Thursday, May 31, 2012

Just Wanna Say... I love U, I need U, I want U



"Teman-temanmu sudah tahu semua?" tanyaku kemudia, memecah kebiasuan setelah pengakuan paling mencengangkan itu.

"Cuma 2 temen terdekatku, 2 mantanku juga sudah tahu."

"Kamu percaya, mereka tidak membuka aibmu?"

"Insya Allah, percaya...."

Aku terdiam lagi. Aku tak yakin, apakah orang lain bisa menjaga rahasia di depan orang lainnya. Pengalamanku, orang lain hanya dapat di percaya saat dia ada di hadapan kita, tapi kalau sudah jauh, dia akan membicarakan aib kita di hadapan teman-temannya.

"Beneran pernah mencoba bunuh diri?" tanyaku kemudian, aku penasaran dengan pengakuannya yang mau bunuh diri.

"Beneran, sumpah demi Allah SWT. Aku udah terlalu capek dicampakkan. Udah terlalu capek dibuat mainan. Tapi emang pergaulan ini lebih sering hanya main-main aja, tak ada seriusnya."

"Sebenarnya tergantung pelakunya, kalo dia tak tergoda, bisa langgeng kok." balasku ragu. Aku belum tahu kehidupan bebas seperti yang pernah dijalaninya, bagimana aku bisa mengatakan bahwa hubungan itu bisa langgeng jika aku belum tahu dasar apa yang melandasi hubungan mereka. Tapi sepertinya aku yakin, kalau ada komitmen dan kepercayaan, pasti hubungan itu akan langgeng.

"eeem gitu ya .... itu tadi ceritaku, apa ceritamu ??? *iklan indomie*" candanya. Aku hanya tertawa saja membaca candaannya.

"Apa yang harus diceritakan, aku belum pernah punya hubungan sepertimu. ;( "

"emmmm.. trus kelanjutan dari balada cinta telarang gimana?? gimana nasib si balada?" tanyanya kemudian. Dia mengingtakn akan sebuah kisah yang pernah aku ceritakan di blogku, kisah seorang laki-laki yang entah mengapa mengajakku bertindak aneh-aneh di inboxku.

"biasa aja. dia gak inbox lagi." balasaku jujur. Memang dia sudah tak brani macam-macam setelah aku jelaskan bahwa aku bukan seperti dia.

"eeemmm, kalau si penyuka senja?" tanyanya lagi.

"Oh, cewe itu... aku masih jalan baik dengannya, meski sattus sudah mantan dengannya."

"emmm tapi kalau smpean aku sebagai parasit yang bakal membuatmu rusak, jauhin juga gak papa. Rasanya aku udah angkat tangan, gak tau jadi apa nantinya kalau aku selalu hidup dalam dunia yang sepeti ini terus-terusan."

"Udahlah, jangan berpikiran seperti itu, kita jalani aja. Cuma aku takutnya malah jadi permainan kamu aja, dan aku gak mau itu."

"Aku gak suka main-main kalau masalah hati."

"Aku gak mau diduakan."
 
"Hahaha sayangnya aq sudah mendua... ada kekasih saya yang sangat setia, namanya lappy. huahahahaha"

"*jitak*" balasku, gemes.

"Sakit ..."

"boleh ngucapin sesuatu ga?" tulisnya lagi di kotak chat. Bersamaan itu, aku sudah mengirimkan pesan di chatnya, "sebenarnya aku masih blm yakin, kenapa aku yg terpilih?"

"apa?" tanyaku kemudian, setelah aku tahu ada yang mau dikatakannya.

"Just wanna say... I love U, I need U, I want U *jkt48*" balasnya. Sebuah senyum mengembang dari bibirku. Tiba-tiba perasaan yang selama ini aku tutupi dan tak akan aku buka lagi sampai waktunya tiba, sekarang terbuka lagi. Dan yang telah membuka kunci hatiku adalah dia. Yup, dia.





*

Sebuah Penghargaan untuk Pengunjung Blogku

Seperti janjiku dulu, bahwa aku akan sering memberikan sebuah apresiasi kepada pengunjung blogku dan yang paling banyak memberikan komentar dalam setiap postinganku.  Tidak setiap postingan sebenarnya, tapi untuk postinganku selama sebulan ini.

