Dia Makin Berani

 


Hai.

Bagaimana kabarku hari ini?

Pertanyaan itu masih kujawab dengan jawaban yang sama seperti hari-hari sebelumnya: aku masih berada di antara ingin bertahan dan ingin pergi. Belum benar-benar yakin meninggalkannya, tetapi juga tidak lagi sekeras dulu ingin mengejarnya. Mungkin ini bukan lagi soal memilih, melainkan soal membiarkan waktu perlahan mengikis apa yang memang tidak bisa dipertahankan.

Sore ini kami bertemu lagi.

Anehnya, setiap kali kami bertemu, aku merasa semakin mengenali caranya bersikap. Bukan karena kami sering berbicara, justru sebaliknya, kami nyaris tidak pernah benar-benar berbicara. Mungkin karena terlalu lama saling berada dalam ruang yang sama, aku mulai hafal kebiasaan-kebiasaannya, termasuk kebiasaan yang menurutku paling lucu, berpura-pura tidak menyadari kehadiranku.

Hari ini ia tampak sedikit lebih berani berada di sekitarku. Beberapa kali jarak kami begitu dekat. Namun di saat-saat tertentu, aku juga melihat keraguan yang sama seperti yang sering kurasakan. Ada momen ketika ia seolah memilih jalur yang sedikit memutar, seakan-akan menghindari kemungkinan kami harus berpapasan terlalu dekat.

Aku hanya tersenyum dalam hati.

Karena itulah yang sering kulakukan.

Ketika belum siap menghadapi seseorang, kita sering memilih jalan yang lebih panjang hanya agar tidak perlu bertemu di tikungan yang sama. Entah itu memang disengaja atau hanya kebetulan, aku tentu tidak bisa memastikannya. Namun pemandangan itu terasa begitu akrab, seolah aku sedang melihat cermin yang memantulkan kebiasaanku sendiri.

Sebenarnya, menurutku ia cukup berani untuk berada di dekatku.

Yang belum kulihat hanyalah keberanian untuk membuka percakapan.

Dan kalau dipikir-pikir, bukankah aku juga sama?

Lalu bagaimana kabar jantungku?

Lucunya, baik-baik saja.

Dulu aku sering membayangkan bahwa jika kami benar-benar berada sangat dekat, jantungku akan berdebar hebat sampai-sampai aku tidak bisa mengendalikan diri. Ternyata tidak.

Yang kurasakan bukan debaran.

Melainkan kecanggungan.

Semacam jeda yang membuat otakku sibuk mencari apa yang harus dilakukan dengan kedua tangan, ke mana harus memandang, dan apakah aku sebaiknya tetap berdiri atau justru pergi.

Mungkin selama ini yang membuatku gelisah bukan kehadirannya, melainkan ketidakpastian yang selalu ikut datang bersamanya.

Ada satu hal lagi yang membuatku hampir tertawa sore ini.

Aku merasa mulai mengenali pola seseorang yang sedang berusaha berpura-pura tidak melihat orang lain. Barangkali karena aku sendiri terlalu sering melakukannya. Cara mengalihkan pandangan, cara berpura-pura sibuk, cara menunda langkah beberapa detik agar lintasan tidak bertabrakan, semuanya terasa begitu familier.

Kalau memang itu disengaja, rasanya masih terlalu mudah ditebak.

Aku bahkan sempat berpikir, "Ah, aktor yang kurang latihan."

Lalu aku menertawakan pikiranku sendiri.

Sebab bisa jadi semua itu hanyalah tafsirku. Bisa jadi ia memang sedang memikirkan hal lain. Bisa jadi jalan yang kupikir sengaja diputar hanyalah rute yang kebetulan dipilihnya. Aku tidak benar-benar tahu. Karena itulah aku memilih menyimpan semua dugaan itu di dalam kepala, tanpa mengubahnya menjadi sebuah kepastian.

Ada satu hal yang sedikit mengusik pikiranku hari ini.

Entah hanya perasaanku atau memang ada seseorang yang mulai memperhatikan tingkahku. Tatapan itu terasa berbeda. Tidak lama, hanya cukup untuk membuatku bertanya-tanya apakah ada yang mulai menyadari bahwa akhir-akhir ini aku sering kehilangan fokus ketika orang tertentu berada di ruangan yang sama.

Mungkin aku hanya terlalu sensitif.

Mungkin juga memang ada perubahan kecil pada sikapku yang tanpa sadar terbaca oleh orang lain.

Aku tidak tahu.

Dan terus terang, aku tidak terlalu ingin mencari tahu.

Karena jika ada satu hal yang kupelajari dari beberapa bulan terakhir, itu adalah betapa mudahnya hati menyusun cerita dari potongan-potongan peristiwa yang sebenarnya belum tentu saling berhubungan. Tatapan, langkah, kebetulan, atau diam, semuanya bisa terasa bermakna ketika kita sedang menyukai seseorang. Padahal belum tentu memang demikian.

Maka hari ini aku pulang dengan kesimpulan yang sederhana.

Aku masih menyukainya.

Aku masih sering salah tingkah ketika berada di dekatnya

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Lorde - Team (Arti Lagu)

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)