Belum Menemukan Klik di Hati
Sudah seminggu lebih aku tidak bercerita.
Entah kenapa, sejak pindah tempat kerja, rasanya tidak ada lagi yang ingin kuceritakan.
Bukan berarti tidak ada yang terjadi.
Hari-hari tetap berjalan. Aku tetap berangkat kerja, menyelesaikan pekerjaan, pulang, lalu mengulanginya lagi keesokan hari. Aku tetap bertemu orang-orang baru. Tetap melihat wajah-wajah yang perlahan mulai familiar. Tetap mencoba memahami bagaimana tempat ini bekerja.
Tapi semuanya terasa datar.
Tidak ada sesuatu yang benar-benar membuatku ingin pulang lalu menuliskannya.
Mungkin karena aku masih belum menemukan tempatku di sini.
Sudah lebih dari seminggu, tetapi aku masih belum menemukan klik itu.
Belum ada rasa, “Oh, sepertinya aku bisa nyaman di sini.”
Belum ada orang yang membuatku merasa, “Kayaknya aku bisa ngobrol dengan orang ini.”
Belum ada suasana yang membuatku merasa menjadi bagian dari tempat ini.
Aku masih seperti orang yang datang, bekerja, lalu pulang.
Masih melihat-lihat.
Masih mengamati.
Masih screening.
Mungkin orang lain melihat semuanya biasa saja. Tempat kerja baru, rekan kerja baru, rutinitas baru. Tinggal dijalani, nanti juga terbiasa.
Tapi mungkin aku memang membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa menjadi bagian dari sebuah tempat.
Apalagi aku datang ke sini setelah meninggalkan tempat yang sudah cukup lama menjadi bagian dari keseharianku.
Dulu, meskipun aku tidak akrab dengan semua orang, setidaknya aku tahu suasananya.
Aku tahu wajah-wajahnya.
Tahu kebiasaan beberapa orang.
Tahu siapa yang biasanya datang lebih pagi.
Tahu siapa yang suka bercanda.
Tahu siapa yang kalau bertemu hanya akan bilang, “Pagi.”
Hal-hal kecil yang dulu mungkin tidak pernah kuanggap penting.
Sekarang justru terasa.
Ternyata rasa nyaman tidak selalu lahir dari kedekatan.
Kadang ia tumbuh hanya karena sesuatu sudah terlalu sering kita lihat.
Dan sekarang aku kehilangan semua itu sekaligus.
Mungkin itu sebabnya aku masih sering membandingkan tempat baru dengan tempat lama.
Bukan karena tempat lama sempurna.
Jelas tidak.
Ada banyak hal yang juga membuatku tidak nyaman di sana.
Tetapi tempat itu sudah punya cerita.
Sedangkan tempat ini belum.
Dan mungkin sebuah tempat memang membutuhkan waktu sebelum akhirnya bisa menjadi bagian dari cerita kita.
Aku juga tidak tahu bagaimana dengan cerita yang kutinggalkan di sana.
Tentang dia.
Aneh juga.
Sudah seminggu lebih aku tidak bertemu.
Secara logika, seharusnya jarak membuat semuanya lebih mudah.
Tapi ternyata tidak sesederhana itu.
Kadang masih muncul keinginan untuk tahu apakah dia baik-baik saja.
Kadang masih ada rasa penasaran.
Kadang masih terlintas kemungkinan untuk kembali ke tempat lama, sekadar menyapa orang-orang yang dulu setiap hari kulihat.
Dan mungkin, kalau aku jujur, ada bagian kecil yang masih berharap bisa melihatnya.
Mungkin itu juga salah satu alasan kenapa tempat baru terasa belum punya rasa.
Karena sebagian dari pikiranku masih tertinggal di tempat yang lama.
Tapi aku juga tidak ingin terus hidup di sana.
Aku sudah pergi.
Dan mungkin sekarang memang waktunya membiarkan tempat baru ini mengenalkanku perlahan-lahan.
Tidak perlu buru-buru merasa cocok.
Tidak perlu memaksakan diri untuk langsung punya teman.
Tidak perlu memaksa sebuah tempat menjadi nyaman hanya karena aku ingin segera merasa betah.
Mungkin suatu hari nanti akan ada sesuatu yang berubah.
Mungkin akan ada seseorang yang tiba-tiba mengajakku ngobrol.
Mungkin akan ada percakapan sederhana yang membuatku merasa sedikit lebih dekat.
Mungkin aku akan menemukan rutinitas yang kusukai.
Atau mungkin aku akan tetap seperti sekarang.
Aku belum tahu.
Yang jelas, sudah seminggu lebih aku tidak banyak bercerita.
Mungkin karena hidupku memang sedang berada di fase yang sunyi.
Tidak buruk.
Tidak juga menyenangkan.
Hanya sunyi.
Dan mungkin tidak semua fase kehidupan harus punya cerita besar.
Kadang kita hanya perlu menjalaninya.
Hari demi hari.
Sampai sesuatu yang baru perlahan tumbuh.
Sampai tempat yang awalnya asing mulai terasa biasa.
Sampai wajah-wajah yang sekarang belum kukenal menjadi wajah-wajah yang suatu hari nanti akan kusapa tanpa berpikir.
Sampai akhirnya, mungkin, aku menemukan klik itu.
Entah kapan.
Tapi untuk sekarang, aku masih di sini.
Masih melihat-lihat.
Masih menyesuaikan diri.
Masih mencari rasa nyaman.
Dan mungkin untuk sementara, memang hanya itu ceritaku.
Aku belum menemukan klik di hati.
Tapi mungkin bukan berarti tempat ini tidak akan pernah menjadi rumah.
Mungkin aku hanya belum cukup lama tinggal untuk merasakannya.




Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!