Selama sebulan ini, alhamdulillah semua postinganku ramai dengan pengunjung dan komentar-komentar dari setiap followerku. Sebagai pemilik blog ini, rasanya tak adil jika aku hanya membiarkan begitu saja tanpa timbal balik atas semua dukungan dan apresiasinya. Karena itulah, kali ini aku ingin memberikan apresiasi kepada pengunjung blogku dan berterima kasih sebesar-besarnya karena peduli dan membaca kisah-kisahku.

Apresiasi yang aku berikan kali ini masih sama seperti dengan apresiasi pertamaku dulu, yaitu dalam bentuk Award. Jika sebelumnya hanya aku berikan kepada beberapa orang saja, untuk apresiasi kali ini aku berikan kepada 10 blogger yang telah meluangkan paling banyak waktu untuk berkunjung dan membaca kisahku.

Baiklah, setelah menimbang dan mengevaluasi selama postingan selama satu bulan ini. Maka aku putuskan untuk memilih 10 pengunjung yang beruntung dan yang paling sering memberikan komentarnya. Berikut nama-nama yang terpilih dan beruntung :

  1. Sam Rinaldy
  2. Feby Andriawan
  3. Si Belo
  4. Bayu Putra Abuna
  5. Yudi Darmawan
  6. naspard
  7. TOMKUU
  8. gopar-it
  9. NF
  10. al kahfi 


Dan sebagi bentuk apresiasiku, berikut adalah award yang aku berikan. Mungkin ini tak seberapa, tapi award ini aku berikan dengan tulus. Terima kasih.




Selamat  dan terima kasih untuk blogger yang terpilih ya... jangan bosan-bosan untuk berkunjung dan meninggalkan komentar. Sekali lagi, Terima kasih banyak.



*

Wednesday, May 30, 2012

Orang-orang di Masa Lalunya


"Belum tidur ya? Aku barusan pulang dari kampus," sapanya dalam chat facebookku. Saat itu aku yang masih main-main di blogger tetangga., setelah tahu dia mengirimiku pesan itu dengan segera aku membalasnya, "belumlah..."

"Penasaran ya? hehe" balasnya.

"Bangeet...."

"Hehehe bentar ya ...."

"oke"

" Aku sudah menjalani hal seperti ini sewaktu SMA, tapi benar-benar nikmatin kehidupna seperti ini sewaktu kuliah. Aku kenal dengan seorang pelatih paduan suara, dia mahasiswa kedokteran gigi. Kita jalan tak terlalu lama, sekitar 1 bulanan. Dia yang memutuskan, karena aku masih malu-malu untuk bertindak jauh dengannya. Saat itu aku juga masih bingung, takut dengan hubungan yang terlalu jauh itu. Dan setelah gak ngelatih paduan suara, dan kita tak pernah komunikasi lagi, denger-denger dia udah nyandang gelas Dokter. Ya turut bahagia juga ngeliat orang yang dulu pernah ada di hidupku sekarang sudah sukses," tulisnya panjang lebar dengan cinta pertamanya.

"Trus?" tanyaku kemudian., memintanya untuk melanjutkan orang-orang yang pernah di masa lalunya. "Eh, siapa yang mulai duluan, dia atau kamu?" tambahku lagi. Aku ingin tahu lebih banyak tentang rang di masa lalunya itu.

"Hubungan kedua aku jalani dengan seorang penyiar radio di Jombang. Aku kenal dia karena sering denger radio pas pulang kampung. Waktu itu liburan akhir semester, 2 bulan. Hubunganku dengannya juga 2 bulan saja. Aku balik ke Jember, dan kita mengakirinya. Harus aku akui, cintanya hanya sebatas kebutuhan nafsu semata, gak lebih. Waktu hubunganku sama dia, dia juga punya hubungan dengan orang lain. 2 malahan, 3 termasuk aku. Sakit hati pasti, makan hati juga pasti. Bodohnya aku ngikutin permainannya. Kemakan kata-kata manisnya. Meski putus, sampei sekarang komunikai masih terjaga, hanya sebatas sodara karena dia juga kenal sama ortuku. Sebenernya dia temen ortuku, beberapa hari lagi juga dia mau nikah. yang membuatku heran, simpenannya masih banyak."

