Semalam aku kembali bertemu dengannya.
Aneh rasanya mengatakan itu, sebab pertemuan ini bukan terjadi di lorong kantor, bukan pula di dekat loker, atau di antara kesibukan yang biasanya menjadi saksi bisu tatapan-tatapan singkat kami. Pertemuan itu terjadi di tempat yang bahkan tidak bisa kupilih untuk kudatangi. Tempat yang datang begitu saja ketika mataku terpejam.
Semuanya terasa begitu nyata.
Aku masih mengingat setiap detiknya dengan jelas.
Awalnya dia berjalan ke arahku.
Langkahnya pelan, tenang, seolah sudah tahu bahwa aku tidak akan ke mana-mana. Sementara aku justru berdiri mematung. Entah kenapa, seluruh keberanian yang sering kususun di dalam kepala mendadak lenyap. Otakku membeku. Tidak ada satu pun kalimat yang berhasil kususun. Mulutku kelu. Bahkan sekadar mengangkat tangan pun terasa sulit.
Semakin lama, jarak kami semakin dekat.
Aku sempat berpikir untuk mundur satu langkah.
Namun tidak sempat.
Dia sudah berada tepat di hadapanku.
Begitu dekat hingga aku dapat melihat sorot matanya dengan sangat jelas. Kami saling memandang dalam diam. Tidak ada senyum yang berlebihan. Tidak ada sapaan. Hanya keheningan yang terasa begitu panjang, meski mungkin hanya berlangsung beberapa detik.
Aneh sekali.
Dalam diam itu justru aku merasa jauh lebih gugup daripada ketika harus berbicara di depan banyak orang.
Lalu perlahan ia memiringkan kepalanya.
Wajahnya mendekat ke samping telingaku.
Dengan suara yang sangat pelan, nyaris seperti embusan napas, ia berbisik,
"Mau memelukku? Cepat... sebelum yang lain datang."
Aku bahkan tidak sempat berpikir.
Tidak sempat menimbang benar atau salah.
Seolah tubuhku bergerak lebih dulu daripada pikiranku.
Pelan-pelan aku mengangkat kedua tangan, lalu memeluknya.
Bukan pelukan yang erat.
Bukan pelukan yang penuh kepemilikan.
Hanya pelukan singkat, hati-hati, canggung, seolah aku takut jika sedikit saja bergerak lebih kuat, semuanya akan menghilang.
Di dalam pelukan yang begitu singkat itu justru ada ketenangan yang sulit kujelaskan.
Seperti rasa lelah yang tiba-tiba menemukan tempat untuk beristirahat.
Seperti seseorang yang selama ini hanya mampu menatap dari kejauhan akhirnya diberi kesempatan berdiri sedekat ini.
Beberapa detik kemudian ia kembali berbisik.
Kali ini suaranya terdengar sedikit lebih lirih.
"Mau menciumku?"
Aku tidak menjawab.
Aku hanya menatapnya beberapa saat.
Jantungku berdegup begitu cepat hingga rasanya seluruh dunia menjadi sunyi.
Lalu dengan gerakan yang nyaris ragu, aku mendekat.
Aku memejamkan mata.
Kurasakan napasku sendiri yang mulai tidak teratur.
Aku mengecup bibirnya dengan sangat singkat, sekadar sebuah sentuhan yang nyaris seperti keraguan, bukan keberanian. Dalam sepersekian detik itu, yang paling kuingat justru bukan ciumannya, melainkan rasa tenang yang aneh, seolah semua kebisingan di kepalaku mendadak berhenti. Aku bahkan sempat menarik napas pelan, seperti ingin mengingat aroma yang samar-samar terasa begitu akrab.
Lalu...
Semuanya menghilang.
Aku membuka mata.
Langit-langit kamarku kembali terlihat.
Tidak ada dia.
Tidak ada pelukan.
Tidak ada bisikan.
Hanya suara kipas angin yang berputar pelan, dan detak jantungku yang ternyata masih sedikit lebih cepat daripada biasanya.
Aku terbangun.
Barulah kusadari, semua yang baru saja terjadi hanyalah mimpi.
Ini bukan mimpi pertama.
Beberapa waktu yang lalu aku juga pernah memimpikannya. Anehnya, dalam mimpi yang pertama itu aku juga menciumnya. Detailnya sudah banyak yang hilang dari ingatanku, tetapi satu hal masih sangat jelas, perasaan yang kutinggalkan setelah bangun tidur. Rasanya jauh lebih dalam, lebih hangat, lebih intens dibandingkan mimpi semalam, seolah alam bawah sadarku sedang menuliskan sebuah cerita yang bahkan tidak pernah berani kutulis ketika sadar.
Mungkin memang hanya bunga tidur.
Mungkin hanya sisa-sisa pikiranku yang terlalu sering memikirkannya hingga ikut terbawa ke dalam mimpi.
Atau mungkin, mimpi memang memiliki caranya sendiri untuk mempertemukan dua orang yang di dunia nyata masih terlalu takut mengucapkan satu kata sederhana kepada satu sama lain.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!