Skip to main content

Hari Ini Ternyata Tanggal Merah. Hari Lahirnya Pancasila


 Hari ini ternyata tanggal merah. Hari Lahir Pancasila. Tema tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Lucunya, aku baru benar-benar merasakan kalau hari ini libur justru setelah semuanya selesai.

Pagi tadi aku sudah berangkat sejak jam enam. Seperti biasa, perjalanan menuju kantor memakan waktu hampir satu jam. Jalanan masih belum terlalu ramai, langit masih menyisakan warna pagi yang pucat, dan udara terasa lebih dingin dibanding hari-hari biasa. Selama di perjalanan aku hanya fokus menyetir, tidak terlalu memikirkan apa pun selain memastikan datang tepat waktu.

Dan memang, aku sampai tepat waktu.

Bahkan sebenarnya kurang lima menit sebelum acara dimulai.

Saat tiba, area kampus masih belum terlalu ramai. Beberapa orang baru berdatangan satu per satu. Ada yang berjalan cepat sambil merapikan pakaian dinas, ada yang masih sempat bercanda kecil dengan teman-temannya. Aku seperti biasa hanya berjalan pelan dan memilih berdiri di tempat yang menurutku cukup nyaman tanpa perlu banyak berbicara.

Lalu upacara dimulai.

Pak rektor menjadi pembina upacara pagi itu. Semua berdiri rapi di bawah suasana pagi yang masih cukup sejuk. Lagu kebangsaan berkumandang, naskah dibacakan, dan acara berjalan sebagaimana upacara-upacara resmi pada umumnya. Tidak ada hal yang terlalu berbeda, hanya suasana formal yang sudah akrab setiap kali ada peringatan nasional.

Setelah upacara selesai, suasana langsung berubah lebih santai.

Orang-orang mulai bergerak ke kelompoknya masing-masing. Ada yang mengobrol, ada yang berfoto, ada pula yang bersiap pergi bersama ke tempat lain. Aku sempat mendengar beberapa teman berencana takziah bersama. Mereka terlihat akrab satu sama lain, saling memanggil, saling menunggu.

Aku tidak ikut.

Bukan karena ada masalah apa-apa. Hanya seperti biasanya saja. Aku tidak terlalu pandai berbaur dalam keramaian seperti itu. Kadang aku merasa terlalu canggung untuk masuk ke lingkaran percakapan yang sudah lebih dulu hangat. Jadi aku memilih jalan yang paling sering kupilih, menghindar pelan-pelan tanpa membuat keributan.

Aku melipir ke pom bensin.

Lampu indikator bensin di motorku sudah berkedip sejak tadi. Jadi sekalian saja mengisi sebelum benar-benar habis. Di sana suasananya jauh lebih tenang dibanding keramaian setelah upacara. Hanya suara kendaraan, mesin pompa, dan orang-orang yang datang lalu pergi tanpa banyak urusan dengan orang lain.

Setelah selesai mengisi bensin, aku langsung menuju kantor.

Gedung tempatku bekerja memang cukup jauh dari lokasi upacara. Butuh sekitar tujuh menit perjalanan lagi untuk sampai. Selama perjalanan itu aku masih berpikir seperti hari kerja biasa. Membayangkan pekerjaan yang mungkin harus kuselesaikan, berkas yang mungkin menunggu di meja, atau rutinitas lain yang sudah biasa kulakukan.

Namun sesampainya di sana, suasananya terasa aneh.

Sepi.

Terlalu sepi.

Pintu gedung tertutup. Tidak ada kendaraan yang biasanya berjejer. Tidak ada suara orang berbicara. Tidak ada aktivitas apa pun selain seorang satpam yang duduk santai menjaga area.

Aku sempat diam beberapa detik.

Lalu perlahan semuanya terasa lucu.

Ternyata hari ini tanggal merah.

Ternyata setelah upacara selesai, memang tidak ada aktivitas kantor sama sekali. Semua libur. Semua pulang.