"Sejauh apa hubunganmu dengannya?" tanyaku lagi setelah dia menceritakan hubungan keduanya.

"Maksudnya sejauh apa ini? kalau sekarang sih biasa aja, jarang komunikasi juga. Malah akhir-akhir  ini gak tau kenapa dia kirim sms minta maaf trus. Mau khoit mungkin, hahahaha."

"Lanjut yang ketiga!"

"Ya, you know me so well dulu, tidak hanya hubungan biasa. hubungan di ranjang juga pernah aku lakukan, tapi aku juga tidak mau sering-sering, aku tidak hiper masalah gituan," balasnya. Tak berselang lama, dia menjawab perintahku untuk melanjutkan kisahnya,"Iya, yang ke 3 bentar ya ...."

"*speechless*" itulah kata-kata yang aku tuliskan saat tahu masa lalunya. Kalau tahu Postinganku dulu, alasan inilah yang aku ingiin aku jelaskan, kenapa yang ini berbeda dengan hubunganku sebelumnya. Dia punya kisah kelam yang tak semua orang tahu, kecuali aku. 

"Yang ketiga, sama adek tingkatku, temen paduan suara juga. Anaknya memang sederhana, dari keluarga sederhana pula. Dia asli Jember, di desa dan kos di kota deket kampus. Aku juga kalau ada waktu main ke rumahnya. Yang aku suka dari dia, dia gak neko-neko, gak terlalu nuntut ini itu. Mungkin dari ketidak neko-nekoannya itulah aku terlalu sayang. Apapun aku kasih ke dia. tapi di akhir cerita, parah. Dia hanya maen waktu. Dia cuman ingin seneng-senang saja denganku, istilah ilmiahnya, habis manis sepah dibuang. Akua stres plus depresi berat sampai nyoba bunuh diri pakai Baygon, tapi gagal. Gara-gara kejadian itu temen-temenku tahu kehidupan kelamku. Aku mulai terbuka sama temen satu kontrakan. Dan dengan pacar resmiku aku juga blak-blakan apa yang sebenernya terjadi. Yaaa begitulah! yang jelas mereka kaget. Awalnya mereka mendukungku, ngasih semangat untuk berhenti main api seperti itu, tapi seiring waktu mereka juga sibuk dengan permasalahan mereka masing-masing dan sepertinya mereka juga udah gak peduli tentang aku yang hina ini."

Aku terdiam, aku bimbang. Dia punya cerita kelam, bahkan sangat kelam. Apakah aku bisa bersamanya dengan masa lalu yang seperti itu? aku bingung, aku bimbang. Tak ada kata-kata yang mampu aku tanyakan lagi padanya. Benar-benar sock mengetahui masa lalunya.

Lama aku terdiam. Kemudian sebuah pertanyaan muncul tiba-tiba, apakah aku mencintainya? apakah aku peduli dengan masa lalunya? bukankah yang terpenting adalah aku menyukainya saat ini, bukan masa lalunya. Setiap orang pasti punya masa lalu, sekelam apa pun masa lalu, dia tetaplah masa lalu.

"Aku memang sudah kotor, kak. Sudah terlalu kotor. Kalau saja dikasih umur pendek pun aku malah sangat bersyukur karena dosaku tak bertambah, siksaan di alam sana juga tak akan lebih berat jika aku terus menjalani dosaku seperti ini," 


*

Tuesday, May 29, 2012

Aku Jadi Milikmu



 "Dari tadi yang ada di otakku kamu terus. Huh, efek falling in love atau apa pula ini? hehe" tulis dia dalam sebuah chat. Obrolan kita terus berlanjut dan tak ingin jauh walau untuk sementara. Itu yang aku rasa, dan dia pun sepertinya punya rasa yang sama.

"Kok? gak usah dipikirkan. Kan aku udah jadi milikmu." balasaku, kemudian aku tersenyum.

