Metafora dan Fatamorgana Cinta
Mungkin justru ketika perasaan sedang menggebu-gebu, pikiran menjadi tempat paling sulit untuk ditertibkan. Saat berada dalam ruangan yang sama dengannya, aku bisa saja pura-pura sibuk, pura-pura tidak melihat, bahkan berusaha meyakinkan diri bahwa aku baik-baik saja. Tetapi begitu berjauhan seperti sekarang, anehnya pikiranku justru lebih mudah kembali kepadanya. Ada saja celah kecil yang membuat ingatan tentangnya muncul. Sedang mengerjakan pekerjaan, tiba-tiba teringat wajahnya. Sedang diam, terbayang tingkahnya. Sedang menjalani rutinitas biasa, entah bagaimana pikiranku bisa berbelok lagi kepadanya. Seolah-olah otakku sudah memiliki jalan pintas menuju satu nama yang sama.


Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!