Tuhan Sedang Melindungiku dari Patah Hati
Kesempatanku mungkin tinggal hari ini.
Kalau hari ini aku tidak bertemu dengannya lagi, mungkin aku harus berhenti mencari kesempatan.
Bukan karena perasaanku tiba-tiba hilang.
Bukan karena aku tidak lagi ingin mengatakan apa yang sebenarnya ada di dalam hati.
Tetapi mungkin karena aku akhirnya harus belajar melihat semuanya dari sisi yang berbeda.
Selama ini aku menganggap setiap kegagalan bertemu sebagai sesuatu yang menyebalkan. Aku merasa kehilangan kesempatan. Aku terus bertanya, kenapa selalu ada saja yang membuat kami tidak bertemu ketika aku sudah benar-benar ingin mengatakan perasaanku?
Ternyata mungkin aku terlalu sibuk mencari cara agar bisa bertemu, sampai lupa bertanya,
Bagaimana kalau justru ketidakbertemuan itu adalah jawaban?
Sudah berkali-kali aku mencoba.
Sudah berkali-kali pula keadaan seperti mempersulit.
Dan sekarang aku mulai berpikir, mungkin Tuhan sedang menjagaku.
Mungkin Tuhan tahu sesuatu yang tidak aku tahu.
Mungkin Dia tahu bahwa hubungan yang selama ini ingin kuperjuangkan justru akan membawa lebih banyak mudarat daripada kebahagiaan.
Mungkin Dia tahu aku akan terlalu dalam.
Mungkin Dia tahu aku akan patah hati.
Mungkin Dia tahu ada hal-hal yang belum mampu kulihat karena aku sedang terlalu sibuk dengan perasaanku sendiri.
Dan mungkin karena itu, aku terus dipertemukan dengan jalan yang buntu.
Aku dulu melihatnya sebagai kesialan.
Sekarang aku mulai melihatnya sebagai kemungkinan perlindungan.
Tuhan mungkin sedang berkata kepadaku dengan cara yang tidak bisa kudengar secara langsung,
“Sudah. Jangan ke sana.”
Aku saja yang masih keras kepala.
Masih mencari kesempatan.
Masih membuat rencana.
Masih berharap ada satu pertemuan terakhir agar aku bisa mengatakan semuanya.
Padahal kalau memang Tuhan ingin menjauhkan aku dari sesuatu yang tidak baik untukku, bukankah seharusnya aku percaya?
Kenapa aku masih mencari-cari kesempatan untuk menyatakan perasaan?
Kenapa aku begitu ingin mendapatkan jawaban dari seseorang, sementara mungkin Tuhan sudah berkali-kali memberiku jawaban melalui keadaan?
Mungkin karena aku masih ingin menang.
Aku ingin perasaanku punya kesempatan.
Aku ingin cerita ini memiliki kemungkinan.
Aku ingin tahu apa yang akan terjadi kalau aku berani mengatakannya.
Tetapi hidup tidak selalu memberi kita kesempatan untuk mencoba segala kemungkinan.
Kadang-kadang, kita justru dilindungi dengan cara tidak diberi kesempatan.
Dan mungkin itu yang sedang terjadi kepadaku.
Aku tidak ingin patah hati.
Aku tidak ingin masuk ke dalam hubungan yang sejak awal saja sudah terasa begitu sulit untuk dimulai.
Aku tidak ingin memaksakan sesuatu hanya karena aku memiliki perasaan.
Aku ingin percaya bahwa Tuhan jauh lebih tahu apa yang baik untukku daripada aku sendiri.
Kalau hari ini kami kembali tidak bertemu, mungkin kali ini aku akan berhenti mencari alasan.
Aku akan menganggapnya sebagai tanda untuk pulang.
Bukan pulang ke rumah secara harfiah.
Tetapi pulang kepada diriku sendiri.
Kembali memikirkan hidupku.
Kembali memikirkan kebahagiaanku.
Kembali menjalani hari tanpa terus menunggu seseorang.
Dan mungkin suatu saat nanti, ketika semuanya sudah lebih tenang, aku akan melihat peristiwa ini dari jarak yang lebih jauh dan berkata:
“Untung waktu itu aku tidak berhasil mengungkapkannya.”
Bukan karena perasaanku salah.
Tetapi karena mungkin Tuhan memang sedang menyelamatkanku dari sesuatu yang belum mampu kulihat.
Tuhan secinta itu kepadaku.
Dan mungkin selama ini aku terlalu sibuk mengejar seseorang, sampai lupa bahwa ada Dia yang terus menjagaku.
Jadi kalau hari ini pun aku tidak bertemu dengannya...
mungkin aku harus berhenti mencari kesempatan.
Mungkin kali ini aku harus percaya.
Kalau Tuhan berkali-kali membuatku gagal bertemu dengannya, mungkin bukan karena Tuhan tidak mengabulkan keinginanku.
Mungkin justru karena Dia sedang mengabulkan sesuatu yang jauh lebih penting, melindungiku dari patah hati yang belum pernah terjadi.





Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!