"Kayak barang aja milikku. hahaha"

Aku biarkan pesannya, aku sibuk dengan aktivitas bloggingku.  Tak bermaksud mencuekkan, hanya membiarkan rehat sebentar. Jujur, jangankan dia, aku yang disini pun merasakan apa yang dia rasa. Dalam pikiranku yang ada hanya dia. Aku sering jatuh cinta, tapi kalo rasa cinta yang seperti ini, sepertinya hanya dia yang bisa. Aku benar-benar tergila-gila kepadanya. Aku tlah jatuh cinta padanya. Iya, jatuh cinta padanya.

"Iya, makasih atas pengertiannya, aku juga berharap kamu juga ngrasain apa yang aku rasa. hehe" ketiknya lagi. Aku tersenyum, 'tanpa disuruh pun aku sudah punya rasa seperti yang kamu rasa,' kataku dalam hati.

"Emang kamu rasain gimana?" tanyaku kemudian, mencari tahu seperti apa perasaan yang dimilikinya.

"Mungkin ini rasa senang atau suka yang berlebih. Aku sadar, yang berlebihn itu gak baik, tapi juga ada rasa takut. Takut dipermainkan, dicampakkan, dibodohi seperti yang dulu-dulu."

Aku diem.

"Mungkin aku juga terlalu nekad suka sama kamu. Sepertinya rasa ini campur aduk jadi satu."

Aku diem lagi. Dia ikutan diam. Kita saling diem-dieman.

"Seharian pengen ketawa terus gara-gara keberanianmu itu. Dan lucunya aku mengikuti permintaanmu. hahaha." balasku.

"Iya lucu,"

"Trus, mau diapain hubungan kita ini? aku gak tau, mau ngapain setelah ini." galauku dalam tulisanku yang aku kirim ke dia. Tapi beneran, aku tak tahu harus menjalaninya seperti apa. Ini karena aku sudah berjanji tak akan membuka hati lagi. Terlalu banyak luka, terlalu banyak sakit yang aku rasa dari cinta yang lama. Setelah ada hati baru, sekarang aku binggung harus menjalaninya seperti apa. Apakah harus seperti kisah sebelumnya, atau bagaimana?

"Iya juga,,aku juga gak tau ...." balasnya kemudian.

"Apa harus dijalani aja, gak perlu direncanakan?"  tanyaku kemudian.

"Kalau mau direncanakan juga mau rencana gimana juga...."

"Dijalani aja? Hmmm....iya juga." 

Hening lagi.

"Ceritakan 3 orang di masa lalumu. Boleh aku tahu?" tanyaku kemudian.

"Boleh, tapi aku juga bukan senja yang tahu segalanya tentang kamu. Nanti habis kuliah ya... aku mau mandi, sholat, trus berangkat. Selamat menikmati senja..."


"Semangat kuliah, ya! Semangat!

Monday, May 28, 2012

Jawaban Cintamu



"Menurutmu, aku harus bagaimana?"

"Lah, kok tanya aku? Seharusnya jawabannya ada pada kakak, bukan di aku..."

Aku terdiam. Bukan karena mensetujui apa yang barusan dikatakannnya, tapi memang tak ada lagi kata-kata yang ingin aku tanyakan lagi padanya. Saat itu aku hanya ingin mencoba, seperti apa yang dimauinya. Meski aku sudah jelas, sudah ngerti apa maunya, aku masih ingin dia mengatakannya dengan terang-terangan, tidak melaui pesan eksplisit seperti sebelumnya.

Kemudian aku lihat bahwa dia sedang menulis dalam kotak chatnya,

"Kalau ditanya gitu, pastinya ada 2 jawaban. Pertama, terima aku dan kita kan jalani hubungan ini berdua. Kedua, jangan terima."

"Aku tahu. Aku mau yang jawab kamu, aku harus pilih yang mana?"

"Haduuuuh .... berat!"

Sekali lagi hening tercipta, antara penasaran dengan jawaban dan yang aku inginkan sama-sama bingung harus gimana. Apakah dia kan berterus terang seperti yang ku minta, atau dia punya jawaban sendiri yang tak sama dengan ku. 