Dan di situlah aku berdiri, sudah datang sejak pagi, sudah mengikuti upacara, sudah mengisi bensin, sudah menempuh perjalanan ke gedung kantor yang cukup jauh, hanya untuk menemukan pintu tertutup dan kesunyian yang menunggu.

Entah kenapa aku malah tersenyum sendiri.

Dan untuk sesaat, rasanya seperti diberi waktu istirahat yang bahkan tidak sempat kurencanakan.

Comments

Popular posts from this blog

Curhat

"Sungguh terlalu, kamu berhasil membuatku tergila-gila padamu. Tak ada satu menit pun berlalu tanpa aku memikirkanmu. Beib, I love you." "Love u too... Aku kuliah jam setengah 6 lagi, beib." "Alhamdulillah hsil labnya negatif. " "Morning, beib. Rajin banget kuliah jadwal jam segitu. Btw, tes apa?" "Hehe ternyata salah lihat jadwal, besok yang kuliah jam segitu. Ntar kuliah jam setengah 11 cuman tes SGOT/SGPT." "Tes apa itu?" "Gak tau juga. Itu pokoknya kalau melebihi normal berarti kenak tipes, hepatitis dkk." "Aku cuma pernah tes darah aja, waktu banyak orang yang kena DB." "Hmmm.....semalem tidur jam berapa?" "Umm... masih sore kok, beib. Kamu ketiduran, aku juga. Bangun jam 11 malem, nonton tv. tapi gak tahu tidur lagi jam berapa." "Eeemmm... " "Mau cerita apa, beib?" "Kemaren penuh emosi tok. Kemaren kan aku muntah-muntah, makan ju...

One Direction – Live While We're Young (Arti Lagu)

One Direction atau 1D sekarang lagi booming-boomingnya. Sepertinya saya gak salah jika mau sedikit menerjemahkan salah satu lagunya. Meski lagu-lagunya banyak yang digilai banyak orang, tapi sampai sekarang saya tetap tidak mengidolakannya, apalagi mengoleksi lagu-lagunya. Saya menulis tulisan ini alasannya cuma satu, biar yang berkunjung di blogku bertambah. simple, kan? Kali ini saya memilh lagunya 1D yang judulnya  Live While We're Young. Banyak yang beranggapan, lagu ini tentang sex. Ajakan untuk berbuat sex lebih tepatnya. Anggapan mereka tidaklah salah, karena liriknya jelas banget mengarahnya kesana. Kalo ada yang ngeyel dan membela diri bahwa lagu ini bukan lagu tentang ajakan sex, tanya deh pada orang tua kita,  Get some means have sex. Simple as that. Sedikit tambahan, One Direction adalah grup penyanyi pria asal Inggris-Irlandia yang terbentuk di London pada tahun 2010. Grup ini beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Style...

My Regrets

Hmmm... malam ini seperti malam sebelumnya, aku teringat akan kebersamaanku bersamanya. Ingat hari dimana pertama kali dia nyatakan cinta, ingat saat pertama kali kita setuju untuk menjalani hubungan bersama, menemani langkahku, mendampingi hidupku, mengisi hatiku. Masih sama seperti malam-malam sebelumnya, dengan setumpuk rindu yang kutahu takkan pernah berubah untuknya. Hmmm.... beberapa hari ini memang tak ada percakapan diantara kita. Aku kesal, dia terdiam. Aku dalam amarah, dia semakin tak terjamah. Andai saja kita saling terbuka. Andai kita mau jujur dengan hati kita. Mungkin kita tak akan seperti ini. Membisu, tak ada kata yang mampu mencairkan hubungan yang membeku.  Hmmm... Kalau saja perasaanku lebih kuat dari pada keegoisanku. Mungkin aku kan mengerti apa maunya. Ketidak pahamanku atas maunya membuatku menggila. Membuatku sesak. Membuatku galau berkepanjangan. Dan inilah yang membuatku sadar diri, kalau jauh darinya buatku merasa ada yang hilang. Ada sesuatu ya...