi belum berani benar-benar meninggalkan tepi pantai.

Aku tidak tahu apakah ini cara yang benar.

Aku juga tidak tahu apakah ada hasil yang akan kudapatkan dari semua ini.

Yang kutahu hanya satu.

Aku sedang mencoba membiasakan hati pada kemungkinan yang paling sulit diterima, bahwa suatu hari nanti aku harus baik-baik saja, entah dia ada di sekitarku atau tidak.

Dan untuk sampai ke sana, mungkin aku memang harus belajar menghilang sedikit demi sedikit.

Bukan karena berhenti menyukai.

Melainkan karena ingin tetap waras saat menyukai.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

One Direction – Live While We're Young (Arti Lagu)

One Direction atau 1D sekarang lagi booming-boomingnya. Sepertinya saya gak salah jika mau sedikit menerjemahkan salah satu lagunya. Meski lagu-lagunya banyak yang digilai banyak orang, tapi sampai sekarang saya tetap tidak mengidolakannya, apalagi mengoleksi lagu-lagunya. Saya menulis tulisan ini alasannya cuma satu, biar yang berkunjung di blogku bertambah. simple, kan? Kali ini saya memilh lagunya 1D yang judulnya  Live While We're Young. Banyak yang beranggapan, lagu ini tentang sex. Ajakan untuk berbuat sex lebih tepatnya. Anggapan mereka tidaklah salah, karena liriknya jelas banget mengarahnya kesana. Kalo ada yang ngeyel dan membela diri bahwa lagu ini bukan lagu tentang ajakan sex, tanya deh pada orang tua kita,  Get some means have sex. Simple as that. Sedikit tambahan, One Direction adalah grup penyanyi pria asal Inggris-Irlandia yang terbentuk di London pada tahun 2010. Grup ini beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Style...

Curhat

"Sungguh terlalu, kamu berhasil membuatku tergila-gila padamu. Tak ada satu menit pun berlalu tanpa aku memikirkanmu. Beib, I love you." "Love u too... Aku kuliah jam setengah 6 lagi, beib." "Alhamdulillah hsil labnya negatif. " "Morning, beib. Rajin banget kuliah jadwal jam segitu. Btw, tes apa?" "Hehe ternyata salah lihat jadwal, besok yang kuliah jam segitu. Ntar kuliah jam setengah 11 cuman tes SGOT/SGPT." "Tes apa itu?" "Gak tau juga. Itu pokoknya kalau melebihi normal berarti kenak tipes, hepatitis dkk." "Aku cuma pernah tes darah aja, waktu banyak orang yang kena DB." "Hmmm.....semalem tidur jam berapa?" "Umm... masih sore kok, beib. Kamu ketiduran, aku juga. Bangun jam 11 malem, nonton tv. tapi gak tahu tidur lagi jam berapa." "Eeemmm... " "Mau cerita apa, beib?" "Kemaren penuh emosi tok. Kemaren kan aku muntah-muntah, makan ju...