Skip to main content

Suara yang Selama Ini Tidak Pernah Kudengar


Oke. Kali ini aku ingin menceritakan satu hal lain tentang pertemuan kemarin sore. Sesuatu yang sebenarnya sederhana, bahkan mungkin tidak penting bagi orang lain. Namun entah kenapa, sejak kemarin hal itu terus berputar di dalam kepalaku dan menolak pergi.

Awalnya tidak ada rencana apa-apa.

Aku hanya berada di area yang sama dengannya. Kebetulan ada tugas yang harus kuselesaikan di salah satu kubikel yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri. Saat itu dia sedang berbincang dengan seseorang. Dari raut wajah mereka, percakapan itu terlihat cukup serius. Setidaknya begitulah yang kutangkap dari kejauhan.

Aku tidak sedang berusaha menguping.

Setidaknya itulah yang terus kujelaskan pada diriku sendiri.

Aku memang berada cukup dekat untuk mendengar suara mereka, tetapi bukan karena sengaja mencari tahu isi percakapan. Aku hanya sedang berada di tempat yang sama pada waktu yang sama.

Lalu untuk pertama kalinya, aku mendengar suaranya lebih lama dari biasanya.

Dan di situlah masalahnya dimulai.

Selama ini aku selalu mengenalnya sebagai seseorang yang pendiam. Sosok yang lebih sering diam daripada berbicara. Bahkan ketika berada di ruangan yang sama, aku hampir tidak pernah mendengarnya berbicara panjang lebar. Kalaupun ada, hanya potongan-potongan kalimat pendek yang segera tenggelam di antara suara orang lain.

Karena itulah aku terkejut.

Ternyata dia banyak bicara.

Bahkan sangat banyak.

Aku sampai beberapa kali menahan tawa sendirian.

Bukan karena apa yang dibicarakannya lucu.

Bukan juga karena isi percakapannya aneh.

Tapi karena kenyataan itu sendiri terasa lucu bagiku.

Bayangkan saja. Berbulan-bulan aku membangun gambaran tentang seseorang di dalam kepalaku. Lalu hanya dalam beberapa menit, gambaran itu runtuh begitu saja.

Ternyata dia tidak sependiam yang kubayangkan.

Ternyata dia bisa sangat ekspresif.

Ternyata nada suaranya berbeda ketika merasa nyaman berbicara dengan seseorang.

Ada kelembutan yang selama ini tidak pernah kudengar.

Ada nada yang lebih ringan.

Sedikit manja, mungkin.

Atau mungkin aku saja yang salah menafsirkannya.

Aku tidak tahu.

Yang jelas, semakin lama aku mendengarnya berbicara, semakin sulit bagiku untuk menahan senyum.

Sesekali aku bahkan harus menundukkan kepala karena merasa sedang menertawakan sesuatu yang tidak seharusnya kutertawakan.

Lucunya lagi, beberapa kali mereka sempat menoleh ke arahku.

Aku langsung pura-pura sibuk.

Pura-pura fokus pada pekerjaanku.

Padahal di dalam kepala, aku sedang sibuk memproses fakta baru yang baru saja kutemukan.

"Kok bisa begitu, ya?"

Pertanyaan itu berulang kali muncul.

Karena sosok yang selama ini kulihat dari kejauhan ternyata berbeda ketika sedang berbicara dengan orang yang membuatnya nyaman.

Dan anehnya, fakta sederhana itu justru membuatnya terasa lebih manusiawi.

Lebih nyata.

Lebih dekat.

Tidak lagi sekadar sosok yang hadir dalam berbagai dugaan dan skenario yang kubuat sendiri.

Sepanjang perjalanan pulang, aku masih memikirkan suara itu.

Masih memikirkan bagaimana seseorang bisa terlihat begitu berbeda hanya karena cara dia berbicara.

Aku bahkan beberapa kali tertawa sendiri mengingatnya.

