Skip to main content

Kisah Ini Akan Terus Hidup dari Hal-Hal Kecil Semacam Itu


Sebenarnya, ada satu pola yang sudah lama kusadari darinya. Pola kecil yang mungkin tidak akan diperhatikan orang lain, tetapi entah kenapa selalu berhasil terekam dalam ingatanku.

Setiap kali dia sedang bersama kelompok pertemanannya, dia berubah menjadi orang yang jauh lebih hati-hati.

Seolah-olah ada sakelar yang otomatis aktif ketika teman-temannya berada di dekatnya. Tingkah-tingkah yang biasanya terasa begitu kentara perlahan menghilang. Gerak-geriknya menjadi lebih wajar, lebih tenang, lebih sulit ditebak. Kalau pun masih ada sesuatu yang terasa ganjil, semuanya dilakukan dengan begitu halus hingga nyaris tak meninggalkan jejak.

Mungkin memang begitu seharusnya.

Mungkin dia memang sedang sibuk bercanda dengan teman-temannya sehingga tak lagi memedulikan keberadaanku.

Atau mungkin justru sebaliknya.

Aku tidak pernah benar-benar tahu.

Yang paling sering tersisa hanyalah tatapan mata.

Sesekali, ketika aku tanpa sengaja mengangkat kepala dari pekerjaanku, aku menemukan sorot mata itu sudah lebih dulu mengarah kepadaku. Lalu, dalam hitungan detik, pandangan itu berpaling begitu saja. Cepat. Terlalu cepat. Seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

Dulu aku sering membalas tatapan itu.

Sekarang tidak lagi.

Bukan karena aku sudah tidak ingin melihatnya, melainkan karena aku tahu, tatapan mata adalah bahasa yang paling sering ia gunakan. Dan justru karena terlalu sering, aku memilih menghindarinya. Aku takut semakin lama saling memandang, semakin banyak cerita yang kususun sendiri di dalam kepalaku.

Aku sedang belajar agar tidak lagi mengartikan segala sesuatu.

Meski, harus kuakui, belajar itu ternyata jauh lebih sulit daripada sekadar mengatakannya.

Mungkin aku sudah pernah menceritakan semua ini sebelumnya.

Bahkan berkali-kali.

Kadang aku sendiri merasa ceritaku hanya berputar di tempat yang sama. Tentang tatapan mata. Tentang langkah kaki yang tiba-tiba berada di dekatku. Tentang kehadiran yang seolah selalu muncul di sudut pandangku. Rasanya seperti tidak ada perkembangan, hanya pengulangan dengan latar hari yang berbeda.

Namun begitulah kenyataannya.

Memang tidak pernah ada peristiwa besar di antara kami.

Yang ada hanya potongan-potongan kecil yang entah kenapa selalu berhasil bertahan di kepalaku.

Seperti sore kemarin.

Sebenarnya tidak ada kejadian yang bisa disebut luar biasa. Dia lebih banyak bersama teman-temannya. Mereka bercakap-cakap, tertawa, berpindah dari satu sudut ke sudut yang lain. Dia tampak larut dalam obrolan mereka, sementara aku sibuk dengan pekerjaanku sendiri.

Karena itulah, aku hampir tidak menemukan hal-hal aneh seperti biasanya.

Hampir.

Sebab di sela-sela semua kesibukan itu, beberapa kali aku masih merasa tatapan itu datang lagi. Tidak lama. Hanya sekilas. Cukup sebentar untuk membuatku sadar bahwa kami masih berada dalam ruangan yang sama.

Lalu aku memilih mengalihkan pandangan.

Barangkali memang tidak ada apa-apa.

Barangkali aku hanya terlalu hafal dengan kebiasaannya sehingga setiap gerakan kecil terasa memiliki arti.

Atau justru karena aku terlalu ingin menemukan arti, akhirnya semua hal terlihat seperti petunjuk.

Aku benar-benar tidak tahu.