Sedetik, dua detik, tiga detik. Aku menunggu, tapi tak ada jawaban darinya seperti mauku. Aku tak sabar, aku tak betah. Aku butuh jawaban.

"Bisa jaga rahasia?" akhirnya pertanyaan itu muncul juga di chat boxku. Aku yang bertanya duluan, tak sabar kalo harus menunggunya lebih lama.

"Bukan bisa jaga rahasia, tapi sama-sama jaga rahasia," jawabnya.

"Artinya....?" tanyaku kemudian. Saat itu aku sedang senyum-senyum sendiri di depan layarku.

"Artinya kita akad nikah sekarang... huaahahahahaha"

"Jadi kita pacaran nih... resmi?"




*

Sunday, May 27, 2012

Kau yang Memilihku



"Aku belum jelas maksudmu. Bisa diperjelas, gak?"

"Maksudnya apa nih?"

"Maksud pesanmu."

"Pesan yang mana? yang panjang kemaren itu?"

"Iya."

"Yeah, intinya satu, I love you."

Aku terdiam setelah membaca balasannya. 'Dia menyukaiku?'bisiku dalam hati. Masih belum yakin aku dengan apa yang diucapkannya, ragu pastinya. Kemudian satu pesan masuk lagi di inbox.

"Yeah, aneh memang ...."

"Kenapa menyukaiku?" tanyaku kemudian.

"Nah, itu .... apa bisa dikatakan aku suka, padahal kenal akrab pun tidak. Tapi di otak kepikiran trus.."

Kemudian keheningan tercipta lagi, bingung harus bertanya apa lagi untuk menyakinkan hatiku.

"Kenapa memilihku?"

"Aku belum tahu, suka aja."

"Kita baru kenal, apa secepat itu perasaan sukamu?" tanyaku lagi. 'Benarkah dia memilihku? benarkah aku talh membuatnya jatuh hati padaku?'

"Iya, begitulah. Maaf, maaf, maaf... bodohnya saya -__-"

Saturday, May 26, 2012

Surat Pertama



kak,,maap...
mungkin ini sudah diambang kegalauan Q...
maap klau kakak shock, kaget, terperanjat *sama aja*
padahal aQ da janji gag bkl kasih pesan kyk gini, harusnya langsung bom buku ke rumah kakak...
tapi dari beberapa nasehat kakak, aQ mau ungkapin ini ...
gag tahu apa rasa ini, mungkin kagum yang berkolaborasi dgn rasa sayang dan rasa suka. walau ini memang gag wajar. tapi aQ sadar kok kak klau ini salah, maka dari itu aQ ungkapkan dengan kata "kagum" saja, meski memang sifat manusia yang mengiginkan lebih *gag mau munafik*.
aQ terima tanggapan kakak baik atau buruknya^^



Aku terima surat itu tanggal 15 April. Saat itu aku sedang tidur-tiduran dan sedang tak ingin berselancar di dunia maya. Aku baca berulang-ulang, aku pahami makna tersirat dan tersuratnya, tapi tetap saja aku tak ngerti apa yang diinginkan olehnya. Sejam, dua jam, tiga jam, akhirnya aku gak betah juga ingin tahu apa maksudnya. 

Sampai sekarang pun aku masih penasaran, kenapa?


.

Friday, May 25, 2012

Artikan Diamku!



Saat sepi mulai menguasai ingatanku, aku kembali terjebak dalam indah dan pahitnya kenangan masa lalu, dan tetap saja aku merindukanmu.

Saat aku mulai merindukanmu, aku kembali teringat bahwa tak ada cukup kata untuk mengungkapkan isi hatiku.  Aku tersadar, sapaku tak lagi berarti untukmu. Mari kita artikan diamku ini sebagai kata-kata yang mampu kau terjemahkan menjadi sebuah kalimat yang mampu kau pahami tentang mauku dan rinduku padamu.


*

Thursday, May 24, 2012

JLEB Moment



Ummm... baru saja ngalamin sebuah kejadian yang sangat-sangat berhasil membuatku serba gak nyaman dan sangat-sangat ingin punya kemampuan merubah wujud seperti Super Hero dalam film-film Hollywood. 