Sungguh hal yang konyol.

Di saat orang lain mungkin memperhatikan pencapaian, kemampuan, atau hal-hal besar lainnya, aku justru sibuk memikirkan nada suara seseorang ketika sedang mengobrol.

Dan di situlah aku mulai khawatir.

Karena aku mengenal diriku sendiri.

Aku tahu betul bagaimana caraku jatuh hati.

Bukan karena hal-hal besar.

Bukan karena momen dramatis.

Melainkan karena detail-detail kecil yang tidak disadari orang lain.

Cara tertawa.

Cara memanggil seseorang.

Cara bercerita.

Cara berbicara ketika merasa nyaman.

Dan kemarin, tanpa sengaja, aku menemukan satu detail baru tentang dirinya.

Detail yang mungkin tidak berarti apa-apa.

Namun cukup untuk membuatku pulang sambil tersenyum.

Lalu malamnya bertanya-tanya sendirian.

Bagaimana kalau aku semakin menyukainya?

Bagaimana kalau selama ini yang membuatku bertahan bukan lagi rasa penasaran?

Bagaimana kalau perlahan-lahan aku benar-benar jatuh lebih dalam?

Entahlah.

Mungkin aku hanya terlalu banyak berpikir.

Atau mungkin justru itulah masalahnya.

Karena setiap kali menemukan sesuatu yang baru tentang dirinya, aku selalu merasa sedang membaca satu halaman tambahan dari buku yang belum pernah selesai kutamatkan.

Comments

Popular posts from this blog

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

One Direction – Live While We're Young (Arti Lagu)

One Direction atau 1D sekarang lagi booming-boomingnya. Sepertinya saya gak salah jika mau sedikit menerjemahkan salah satu lagunya. Meski lagu-lagunya banyak yang digilai banyak orang, tapi sampai sekarang saya tetap tidak mengidolakannya, apalagi mengoleksi lagu-lagunya. Saya menulis tulisan ini alasannya cuma satu, biar yang berkunjung di blogku bertambah. simple, kan? Kali ini saya memilh lagunya 1D yang judulnya  Live While We're Young. Banyak yang beranggapan, lagu ini tentang sex. Ajakan untuk berbuat sex lebih tepatnya. Anggapan mereka tidaklah salah, karena liriknya jelas banget mengarahnya kesana. Kalo ada yang ngeyel dan membela diri bahwa lagu ini bukan lagu tentang ajakan sex, tanya deh pada orang tua kita,  Get some means have sex. Simple as that. Sedikit tambahan, One Direction adalah grup penyanyi pria asal Inggris-Irlandia yang terbentuk di London pada tahun 2010. Grup ini beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Style...

Bincang Buku "I am Proud to be Scout"

Hi, sobat blogger. Hari ini cuacanya panas banget ya.... ato jangan-jangan ini hanya perasaanku saja, karena saat ini lagi di Surabaya. Hmmm.... mungkin karena emang cuaca di Surabaya gak pernah dingin kali ya, makanya panas mulu bawaannya. Padahal udah banyak taman yang dibuat buat menghijaukan kota Surabaya lho... gak ngaruh ternyata. heuheu Ngomong-ngomong tentang Surabaya, hari ini aku lagi di Surabaya nih... Ceritanya lagi ikutan launching buku "I am Proud to be Scout" . Tahu sendirikan, bukuku yang itu baru aja terbit. Karena baru, so pastinya perlu dibuatlah event kecil-kecilan buat ngrayain atas terbitnya buku itu. Yah, semacam syukuran githu deh! Syukuran karena bukunya udah terbit, maka dibuatlah acara launching dan bincang buku serta sharing tentang kepenulisan.  Acara udah disusun rapi, tapi karena ada beberapa hal yang di luar kendali dan rencana kita, akhirnya acara launchingnya diubah jadi bincang buku. You know why lah.... membuat event seperti ini ...