Aku Memang Begini, Bukan Berarti Aku Tidak Peduli
Mungkin selama ini ada beberapa hal dari diriku yang terlihat aneh bagi orang lain.
Aku lebih sering memilih diam. Kalau ada kesempatan berkumpul, kadang aku justru lebih nyaman berada di pinggir, mengamati, atau bahkan berharap acara itu cepat selesai supaya aku bisa kembali ke tempat yang tenang.
Dulu aku sempat berpikir, jangan-jangan memang ada yang salah dengan diriku.
Tapi semakin bertambah usia, aku mulai memahami bahwa mungkin aku memang seperti ini.
Aku seorang introvert.
Bukan berarti aku membenci orang lain. Bukan juga berarti aku tidak membutuhkan teman. Aku hanya punya cara yang berbeda untuk merasa nyaman.
Aku justru sering membutuhkan waktu sendirian. Setelah bertemu banyak orang, berbicara, mengikuti acara, atau berada di tempat yang ramai, rasanya energi dalam diriku terkuras. Setelah itu aku ingin pulang, masuk kamar, diam, dan tidak melakukan apa-apa.
Bukan karena aku marah kepada siapa pun.
Aku cuma sedang mengisi ulang diriku sendiri.
Aku juga sering tidak langsung memberikan pendapat ketika berada dalam sebuah percakapan. Kadang orang mungkin mengira aku tidak punya pendapat, tidak percaya diri, atau tidak peduli.
Padahal sebenarnya kepalaku sedang ramai.
Aku sedang memikirkan apa yang baru saja dikatakan, mempertimbangkan jawabannya, lalu memilih apakah memang perlu mengatakan sesuatu atau tidak.
Mungkin karena itu aku tidak terlalu menyukai percakapan yang sekadar basa-basi. Aku bisa berbicara panjang dengan seseorang kalau topiknya memang menarik bagiku. Tentang pengalaman hidup, pekerjaan, buku, gagasan, atau sesuatu yang membuat kami benar-benar saling mengenal.
Tapi untuk sekadar berbasa-basi dengan banyak orang?
Jujur, aku cepat lelah.
Aku juga lebih nyaman mengerjakan sesuatu sendiri. Bukan berarti aku tidak bisa bekerja bersama orang lain. Aku hanya merasa pikiranku lebih leluasa ketika berada dalam suasana yang tenang dan tidak terlalu banyak gangguan.
Mungkin dari luar aku terlihat seperti orang yang menjauh.
Padahal sebenarnya aku hanya sedang mencari ruang untuk bernapas.
Aku mulai belajar bahwa tidak semua orang harus memahami caraku menjalani hidup. Aku juga tidak harus terus-menerus menjelaskan mengapa aku lebih suka sendiri, mengapa aku tidak banyak bicara, atau mengapa setelah bertemu banyak orang aku membutuhkan waktu untuk kembali diam.
Aku tetap membutuhkan manusia.
Aku tetap membutuhkan teman.
Aku tetap ingin dicintai dan dihargai.
Hanya saja, mungkin caraku menikmati semua itu memang berbeda.
Dan sekarang aku tidak terlalu ingin memaksa diriku menjadi seseorang yang bukan diriku.
Kalau sesekali aku memilih sendiri, biarkan saja.
Kalau aku lebih banyak diam, mungkin memang sedang ada banyak hal di kepalaku.
Kalau setelah berkumpul aku ingin pulang dan mengunci pintu kamar, mungkin itu bukan tanda aku membenci siapa-siapa.
Aku hanya sedang kembali menjadi diriku sendiri.
Dan semakin ke sini, aku mulai merasa bahwa menjadi pendiam bukan sesuatu yang harus selalu diperbaiki. Kadang, kita hanya perlu berhenti memaksa diri untuk terlihat seperti orang lain dan belajar berdamai dengan cara kita sendiri dalam menjalani hidup.


Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!