Skip to main content

Menunda Pulang


Mari kita bercerita tentang kemarin sore.

Sore yang sebenarnya biasa saja. Tidak ada percakapan penting. Tidak ada pengakuan. Tidak ada peristiwa besar yang layak dicatat dalam sejarah hidup seseorang. Namun entah kenapa, seperti banyak sore sebelumnya, aku pulang dengan kepala yang penuh oleh dirinya.

Awalnya aku melihatnya dari kejauhan.

Jam kerja hampir selesai. Orang-orang mulai merapikan barang, membereskan meja, dan bersiap meninggalkan kantor. Aku juga melakukan hal yang sama. Tidak ada niat khusus. Tidak ada rencana untuk memperhatikannya lebih lama dari biasanya.

Setidaknya begitu yang ingin kuyakini.

Di sela-sela kesibukan menjelang pulang itu, aku melihatnya masih beraktivitas di area yang sama. Sesekali aku merasa ia melirik ke arahku. Sesekali aku merasa ia sengaja menempatkan dirinya dalam jangkauan pandangku.

Atau mungkin aku yang terlalu peka.

Atau mungkin aku yang terlalu berharap.

Aku sendiri tidak pernah benar-benar yakin.

Yang jelas, pola itu terasa familiar. Terlalu familiar.

Sama seperti beberapa kejadian sebelumnya yang membuatku bertanya-tanya apakah aku sedang melihat sesuatu yang memang ada, atau hanya sedang menafsirkan dunia sesuai keinginanku sendiri.

Ketika waktu pulang tiba, ia tidak langsung pergi.

Ia duduk di kursi-kursi dekat pintu masuk bersama beberapa temannya. Bermain ponsel. Mengobrol. Tertawa sesekali. Terlihat santai seolah tidak memiliki urusan lain di luar sana.

Aku melihatnya sekilas.

Lalu berpura-pura sibuk.

Kemudian melihat lagi.

Lalu kembali berpura-pura tidak peduli.

Permainan yang sama. Permainan yang mungkin hanya terjadi di dalam kepalaku.

Ada beberapa gerakan kecil yang kembali kulihat sore itu. Gerakan-gerakan yang selama ini selalu membuatku bingung. Tidak cukup jelas untuk disebut sebuah pesan. Tidak cukup samar untuk disebut kebetulan.

Gerakan yang membuatku bertanya-tanya tanpa pernah memberiku jawaban.

Dan seperti biasanya, aku hanya bisa tersenyum sendiri.

Karena setelah sekian lama, aku mulai terbiasa hidup di wilayah abu-abu seperti ini.

Wilayah di mana semuanya hanya berupa dugaan.

Tidak ada kepastian.

Tidak ada konfirmasi.

Hanya kumpulan tanda tanya yang terus bertambah dari hari ke hari.

Aku akhirnya memutuskan menunda kepulanganku.

Alasannya sederhana.

Aku tidak ingin melewati area pintu masuk saat ia masih berada di sana.

Atau mungkin aku hanya sedang mencari alasan agar bisa berada di tempat yang sama sedikit lebih lama.

Aku tidak tahu.

Kadang aku sendiri sulit membedakan mana alasan yang sebenarnya dan mana alasan yang kubuat untuk membenarkan perasaanku.

Aku memilih salat magrib di kantor.

Pelan-pelan.

Tanpa terburu-buru.

Berharap ketika selesai nanti, suasana sudah berubah.

Namun ketika aku kembali, ia masih ada.

Waktu terus berjalan.

Orang-orang mulai pulang satu per satu.

Langit semakin gelap.

Bahkan beberapa temannya sudah menghilang lebih dulu.

Anehnya, ia masih bertahan.

Dan aku pun masih bertahan.

Seolah kami sama-sama menunda sesuatu yang bahkan tidak kami mengerti.

Sampai akhirnya aku memutuskan untuk benar-benar pulang.

Aku mengira ia sudah pergi.

Aku mengira sore yang panjang itu akhirnya selesai.

Namun ketika berjalan menuju parkiran untuk mengambil kendaraan, aku kembali menemukannya.

