Belakangan ini ada satu kebiasaan baru yang sering kulakukan tanpa sadar. Setiap kali melewati cermin, aku pasti berhenti beberapa detik lebih lama dari biasanya. Kadang hanya sekilas. Kadang sampai berdiri cukup lama sambil memperhatikan pantulan tubuhku sendiri dari berbagai sudut.
Kalau mengingat diriku beberapa bulan yang lalu, mungkin aku akan tertawa melihat kebiasaan ini. Dulu, berdiri di depan cermin bukan sesuatu yang menarik. Tidak ada yang ingin kulihat terlalu lama. Tubuhku hanya terlihat biasa saja, bahkan cenderung membuatku merasa kurang puas. Perut masih tampak buncit. Bahu belum berbentuk. Dada terlihat datar. Dan setiap kali bercermin, aku lebih sering fokus pada kekurangan dibanding apa yang sebenarnya sudah kumiliki.
Namun sekarang rasanya berbeda.
Bukan karena tubuhku tiba-tiba berubah menjadi sempurna. Jauh dari itu. Masih banyak bagian yang belum sesuai dengan keinginan. Masih banyak target yang belum tercapai. Tetapi ada sesuatu yang mulai terlihat: hasil dari proses yang selama ini kulalui.
Aku mulai bisa melihat pola-pola perubahan itu.
Dada yang dulu terasa biasa saja kini mulai terlihat lebih penuh. Tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk membuatku menyadari bahwa latihan yang kulakukan selama ini tidak sia-sia. Setiap kali mengenakan kaus yang agak pas di badan, ada bentuk yang mulai terlihat. Dan entah kenapa, itu memberi kepuasan kecil yang sulit dijelaskan.
Perut juga menjadi salah satu perubahan yang paling terasa. Saat pertama kali masuk gym dulu, bagian inilah yang paling sering membuatku kesal. Bukan karena besar sekali, tetapi cukup untuk membuatku tidak nyaman ketika melihat pantulan diri sendiri. Sekarang perutku memang belum membentuk kotak-kotak seperti yang sering terlihat di media sosial. Namun setidaknya sudah rata. Tidak lagi menonjol seperti dulu. Dan bagiku, itu sudah merupakan kemajuan yang sangat berarti.
Bahu mulai menunjukkan bentuknya.
Dulu garis antara bahu dan lengan terasa samar. Sekarang perlahan mulai terlihat lebih tegas. Saat bercermin dari samping, ada tonjolan yang dulu tidak ada. Hal kecil seperti itu mungkin tidak terlalu terlihat oleh orang lain, tetapi aku tahu persis perbedaannya karena aku melihat prosesnya hampir setiap hari.
Lengan juga mulai berubah. Memang belum sebesar yang kuinginkan. Belum membuat siapa pun terkesan. Tetapi setidaknya sekarang ada bentuk yang bisa kulihat dengan jelas. Ada otot yang mulai muncul ketika tangan ditekuk. Ada perkembangan yang perlahan namun nyata.
Bahkan punggungku pun mulai terasa berbeda.
Bagian belakang tubuh yang selama ini jarang kulihat kini mulai terasa sedikit lebih lebar. Tidak banyak, hanya sedikit. Namun cukup untuk membuat pakaian terasa berbeda ketika dikenakan. Cukup untuk membuatku tersenyum saat melihat pantulan tubuh dari cermin gym.
Pokoknya, mulai ada penampakanlah.
Perubahan-perubahan kecil yang dulu hanya menjadi harapan kini perlahan berubah menjadi kenyataan. Tidak datang sekaligus. Tidak instan. Tidak spektakuler. Tetapi hadir sedikit demi sedikit, hasil dari latihan yang berulang setiap hari.
Dan mungkin yang paling berharga justru bukan perubahan fisiknya.
Yang paling terasa adalah perubahan di dalam kepala.
Aku merasa pikiranku jauh lebih segar dibanding sebelumnya. Tubuh yang bergerak ternyata membawa pengaruh besar pada cara berpikir. Ada banyak kegelisahan yang dulu terasa berat, kini perlahan berkurang. Bukan berarti semua masalah hilang, tetapi setidaknya aku memiliki tempat untuk menyalurkan energi dan tekanan yang selama ini menumpuk.
Gym ternyata bukan hanya tentang membentuk otot.
Ia juga menjadi tempat untuk merapikan pikiran yang berantakan, membuang sebagian kecemasan yang tidak perlu, dan mengingatkan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang.
Karena itu, setiap kali berdiri di depan cermin sekarang, aku tidak hanya melihat dada yang mulai membentuk, bahu yang mulai menonjol, atau perut yang semakin rata.
Aku melihat bukti bahwa kesabaran ternyata memang bisa meninggalkan jejak pada tubuh, dan pada diri kita sendiri.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!