Skip to main content

Konspirasi yang Berakhir dengan Tawa


Ada satu fakta yang sampai sekarang masih membuatku ingin tertawa setiap kali mengingatnya.

Bahkan mungkin ini adalah salah satu penemuan paling membagongkan dalam seluruh penyelidikanku yang tidak pernah diminta siapa pun.

Jadi begini.

Beberapa hari terakhir aku cukup yakin bahwa ada seseorang yang sengaja digunakan untuk membuatku cemburu. Setidaknya itulah teori yang perlahan tumbuh di kepalaku. Teori yang awalnya hanya dugaan kecil, lalu berkembang menjadi berbagai kemungkinan yang saling bertumpuk. Setiap kali aku melihat mereka berbicara, setiap kali aku melihat kedekatan yang terlihat terlalu santai, setiap kali aku menangkap adegan-adegan kecil yang menurutku mencurigakan, otakku langsung bekerja.

Mungkin memang beginilah nasib orang yang terlalu banyak waktu untuk berpikir.

Satu kebetulan bisa berubah menjadi sebuah narasi.

Dua kebetulan bisa menjadi teori.

Tiga kebetulan sudah cukup untuk membuatku membentuk tim investigasi seorang diri.

Dan karena aku memang tidak bisa diam begitu saja, mulailah pencarian informasi itu.

Tentu saja bukan pencarian yang resmi. Tidak ada surat tugas. Tidak ada kartu identitas detektif. Tidak ada izin penyadapan. Yang ada hanyalah rasa penasaran yang terlalu besar dan jaringan informan yang bahkan tidak sadar bahwa mereka sedang dimanfaatkan untuk kepentingan penyelidikan cintaku yang absurd.

Sedikit demi sedikit informasi mulai terkumpul.

Potongan-potongan kecil yang awalnya tidak berarti.

Nama.

Lingkaran pertemanan.

Kebiasaan.

Cerita-cerita yang lewat begitu saja dalam percakapan.

Sampai akhirnya aku mendapatkan jawaban yang selama ini kucari.

Dan jawaban itu begitu sederhana hingga membuat seluruh teori besarku runtuh dalam hitungan detik.

Ternyata pria yang selama ini kucurigai itu sudah memiliki istri.

Dan anak.

Aku sampai memastikan ulang kepada seseorang yang benar-benar mengenalnya.

Bukan sekali.

Beberapa kali.

Karena aku tidak ingin kemenangan ini didasarkan pada informasi yang setengah matang.

Dan setelah semuanya terkonfirmasi, aku hanya bisa diam beberapa detik.

Lalu tertawa.

Bukan senyum kecil.

Bukan cekikikan pelan.

Tapi tertawa terbahak-bahak seperti orang yang baru menemukan bahwa monster yang selama ini ditakutinya ternyata hanyalah gantungan baju di pojok kamar.

Orang-orang di sekitarku sampai heran.

Mungkin mereka mengira aku baru membaca lelucon yang sangat lucu.

Mungkin mereka mengira aku sedang mendapat kabar baik.

Padahal tidak.

Mereka tidak tahu bahwa aku baru saja memenangkan perang melawan musuh yang ternyata sejak awal tidak pernah ikut bertempur.

Dan di situlah lucunya.

Berhari-hari aku membangun berbagai teori.

Berhari-hari aku memelihara kecemburuan.

Berhari-hari aku mengawasi setiap gerakan seperti detektif amatir yang terlalu percaya diri.

Lalu semua itu berakhir dengan satu fakta sederhana.

Dia sudah beristri.

Selesai.

Kasus ditutup.

Tersangka utama dibebaskan dari segala tuduhan.

Meski demikian, ada bagian lain dalam diriku yang justru semakin aktif setelah menemukan fakta itu.

Karena jika benar dia tidak memiliki hubungan apa-apa dengan pria itu, lalu kenapa mereka terlihat begitu dekat?

Kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa aku sampai merasa terbakar cemburu?

Dan yang paling berbahaya, jika teori awalku benar, bahwa semua itu hanya permainan untuk memancing reaksiku, berarti sekarang aku tahu aku sudah kalah telak.

Aku benar-benar cemburu.

Aku benar-benar terpancing.

Dan sekarang, setelah rasa malu itu mulai mereda, otakku mulai bekerja lagi.

Menyusun berbagai skenario balasan.

Bukan karena marah.

Bukan karena ingin menyakiti.

Melainkan karena ada bagian kecil dalam diriku yang ingin berkata, "Oh, jadi begini permainanmu?"

Aku membayangkan berbagai kemungkinan.

Membayangkan bagaimana jika kali ini aku yang membuatnya bertanya-tanya.

Aku yang membuatnya menebak-nebak.

Aku yang membuatnya merasakan sedikit kegelisahan yang selama ini kurasakan.

Namun di tengah semua skenario itu, aku tetap tidak bisa memastikan satu hal.

Apakah aku sedang menyusun strategi balasan untuk dirinya?

Atau sebenarnya aku hanya sedang mencari alasan baru agar cerita ini tetap berlanjut beberapa bab lagi.

Karena kalau dipikir-pikir, mungkin yang paling membuatku ketagihan bukan dirinya.

Melainkan teka-teki yang terus hidup di antara kami.

Teka-teki yang setiap kali hampir menemukan jawaban, selalu berhasil melahirkan pertanyaan baru.

Comments

Popular posts from this blog

One Direction – Live While We're Young (Arti Lagu)

One Direction atau 1D sekarang lagi booming-boomingnya. Sepertinya saya gak salah jika mau sedikit menerjemahkan salah satu lagunya. Meski lagu-lagunya banyak yang digilai banyak orang, tapi sampai sekarang saya tetap tidak mengidolakannya, apalagi mengoleksi lagu-lagunya. Saya menulis tulisan ini alasannya cuma satu, biar yang berkunjung di blogku bertambah. simple, kan? Kali ini saya memilh lagunya 1D yang judulnya  Live While We're Young. Banyak yang beranggapan, lagu ini tentang sex. Ajakan untuk berbuat sex lebih tepatnya. Anggapan mereka tidaklah salah, karena liriknya jelas banget mengarahnya kesana. Kalo ada yang ngeyel dan membela diri bahwa lagu ini bukan lagu tentang ajakan sex, tanya deh pada orang tua kita,  Get some means have sex. Simple as that. Sedikit tambahan, One Direction adalah grup penyanyi pria asal Inggris-Irlandia yang terbentuk di London pada tahun 2010. Grup ini beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Style...

Curhat

"Sungguh terlalu, kamu berhasil membuatku tergila-gila padamu. Tak ada satu menit pun berlalu tanpa aku memikirkanmu. Beib, I love you." "Love u too... Aku kuliah jam setengah 6 lagi, beib." "Alhamdulillah hsil labnya negatif. " "Morning, beib. Rajin banget kuliah jadwal jam segitu. Btw, tes apa?" "Hehe ternyata salah lihat jadwal, besok yang kuliah jam segitu. Ntar kuliah jam setengah 11 cuman tes SGOT/SGPT." "Tes apa itu?" "Gak tau juga. Itu pokoknya kalau melebihi normal berarti kenak tipes, hepatitis dkk." "Aku cuma pernah tes darah aja, waktu banyak orang yang kena DB." "Hmmm.....semalem tidur jam berapa?" "Umm... masih sore kok, beib. Kamu ketiduran, aku juga. Bangun jam 11 malem, nonton tv. tapi gak tahu tidur lagi jam berapa." "Eeemmm... " "Mau cerita apa, beib?" "Kemaren penuh emosi tok. Kemaren kan aku muntah-muntah, makan ju...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...