Masih di sana.

Duduk sendirian di bangku.

Menunduk menatap layar ponselnya.

Tenang.

Santai.

Seolah tidak sedang menunggu apa pun.

Dan entah kenapa, melihatnya masih berada di sana membuatku tertawa dalam hati.

Karena lagi-lagi aku melihat pola yang sama.

Lagi-lagi aku menemukan hal-hal kecil yang membuatku berpikir terlalu jauh.

Lagi-lagi aku membiarkan diriku terjebak dalam kemungkinan-kemungkinan yang tidak bisa kubuktikan.

Namun kali ini aku tidak terlalu ingin mencari jawabannya.

Aku tidak sedang terburu-buru.

Aku tidak sedang mengejar kepastian.

Aku tidak sedang memaksa apa pun.

Justru yang membuat semuanya terasa ringan adalah karena tidak ada yang harus diselesaikan hari ini.

Tidak ada kerugian yang kutanggung.

Tidak ada tuntutan agar semuanya segera jelas.

Yang ada hanyalah serangkaian kejadian aneh yang terus berulang dan entah bagaimana berhasil membuat hari-hariku sedikit lebih berwarna.

Mungkin memang terdengar konyol.

Mungkin juga terlalu dramatis.

Tetapi di tengah pekerjaan yang sering membuat kepala penuh dan hati lelah, kehadirannya menghadirkan semacam selingan yang sulit dijelaskan.

Bukan kebahagiaan besar.

Bukan pula cinta yang pasti.

Hanya rasa penasaran yang terus hidup.

Dan untuk sementara waktu, kurasa itu sudah cukup.

Cukup untuk membuatku tersenyum ketika mengingat sore yang seharusnya biasa saja itu.

Comments

Popular posts from this blog

One Direction – Live While We're Young (Arti Lagu)

One Direction atau 1D sekarang lagi booming-boomingnya. Sepertinya saya gak salah jika mau sedikit menerjemahkan salah satu lagunya. Meski lagu-lagunya banyak yang digilai banyak orang, tapi sampai sekarang saya tetap tidak mengidolakannya, apalagi mengoleksi lagu-lagunya. Saya menulis tulisan ini alasannya cuma satu, biar yang berkunjung di blogku bertambah. simple, kan? Kali ini saya memilh lagunya 1D yang judulnya  Live While We're Young. Banyak yang beranggapan, lagu ini tentang sex. Ajakan untuk berbuat sex lebih tepatnya. Anggapan mereka tidaklah salah, karena liriknya jelas banget mengarahnya kesana. Kalo ada yang ngeyel dan membela diri bahwa lagu ini bukan lagu tentang ajakan sex, tanya deh pada orang tua kita,  Get some means have sex. Simple as that. Sedikit tambahan, One Direction adalah grup penyanyi pria asal Inggris-Irlandia yang terbentuk di London pada tahun 2010. Grup ini beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Style...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Curhat

"Sungguh terlalu, kamu berhasil membuatku tergila-gila padamu. Tak ada satu menit pun berlalu tanpa aku memikirkanmu. Beib, I love you." "Love u too... Aku kuliah jam setengah 6 lagi, beib." "Alhamdulillah hsil labnya negatif. " "Morning, beib. Rajin banget kuliah jadwal jam segitu. Btw, tes apa?" "Hehe ternyata salah lihat jadwal, besok yang kuliah jam segitu. Ntar kuliah jam setengah 11 cuman tes SGOT/SGPT." "Tes apa itu?" "Gak tau juga. Itu pokoknya kalau melebihi normal berarti kenak tipes, hepatitis dkk." "Aku cuma pernah tes darah aja, waktu banyak orang yang kena DB." "Hmmm.....semalem tidur jam berapa?" "Umm... masih sore kok, beib. Kamu ketiduran, aku juga. Bangun jam 11 malem, nonton tv. tapi gak tahu tidur lagi jam berapa." "Eeemmm... " "Mau cerita apa, beib?" "Kemaren penuh emosi tok. Kemaren kan aku muntah-muntah, makan ju...