Bimbang karena Cinta
Aku bimbang lagi sekarang. Padahal kemarin aku sudah merasa yakin sekali bahwa aku harus pergi. Pindah, mungkin bahkan resign, karena aku mulai merasa pikiranku terlalu penuh olehnya. Seolah-olah ke mana pun aku pergi, selalu ada bagian dari kepalaku yang kembali kepadanya. Aku mulai takut bahwa perasaan ini bukan lagi sekadar sesuatu yang menyenangkan, tetapi sudah berubah menjadi sesuatu yang mengikat. Aku ingin memutus jaraknya, menjauh sebentar, memberi kesempatan kepada diriku sendiri untuk bernapas tanpa harus terus-menerus menunggu kehadirannya. Kemarin keputusan itu terasa begitu masuk akal. Begitu bulat. Aku bahkan sempat berpikir, mungkin inilah akhir dari cerita yang selama berbulan-bulan hanya berputar di tempat yang sama.


Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!