Skip to main content

Yang Berperang Hanya Aku


Ternyata aku tidak bisa sejahat itu.

Semalam, sebelum tidur, aku masih sempat menyusun berbagai kemungkinan di dalam kepala. Berbagai skenario balasan yang terdengar hebat saat dibayangkan sendirian. Aku membayangkan diriku akan lebih dingin. Lebih cuek. Lebih sulit ditebak. Aku ingin membuatnya merasakan sedikit saja dari kebingungan yang selama ini kurasakan. Sedikit saja dari rasa cemburu yang kemarin sempat membakar dadaku ketika melihatnya terlalu akrab dengan orang lain.

Tapi seperti biasanya, keberanianku selalu jauh lebih besar di dalam imajinasi daripada di dunia nyata.

Begitu hari ini datang dan aku kembali melihatnya, semua rencana itu runtuh tanpa perlawanan.

Aku tidak menjadi lebih dingin.

Aku tidak menjadi lebih tegas.

Aku bahkan tetap kikuk seperti sebelumnya.

Lucu sekali. Setelah sekian lama menyusun naskah demi naskah dalam kepala, pada akhirnya aku masih menjadi diriku yang sama. Orang yang terlalu banyak berpikir dan terlalu sedikit bertindak.

Hari ini aku mencoba bersikap biasa saja. Setidaknya itulah yang kuinginkan. Aku berusaha menjalani aktivitas seperti hari-hari lain. Menyibukkan diri. Mengalihkan perhatian. Mengurangi frekuensi menoleh ke arah yang sudah terlalu kuhafal keberadaannya.

Aku bahkan sengaja mengerem diriku sendiri.

Setiap kali muncul keinginan untuk melihat ke arahnya, aku tahan.

Setiap kali muncul rasa penasaran tentang apa yang sedang dilakukannya, aku paksa diriku untuk fokus ke hal lain.

Aku tidak ingin menjadi orang yang terus-menerus mengawasi seseorang hanya karena hatinya sedang tidak tenang.

Ada batas yang ingin kujaga.

Ada privasi yang tidak ingin kulanggar.

Dan mungkin ada harga diri yang sedang berusaha kuselamatkan.

Namun semakin keras aku menahan diri, semakin aku merasa ada sesuatu yang tidak seimbang dalam kisah ini.

Karena hari ini, seolah-olah hanya aku yang sedang berjuang.

Hanya aku yang sibuk menenangkan hati.

Hanya aku yang sibuk mengatur napas ketika pikiranku mulai berlari ke mana-mana.

Sedangkan dia?

Dia terlihat baik-baik saja.

Terlalu baik-baik saja.

Ia menjalani harinya seperti biasa. Beraktivitas seperti biasa. Berbicara dengan orang lain seperti biasa. Tidak terlihat membawa beban apa pun yang mirip dengan yang sedang kubawa.

Dan di situlah pikiran-pikiran buruk mulai bermunculan.

Bagaimana kalau selama ini memang hanya aku?

Bagaimana kalau semua gejolak ini hanya terjadi di dalam dadaku?

Bagaimana kalau semua cerita yang selama ini kususun hanyalah hasil dari kesepian yang terlalu lama dibiarkan berbicara?

Aku tidak tahu.

Semakin dipikirkan, semakin tidak menemukan ujungnya.

Hari ini bahkan tidak banyak momen yang bisa kusimpan sebagai bekal untuk malam nanti. Tidak ada adegan-adegan kecil yang membuatku tersenyum diam-diam. Tidak ada kejadian yang membuat jantungku berdebar lebih cepat dari biasanya.

Yang ada justru overthinking yang datang bergelombang.

Datang tanpa diundang.

Pergi sebentar.

Lalu kembali lagi dengan bentuk yang berbeda.

Padahal sebenarnya tidak terjadi apa-apa.

Atau mungkin justru itulah masalahnya.

Tidak terjadi apa-apa.

Dua kali dia melewatiku hari ini.

