Hari Tabungan Sedunia dan Satu Rekening yang Harus Kubuka Lagi


Hari ini, 31 Oktober 2026, diperingati sebagai Hari Tabungan Sedunia. Entah kebetulan atau memang waktunya saja yang pas, tepat hari ini aku justru menerima notifikasi melalui email yang meminta para tutor Universitas Terbuka untuk membuka rekening baru di Bank Tabungan Negara (BTN).

Dalam pemberitahuan itu dijelaskan bahwa Universitas Terbuka akan menyesuaikan mekanisme pembayaran honor tutor. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi administrasi, sekaligus mempercepat proses penyaluran honor. Karena itu, seluruh tutor diwajibkan memiliki rekening BTN yang nantinya digunakan sebagai rekening penerimaan honor.

Artinya, aku harus membuka rekening baru lagi.

Sebenarnya, aku pernah punya rekening BTN. Bahkan, bukan hanya sekali berurusan dengan bank tersebut. Dulu aku pernah membuka rekening, kemudian menutupnya. Aku juga pernah membuka rekening BTN ketika berencana mengajukan KPR. Waktu itu sempat ada keinginan untuk memiliki rumah melalui fasilitas kredit pemilikan rumah. Namun, proses persetujuannya terasa terlalu lama. Ditambah lagi, aku sempat merasa dikelabui oleh pihak pengembang. Akhirnya, rencana KPR itu kubatalkan. Rekening yang sudah telanjur dibuka pun kubiarkan begitu saja sampai akhirnya tidak lagi terpakai.

Sekarang, setelah sekian lama, BTN kembali hadir dalam urusan administrasiku. Bukan untuk KPR, bukan pula karena sedang berencana membeli rumah, melainkan karena urusan pembayaran honor sebagai tutor.

Sebenarnya, pekerjaan sebagai tutor di Universitas Terbuka ini merupakan salah satu pekerjaan sampinganku. Honor yang diterima memang tidak bisa dibilang besar, tetapi lumayan untuk menambah pemasukan. Setidaknya, ada tambahan untuk memenuhi kebutuhan lain, termasuk sedikit demi sedikit membantu menyiapkan biaya umrah. Jadi, meskipun bukan pekerjaan utama, aku tetap mensyukurinya.

Hanya saja, muncul sedikit pertanyaan dalam pikiranku: kenapa harus membuka rekening baru lagi?

Aku sudah punya rekening bank yang selama ini digunakan. Rasanya tidak terlalu membutuhkan tambahan rekening, apalagi kalau nantinya hanya dipakai untuk menerima honor. Bisa jadi rekening itu hanya akan menjadi salah satu dari sekian banyak aplikasi perbankan yang terpasang di ponsel, sesekali dibuka ketika ada uang masuk, lalu dilupakan kembali.

Tetapi, mau bagaimana lagi? Kebijakan sudah ditetapkan, dan sebagai tutor aku tentu perlu mengikuti mekanisme pembayaran yang berlaku. Daripada memperpanjang urusan atau justru mempersulit proses penerimaan honor, ya sudah, ikuti saja. Toh, membuka rekening juga bukan sesuatu yang terlalu rumit.

Lucunya, di Hari Tabungan Sedunia ini aku justru sedang bersiap menambah tempat untuk menyimpan uang. Padahal, selama ini aku tidak terlalu punya kebiasaan memikirkan berapa banyak rekening yang kumiliki atau berapa saldo yang harus ada di masing-masing rekening. Bagiku, selama masih bisa digunakan ketika dibutuhkan, rasanya cukup.

Mungkin memang begitulah kehidupan administrasi. Kadang kita harus membuka sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan, hanya karena ada perubahan mekanisme yang harus diikuti. Tidak perlu selalu diperdebatkan, selama memang ada tujuan dan manfaatnya.

Jadi, selamat datang kembali, BTN. Semoga kali ini hubungan kita lebih awet daripada rekening sebelumnya. Setidaknya, ada honor tutor yang akan singgah di sana. Dan semoga uang yang masuk bukan sekadar angka di layar, tetapi menjadi tambahan rezeki yang bisa membantu mewujudkan beberapa keinginan, termasuk kembali menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Comments

Popular Posts