Ada Rasa yang Tidak Pernah Benar-Benar Diucapkan

 


Aku sering berpikir bahwa rasa suka itu ternyata aneh.

Ia tidak selalu datang lewat kalimat “aku suka kamu.” Kadang justru muncul dari hal-hal kecil yang nyaris tidak terlihat. Tatapan yang sedikit lebih lama. Senyum yang tiba-tiba muncul. Percakapan yang sebenarnya tidak penting, tetapi entah kenapa terasa menyenangkan.

Aku pernah berada dalam situasi seperti itu.

Tidak ada yang mengatakan apa-apa. Tidak pernah ada pengakuan. Tetapi ada beberapa momen yang membuatku bertanya-tanya sendiri, “Jangan-jangan ada sesuatu di antara kami?”

Entahlah.

Mungkin aku saja yang terlalu banyak berpikir.

Tetapi kalau kuingat lagi, ada beberapa hal kecil yang memang terasa berbeda.

1. Tatapan yang terasa berbeda

Aku pernah memperhatikan seseorang yang tatapannya terasa tidak seperti tatapan biasa.

Kadang dia melihatku agak lama.

Tapi ketika aku balik melihat, justru dia yang cepat-cepat mengalihkan pandangan.

Aku sendiri sering melakukan hal yang sama.

Bukan karena tidak ingin melihat, tetapi justru karena terlalu sadar bahwa aku sedang melihatnya.

Lucu memang.

Dua orang bisa sama-sama ingin tahu, tetapi sama-sama tidak berani memastikan.

2. Gerakan kecil yang tanpa sadar mirip

Ada kalanya aku memperhatikan kami melakukan gerakan yang hampir sama.

Aku mengambil minuman, dia melakukan hal serupa.

Aku mengubah posisi duduk, beberapa saat kemudian dia juga.

Mungkin sebenarnya tidak ada arti apa-apa.

Mungkin hanya kebetulan.

Tetapi ketika kita sedang memiliki perhatian khusus kepada seseorang, hal-hal kecil seperti itu bisa terasa sangat berarti.

Aku pun tidak tahu apakah dia menyadarinya atau tidak.

3. Ada semacam bahasa yang hanya kami mengerti

Ini yang paling menyenangkan.

Kadang ada lelucon kecil yang hanya kami pahami.

Ada kata tertentu yang kemudian menjadi bahan bercanda.

Ada ekspresi yang sebenarnya biasa saja bagi orang lain, tetapi kami tahu maksudnya.

Rasanya seperti memiliki ruang kecil yang hanya bisa dimasuki berdua.

Dan mungkin kedekatan memang sering kali dibangun dari hal-hal sederhana seperti itu.

Bukan dari percakapan besar, melainkan dari sesuatu yang hanya kami mengerti.

4. Sentuhan kecil yang kemudian kupikirkan terlalu lama

Pernah ada sentuhan sederhana.

Mungkin hanya tepukan di bahu.

Mungkin berjabat tangan sedikit lebih lama.

Mungkin tidak sengaja bersentuhan ketika sedang mengambil sesuatu.

Bagi orang lain, mungkin itu bukan apa-apa.

Tetapi kalau kita sedang menyukai seseorang, sentuhan sesingkat itu bisa tinggal di kepala lebih lama daripada seharusnya.

Aku bahkan pernah mengingatnya kembali ketika sudah sendirian.

Lalu bertanya kepada diri sendiri:

“Tadi itu memang tidak sengaja, kan?”

Dan tentu saja aku tidak pernah benar-benar mendapatkan jawabannya.

5. Dia mengingat hal-hal kecil tentangku

Aku merasa tersentuh ketika seseorang mengingat sesuatu yang pernah kuceritakan sambil lalu.

Makanan yang kusukai.

Hal kecil yang pernah membuatku kesal.

Cerita yang pernah kusampaikan beberapa waktu lalu.

Kadang aku sendiri lupa pernah menceritakannya.

Tapi ternyata dia masih ingat.

Entah kenapa, perhatian semacam itu terasa berbeda.

Sebab menurutku, kita tidak mungkin mengingat semua hal yang dikatakan semua orang.

Ada beberapa hal yang memang tinggal lebih lama karena orang yang mengatakannya juga memiliki tempat tertentu dalam perhatian kita.

6. Kami justru menjadi canggung

Ini mungkin yang paling aneh.

Ada orang yang bisa berbicara dengan siapa saja dengan santai, tetapi tiba-tiba menjadi canggung ketika berhadapan dengan seseorang tertentu.

Aku juga pernah mengalaminya.

Tiba-tiba tidak tahu harus berkata apa.

Salah mengucapkan sesuatu.

Tertawa pada hal yang sebenarnya tidak lucu.

Atau malah menjadi terlalu diam.

Kadang aku berpikir, mungkin rasa suka memang membuat seseorang kehilangan sedikit kendali atas dirinya sendiri.

Kita ingin terlihat biasa saja.

Tapi justru karena terlalu berusaha terlihat biasa, kita menjadi semakin tidak biasa.

7. Ada alasan-alasan kecil untuk berada di tempat yang sama

Aku pernah menyadari bahwa seseorang beberapa kali muncul di tempat yang sama denganku.

Awalnya kupikir kebetulan.

Sekali, mungkin kebetulan.

Dua kali, masih mungkin kebetulan.

Tetapi kalau berkali-kali, aku mulai bertanya-tanya.

Mungkin memang ada alasan tertentu.

Atau mungkin aku saja yang terlalu memperhatikan.

Aku tidak pernah benar-benar tahu.

Dan mungkin memang tidak perlu buru-buru menyimpulkan.

8. Obrolan terasa mengalir begitu saja

Ada orang yang membuatku merasa harus mencari-cari bahan pembicaraan.

Tetapi ada juga orang yang membuat percakapan berjalan begitu saja.

Awalnya hanya membicarakan sesuatu yang sederhana.

Lalu melebar ke pekerjaan.

Kemudian kehidupan.

Lalu pengalaman masa lalu.

Tiba-tiba waktu sudah berlalu cukup lama.

Aku suka percakapan seperti itu.

Tidak ada perasaan sedang diwawancarai.

Tidak ada usaha untuk terlihat menarik.

Kami hanya berbicara.

Dan mungkin kenyamanan seperti itu justru lebih berarti daripada percakapan yang dipaksakan.

9. Ada kecemburuan kecil yang sulit dijelaskan

Aku pernah melihat perubahan ekspresi seseorang ketika aku berbicara tentang orang lain.

Tidak banyak.

Hanya perubahan kecil.

Nada bicaranya sedikit berubah.

Atau tiba-tiba menjadi lebih pendiam.

Aku juga mungkin pernah merasakan hal yang sama.

Ketika seseorang yang kuperhatikan membicarakan orang lain, ada rasa tidak nyaman yang muncul meskipun aku tidak merasa memiliki hak untuk cemburu.

Lucunya, kadang perasaan justru muncul sebelum logika sempat memberikan izin.

10. Setelah bertemu, suasana hatiku menjadi lebih baik

Mungkin ini yang paling mudah kurasakan.

Ada orang-orang tertentu yang setelah bertemu dengannya, entah kenapa hariku terasa sedikit lebih menyenangkan.

Tidak harus ada kejadian besar.

Tidak harus ada percakapan romantis.

Bahkan mungkin hanya berpapasan.

Tetapi setelah itu aku bisa tersenyum sendiri.

Kadang aku baru menyadari bahwa aku sedang bahagia ketika sudah kembali sendirian.

Comments

Popular Posts