Bagaimana tidak, dalam satu waktu, saat aku lagi ngerjain tugas di kantor karena nglembur, dan dalam ruangan itu tidak hanya ada aku aja, tapi ada beberapa orang yang masih malas pulang, mereka menyalakan tv yang menayangkan acara sepak bola, entah siapa dengan siapa. Yang jelas ada tim Indonesia yang bermain tadi malam.

Yang membuatku tak nyaman, dalam ruangan tersebut selain orang-orang yang lagi nonton tv, saat itu ada juga  seseorang yang menggantikan posisiku disana. Entah gimana ceritanya, saat mereka lagi asyik nonton tv dan aku sibuk sendiri dengan tugasku, tiba-tiba mantanku juga masuk dalam ruangan tersebut karena ingin menyapa suaminya. Dan kau tahu kejadian apa yang terjadi setelah dia tahu ada aku dan suaminya itu dalam satu ruangan yang sama? Hening seketika. Orang-orang yang dalam ruangan tadi ramai tiba-tiba semua diam, termasuk aku.

 Hanya berapa saat dia di dalam, saat kemudian dengan teratur dia mundur dan meninggalkan ruangan. Kalau dia melakukan sebuah langkah mundur teratur, pada saat yang sama pula aku pasang muka "Poker Face" ala Lady Gaga, pura-pura gak ngerti apa-apa, pura-pura tidak terjadi apa-apa. Tangan klak-klik mouse dan keyboard, dan mata melihat layar tanpa kedip. 

Hmmm... mungkin semua percaya kalau pada saat itu aku benar-benar tidak tahu apa-apa dengan kejadian dan keheningan yang terjadi dalam rungan tersebut. Tanpa mereka tahu, aku ngerti dan tahu siapa yang baru saja masuk ruangan dan keluar ruangan dengan diam-diam itu.  Aku tahu warna bajunya, aku tahu kerudung apa yang dikenakannya.

Parah! Benci banget dah kalo mendapati moment seperti ini. Jadi beneran ingin punya ilmu merubah jadi apa aja, biar kalo ada dia lagi atau berada dalam moment seperti ini lagi aku langsung dapat berubah wujud tanpa diketahui.

Tuhan, beri aku ilmu berubah wujud dong! Please......

Nambah Teman Malah Kena Blokir


Beberapa bulan terakhir ini, aku memutuskan untuk lebih selektif dalam menerima pertemanan di Facebook. Aku sengaja melakukannya, karena aku tidak ingin hanya memperbanyak teman di friendlistku, tapi tak pernah benar-benar mengenalnya. Lagian aku juga punya prinsip saling menguntungkan githu, jadi aku berani menambahkan teman juga karena ada manfaat yang aku dapat. Karena itulah, aku hanya menerima teman yang sesuai kriteriaku. Salah satu syaratnya adalah memiliki 200 teman yang sama, atau syarat itu tidak berlaku jika aku yang menginginkannya.

Hmmm.... Sepertinya sejak sering terjadinya kasus pembajakan account Facebook, pihak Facebook keknya semakin meningkatkan keamanan dengan pilihan privacy yang sangat beragam. Aku termasuk orang lama yang menggunakan Facebook tapi tak menyadari kebijakan-kebijakan baru dari Facebook. 

Nah, beberapa hari yang lalu aku kepikiran untuk menambahkan beberapa teman. Setelah melakukan beberapa seleksi dan memilah-memilih, ternyata tidak semua teman bisa aku add, ada yang tiba-tiba diberi peringatan oleh Facebook yang kira-kira berbunyi: “Apakah anda yakin mengenal teman ini?” 

Aku bilang yakin dan meng-add berulang-ulang. Akibatnya ternyata fatal, account Facebookku diblokir oleh Faceboook dengan alasan terlalu cepat dan terlalu banyak menambah teman dalam waktu singkat. Lebih dari itu, ternyata juga dianggap spam karena menambah teman yang tidak dikenal.



