Hari Pertama di Tempat yang Baru
Rasanya aneh.
Tidak ada satu pun wajah yang benar-benar kukenal. Tidak ada nama yang bisa langsung kusebut ketika berpapasan. Tidak ada tempat untuk sekadar menyapa seseorang karena sebelumnya memang sudah terbiasa bertemu.
Semuanya masih asing.
Hari ini bahkan aku dibuatkan ID card untuk bisa masuk ke kantor. Sebuah kartu kecil yang entah kenapa terasa seperti tanda bahwa aku benar-benar sudah berada di tempat yang berbeda.
Tempat baru.
Orang-orang baru.
Cerita baru.
Tapi aku sendiri belum tahu akan kuat berapa lama di sini.
Mungkin terdengar aneh memikirkan itu pada hari pertama. Seharusnya aku menikmati dulu suasana barunya. Mengenal lingkungan. Menghafal wajah. Pelan-pelan mencari ritme.
Tapi setelah melewati berbagai hal sebelumnya, aku mungkin memang tidak bisa lagi datang ke sebuah tempat dengan kepala yang benar-benar kosong.
Ada kewaspadaan yang ikut terbawa.
Hari ini sempat dilakukan semacam screening singkat. Tidak lama. Sejauh yang bisa kulihat, sepertinya tidak ada sesuatu yang aneh.
Aku pun tidak banyak bicara.
Mungkin memang begitulah caraku ketika berada di lingkungan baru. Lebih banyak memperhatikan daripada berbicara. Mengamati bagaimana orang berinteraksi, bagaimana mereka memperlakukan orang lain, bagaimana mereka berbicara ketika tidak sedang berusaha terlihat baik.
Untuk sementara, semuanya masih aman.
Setidaknya sampai hari pertama ini berakhir.
Aku bahkan belum punya cukup cerita untuk mengatakan apakah tempat ini akan menjadi tempat yang nyaman atau justru sebaliknya.
Baru satu orang yang sedikit menarik perhatianku.
Bukan karena sesuatu yang besar.
Hanya ada kesan tertentu yang membuatku berpikir, orang ini mungkin perlu sedikit diperhatikan.
Tapi ya...
Who knows?
Bukankah manusia memang begitu?
Kita bisa melihat wajah seseorang setiap hari, mendengar cara dia berbicara, melihat bagaimana dia tersenyum kepada orang lain, bahkan mungkin bekerja bersamanya bertahun-tahun.
Tapi isi hati seseorang tetap bukan sesuatu yang bisa dibaca begitu saja.
Orang yang terlihat baik belum tentu selalu baik.
Orang yang pendiam belum tentu menyimpan sesuatu.
Orang yang ramah belum tentu bisa dipercaya sepenuhnya.
Dan sebaliknya, orang yang pada awalnya terlihat biasa saja bisa saja justru menjadi orang yang paling tulus.
Aku belajar bahwa manusia tidak bisa dinilai hanya dari satu-dua pertemuan.
Mungkin karena itu, untuk sekarang aku tidak ingin buru-buru memberi label kepada siapa pun.
Aku hanya ingin melihat.
Mengenal.
Merasakan suasananya.
Membiarkan waktu yang perlahan menunjukkan siapa sebenarnya mereka.
Begitu juga dengan diriku sendiri.
Aku belum tahu apakah akan betah di sini.
Belum tahu akan menemukan teman atau justru tetap menjadi orang yang lebih nyaman berjalan sendiri.
Belum tahu akan bertahan lama atau suatu hari nanti kembali mengucapkan kalimat yang sama:
Aku harus pergi lagi.
Tapi setidaknya hari ini sudah kulewati.
Aku datang.
Mendapatkan ID card.
Masuk ke ruangan yang belum kukenal.
Bertemu wajah-wajah yang belum kuketahui namanya.
Tidak banyak bicara.
Dan pulang dengan kesimpulan sederhana:
untuk sementara, semuanya masih aman.
Besok mungkin akan sedikit berbeda.
Lusa mungkin berbeda lagi.
Dan mungkin, suatu hari nanti, tempat yang hari ini terasa begitu asing akan mulai terasa biasa.
Atau mungkin tidak.
Aku tidak tahu.
Untuk sekarang, aku tidak ingin terlalu jauh memikirkan akhirnya.
Cukup hari pertama dulu.
Satu hari.
Satu langkah.
Sampai nanti waktu sendiri yang menjawab,
sebenarnya aku akan kuat berapa lama di sini?





Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!