Yang kutahu hanyalah satu hal.

Semakin hari aku semakin menikmati menceritakan ulang kejadian-kejadian kecil ini.

Bukan karena setiap harinya selalu ada sesuatu yang mengubah hidupku. Justru sebaliknya. Hampir semuanya tampak biasa. Sangat biasa.

Namun ketika malam tiba dan aku mulai mengingatnya kembali, potongan-potongan kecil itu perlahan tersusun menjadi cerita yang berbeda. Cerita yang mungkin tidak pernah benar-benar terjadi seperti yang kubayangkan, tetapi cukup hidup untuk membuatku kembali tersenyum sendiri.

Mungkin memang beginilah kisah kami berjalan.

Bukan dengan percakapan panjang.

Bukan dengan pengakuan.

Melainkan dengan detail-detail kecil yang nyaris tak berarti bagi siapa pun, tetapi entah mengapa selalu terasa begitu besar di dalam kepalaku.

Dan mungkin, selama tidak ada seorang pun yang berani mengubah akhirnya, kisah ini akan terus hidup dari hal-hal kecil semacam itu, tatapan yang sebentar, jarak yang sengaja dijaga, dan cerita yang terus kuulang, bukan karena tidak punya kisah baru, melainkan karena aku masih berusaha mencari makna dari setiap hal kecil yang tak pernah benar-benar selesai kupahami.

Comments

Popular posts from this blog

I am Proud to be Scout

Alhamdulillah.... Lagi-lagi harus sering memuji nama Tuhan karena tak henti-hentinya memberi nikmat kepada hambanya yang haus kasih sayang ini. *ehm.. Seperti biasa, kalau postinganku diawali dengan kata-kata seperti itu, berarti ada 'sesuatu' yang aku terima dan ingin aku bagikan ceritanya di sini. *cerita doang? garing, ah! Iya, seperti yang sudah aku bilang tadi, bahwa hari ini ada sesuatu yang akan aku ceritakan dalam blog ini. Tapi sebelum itu, aku ceritain dulu bahwa seharian ini aku lagi merasa gak enak banget. Capek pikiran, capek badan. Kalo dah begitu, bawaanya badmood. Kalo dah badmood, statusnya pasti  berubah jadi "Senggol, bacok!". *Sadis Untungnya gak lama-lama status "Senggol, bacok!"nya. Agak sorean, abis dhuhur mungkin, status itu berubah menjadi agak mendingan. Tentu bisa ditebak, sedang gimana kalo tiba-tiba status bisa berubah sedemikian rupa kayak githu. Yup, ada kabar gembira. Apakah itu? Pertama, aku dinyatakan sebagai ...

Arti Lagu JUDAS - Lady Gaga

Setelah sebelumnya gw berhasil posting tentang arti lagu dari Lady Gaga - Born This Way yang ternyata banyak dibaca oleh pengunjung blog ini, maka pada kesempatan ini gw juga ingin memposting lagu kedua dari penyanyi super nyentrik ini, JUDAS.  Judas ini kalau dilihat dari lyrics secara keseluruhan, maka Judas ini bercerita tentang cinta dan pengampunan. Atau juga tentang jatuh cinta pada cinta yang salah (Yudas bukan Yesus), namun lagu ini jauh lebih dalam dari itu. Percaya atau tidak, Gaga adalah seorang Kristen. Meski ada juga yang meragukannya. Tapi yang jelas, dia percaya Tuhan dan  mengasihi semua orang tanpa memandang siapa mereka.  Dalam lyrics pertama ia mengatakan ia akan membasuh kakinya (ada dalam praktik Kristen Ortodoks) dan meminta agar ia diampuni/dimaafkan bahkan setelah dia mengkhianati. Namanya orang, pasti pernah melakukan kesalahan. Jadi wajar kalau ada kesalahan, pasti mengharap belas kasihan. Dalam lyrics kedua, ia mengatakan dia tid...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...