Tanda-Tanda Seseorang Sedang Jatuh Cinta
Pernah tidak, kamu membaca tulisan tentang tanda-tanda seseorang sedang jatuh cinta?
Aku pernah. Bukan sekali, melainkan berkali-kali. Entah dari buku psikologi populer, artikel, atau sekadar obrolan orang-orang yang mengaku sudah lebih dulu mengenal rumitnya perasaan. Lucunya, setiap kali membaca daftar tanda-tanda itu, aku seperti sedang membuka kembali album-album lama dalam hidupku. Wajah-wajah yang pernah singgah muncul satu per satu. Ada yang dulu diam-diam menyukaiku, lalu akhirnya mengaku. Ada yang baru kupahami perasaannya setelah semuanya benar-benar selesai. Dan hampir semuanya memiliki pola yang mirip.
Mereka mulai sering mencari alasan untuk berada di dekatku.
Mereka memperpanjang percakapan yang sebenarnya sudah selesai.
Tatapan mata mereka menjadi sedikit lebih lama daripada sewajarnya, lalu buru-buru dialihkan ketika aku menyadarinya. Kadang mereka menawarkan bantuan yang sebenarnya tidak pernah kuminta. Kadang mereka terlihat lebih rapi ketika kebetulan kami bertemu. Bahkan ada yang tanpa sadar mengulang kebiasaanku, menggunakan kata-kata yang sering kuucapkan, atau tertawa hanya karena aku ikut tertawa.
Saat itu aku tidak terlalu peka.
Baru setelah semuanya berlalu, aku menyadari bahwa tanda-tanda itu memang ada.
Karena itulah, ketika sekarang aku kembali menghadapi situasi yang menurutku memiliki pola serupa, sulit bagiku untuk langsung menyebut semuanya sebagai khayalan. Aku tidak sedang berusaha meyakinkan siapa pun. Bahkan aku berkali-kali berusaha meyakinkan diriku sendiri agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Bisa saja aku salah.
Bisa saja semua itu hanyalah kebetulan yang kebetulan datang terlalu sering.
Namun, semakin lama kuamati, semakin banyak potongan-potongan kecil yang terasa saling melengkapi. Tatapan yang berulang. Kehadiran yang seperti sengaja berada dalam jangkauan pandangku. Cara mencari perhatian yang begitu halus hingga orang lain mungkin tidak akan menyadarinya. Momen-momen kecil yang, jika berdiri sendiri, tampak tidak berarti apa-apa, tetapi ketika dikumpulkan selama berbulan-bulan, membentuk pola yang sulit kuabaikan.
Barangkali karena itulah aku masih bertahan.
Bukan karena aku merasa sudah mengetahui isi hatinya.
Aku tidak pernah bisa mengetahui isi hati siapa pun.
Aku hanya merasa melihat tanda-tanda yang dulu juga pernah kulihat pada kisah-kisah lain dalam hidupku. Bedanya, dulu tanda-tanda itu akhirnya menemukan jawaban. Kali ini, semuanya masih menggantung di udara, seperti kalimat yang berhenti sebelum tanda titik.
Mungkin karena itu pula aku tidak lagi ingin menjadi orang yang lebih dulu berbicara.
Rasanya aku sudah cukup melangkah. Aku pernah membuka percakapan. Pernah mengirim pesan. Pernah mencoba mengurangi jarak, meski akhirnya langkah itu berhenti tanpa jawaban. Pengalaman itu mengajarkanku bahwa keberanian pun memiliki batas.
Kini aku memilih berdiri di tempat.
Bukan karena rasa itu telah berkurang.
Melainkan karena aku ingin melihat apakah semua tanda yang selama ini kubaca benar-benar mengarah ke tempat yang sama, atau ternyata hanya susunan kebetulan yang terlalu pandai menyamar.
Kadang, dalam hati yang paling jujur, aku berharap jika memang semua yang kulihat bukan sekadar salah tafsir, akan ada satu hari ketika ia sendiri memilih berbicara. Memilih memberi nama pada semua isyarat yang selama ini hanya dibiarkan melayang di antara kami.
Namun bisa juga aku keliru.
Bisa juga selama ini aku hanya sedang menyusun potongan-potongan puzzle yang sebenarnya berasal dari gambar yang berbeda.
Dan justru di situlah letak kebingungan yang paling melelahkan.
Aku tidak sedang menunggu kepastian bahwa ia mencintaiku.
Aku hanya menunggu satu keberanian, keberanian untuk membuat semua tanda itu berhenti menjadi dugaan. Jika memang selama ini tidak ada apa-apa, biarlah aku belajar menerima. Tetapi jika memang ada sesuatu yang sama-sama dipendam, semoga suatu hari nanti bukan lagi tatapan atau kebetulan yang berbicara, melainkan kata-kata yang cukup jujur untuk mengakhiri segala ambiguitas yang telah kami pelihara terlalu lama.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!