Ketika Bahkan Bergerak Pun Terasa Sulit
Sudah seminggu ini aku mengalami kecetit. Pinggangku sakit sekali, sampai rasanya tubuh ini bukan lagi sesuatu yang bisa kuandalkan.
Awalnya mungkin aku mengira rasa sakit ini akan segera hilang. Tinggal menunggu beberapa hari, beristirahat sebentar, lalu semuanya kembali seperti biasa. Ternyata tidak semudah itu.
Hari demi hari berlalu, tetapi rasa sakitnya masih ada. Bahkan untuk melakukan hal-hal sederhana yang biasanya tidak pernah kupikirkan, sekarang aku harus mempertimbangkan semuanya berkali-kali.
Mau bergerak, sakit.
Mau menoleh sedikit, sakit.
Mau berdiri, sakit.
Duduk pun sakit.
Bahkan ketika berbaring, berharap bisa menemukan posisi yang nyaman agar tubuh dapat beristirahat, rasa sakit itu tetap datang.
Rasanya seperti tidak ada posisi yang benar-benar bisa menyelamatkanku dari ketidaknyamanan ini.
Aku bahkan kesulitan melakukan hal-hal yang biasanya bisa kulakukan sendiri tanpa bantuan siapa pun. Bangun dari tempat tidur saja bisa menjadi perjuangan tersendiri. Gerakan kecil yang bagi orang lain begitu sederhana, bagiku terasa seperti sesuatu yang membutuhkan keberanian dan tenaga ekstra.
Dan yang paling melelahkan bukan hanya rasa sakitnya.
Melainkan perasaan tidak berdaya ketika aku ingin melakukan sesuatu, tetapi tubuhku seolah tidak mengizinkan.
Aku tidak bisa bergerak sebebas biasanya. Tidak bisa menjalani hari dengan ritme yang kuinginkan. Bahkan untuk sekadar mengubah posisi tubuh pun, aku harus berhati-hati karena takut rasa sakit itu kembali menyerang.
Seminggu ternyata bisa terasa begitu panjang ketika setiap harinya diisi dengan rasa sakit yang sama.
Aku mulai tidak tahu harus melakukan apa lagi.
Mau beristirahat, sudah.
Mau menunggu sampai membaik, sudah berhari-hari.
Tetapi ketika setiap gerakan masih terasa menyakitkan, aku mulai kehilangan kesabaran. Bukan karena tidak mau bersabar, melainkan karena aku tidak tahu sampai kapan harus menjalani keadaan seperti ini.
Ada banyak hal yang ingin kulakukan, tetapi semuanya seperti terhenti sementara.
Biasanya aku bisa menentukan sendiri apa yang ingin kukerjakan. Kalau ingin pergi, aku tinggal bersiap. Kalau ingin melakukan sesuatu, aku tinggal bergerak. Aku jarang menyadari betapa berharganya kebebasan sederhana itu sampai tubuhku sendiri mengambilnya dariku.
Sekarang, bahkan bangun dari tempat tidur pun bukan perkara mudah.




Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!