Dua kali.

Jaraknya cukup dekat hingga aku sadar bahwa dia ada di sana. Cukup dekat hingga aku bisa mengenali langkahnya tanpa perlu melihat wajahnya.

Namun tidak ada sesuatu yang mencurigakan.

Tidak ada gerakan aneh.

Tidak ada usaha yang bisa kutafsirkan macam-macam seperti biasanya.

Semuanya terlihat normal.

Wajar.

Biasa.

Dan justru kewajaran itu yang membuatku semakin gelisah.

Karena selama ini aku terlalu terbiasa mencari makna dalam hal-hal kecil. Terlalu terbiasa membaca isyarat dari sesuatu yang belum tentu memang sebuah isyarat.

Ketika hari ini aku tidak menemukan apa-apa, aku malah merasa kehilangan sesuatu.

Seolah-olah aku sedang berdiri sendirian di medan perang yang ternyata tidak pernah dianggap sebagai perang oleh pihak lain.

Mungkin itulah yang paling membuatku bingung.

Bukan karena dia menjauh.

Bukan karena dia berubah.

Melainkan karena aku mulai bertanya-tanya apakah selama ini yang berlarian ke sana kemari mencari jawaban memang hanya aku seorang diri.

Dan jika memang begitu, maka semua kelelahan ini terasa semakin mengkhawatirkan.

Karena ternyata yang paling sulit bukanlah mencintai seseorang tanpa kepastian.

Yang paling sulit adalah tidak tahu apakah kisah yang terus hidup di kepalamu itu juga pernah hidup, walau hanya sebentar, di kepala orang yang sama.

Comments

Popular posts from this blog

One Direction – Live While We're Young (Arti Lagu)

One Direction atau 1D sekarang lagi booming-boomingnya. Sepertinya saya gak salah jika mau sedikit menerjemahkan salah satu lagunya. Meski lagu-lagunya banyak yang digilai banyak orang, tapi sampai sekarang saya tetap tidak mengidolakannya, apalagi mengoleksi lagu-lagunya. Saya menulis tulisan ini alasannya cuma satu, biar yang berkunjung di blogku bertambah. simple, kan? Kali ini saya memilh lagunya 1D yang judulnya  Live While We're Young. Banyak yang beranggapan, lagu ini tentang sex. Ajakan untuk berbuat sex lebih tepatnya. Anggapan mereka tidaklah salah, karena liriknya jelas banget mengarahnya kesana. Kalo ada yang ngeyel dan membela diri bahwa lagu ini bukan lagu tentang ajakan sex, tanya deh pada orang tua kita,  Get some means have sex. Simple as that. Sedikit tambahan, One Direction adalah grup penyanyi pria asal Inggris-Irlandia yang terbentuk di London pada tahun 2010. Grup ini beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Style...

Curhat

"Sungguh terlalu, kamu berhasil membuatku tergila-gila padamu. Tak ada satu menit pun berlalu tanpa aku memikirkanmu. Beib, I love you." "Love u too... Aku kuliah jam setengah 6 lagi, beib." "Alhamdulillah hsil labnya negatif. " "Morning, beib. Rajin banget kuliah jadwal jam segitu. Btw, tes apa?" "Hehe ternyata salah lihat jadwal, besok yang kuliah jam segitu. Ntar kuliah jam setengah 11 cuman tes SGOT/SGPT." "Tes apa itu?" "Gak tau juga. Itu pokoknya kalau melebihi normal berarti kenak tipes, hepatitis dkk." "Aku cuma pernah tes darah aja, waktu banyak orang yang kena DB." "Hmmm.....semalem tidur jam berapa?" "Umm... masih sore kok, beib. Kamu ketiduran, aku juga. Bangun jam 11 malem, nonton tv. tapi gak tahu tidur lagi jam berapa." "Eeemmm... " "Mau cerita apa, beib?" "Kemaren penuh emosi tok. Kemaren kan aku muntah-muntah, makan ju...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...