Rupanya, sekarang ada pilihan privacy dimana kita hanya membolehkan orang menambahkan teman jika orang tersebut adalah teman dari teman kita. Celakanya ada satu orang yang aku add rupanya belum menjadi teman dari yang sudah aku add. Atau setidaknya tidak berteman banyak dengan teman yang sudah ada. Facebook pun menganggapnya aku sengaja menambahkan orang yang tidak dikenal. Akibatnya aku pun diblokir, tidak bisa menambah teman untuk sementara waktu. Ya udah, sekarang harus nunggu 2 hari lagi deh untuk bisa nge-add temenku itu karena aku kena blokir 7 hari. heu heu.


Wednesday, May 23, 2012

Pengecut




Aku harus mengakui, aku memang terlalu pengecut untuk memulai menyapanya lebih dulu. Meski menyapa hanya lewat tulisan, mengirimkan pesan lewat facebooknya, pesan di handphonenya, aku gak berani. Aku takut menyapanya, memberikan komentar di status-statusnya, nge-chat bersamanya dan nge-wall dia lebih dulu. Aku terlalu pengecut untuk memulai! 





Monday, May 21, 2012

Moment of Greatness



“Apakah kamu bersedia untuk selalu bersama denganku dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit ? “ tanyaku.

“AKU BERSEDIA “ jawabnya mantap.

“Apakah kamu bersedia untuk selalu bersama denganku dan menerima kekurangan dan kelebihanku? “

“SAYA BERSEDIA “ jawabnya lagi.


****


Apa yang terlintas dalam benakmu tentang sebuah kenangan? 

Hmmm.... Mengurai kenangan membuat kita akan kembali pada masa-masa menjalani kenangan yang pernah terjadi dalam kehidupan kita. Aku masih ingat setiap apa yang pernah ku alami selalu meninggalkan kenangan, entah dengan kekasih, saudara ataupun pada sahabatku. Dan untuk saat ini, aku mengingat masa-masa saat kita dilanda api asmara, kasmaran kata orang bilang.

Masih jelas terngiang saat dia mengucap janji, saat kita memadu kasih, saat kita dibuai oleh indahnya cinta.

Hmmm.... Begitu berartikah sebuah kenangan? bagaimanakah sebuah kenangan itu berarti, aku sendiri belum begitu memahaminya. Namun masih terasa di hati saat mengenangnya, bahkan kita akan larut di dalamnya.

Yah, jujur,  adakalanya aku juga lelah bila harus mengingat kenangan, pengen aku kubur dalam sebuah kenangan. Karena hanya akan membuatku berhenti di tempat, terus memanjakan diri dengan kenangan.


Tak kan mudah untukmelupakan kenangan, apalagi bila telah melekat di hati. Namun sesulit apapun melupakan kenangan, kita harus berusaha bila semua itu tak mungkin kembali. Tak perlu susah-susah melupakan kenangan, biarlah semua berlalu begitu saja. Kelak dia akan terlupakan dengan sendirinya tanpa kita perlu pusing memikirkannya.

Kehidupan mengajarkan kita untuk tidak melihat masa lalu hanya sebagai kenangan, tapi juga sebagai PELAJARAN.




Jika kelak segala kesenangan hanya akan menjadi kenangan setidaknya kita pernah saling menggenggam tangan

Sunday, May 20, 2012

Me on the News





My Regrets



Hmmm... malam ini seperti malam sebelumnya, aku teringat akan kebersamaanku bersamanya. Ingat hari dimana pertama kali dia nyatakan cinta, ingat saat pertama kali kita setuju untuk menjalani hubungan bersama, menemani langkahku, mendampingi hidupku, mengisi hatiku. Masih sama seperti malam-malam sebelumnya, dengan setumpuk rindu yang kutahu takkan pernah berubah untuknya.

Hmmm.... beberapa hari ini memang tak ada percakapan diantara kita. Aku kesal, dia terdiam. Aku dalam amarah, dia semakin tak terjamah. Andai saja kita saling terbuka. Andai kita mau jujur dengan hati kita. Mungkin kita tak akan seperti ini. Membisu, tak ada kata yang mampu mencairkan hubungan yang membeku. 

Hmmm... Kalau saja perasaanku lebih kuat dari pada keegoisanku. Mungkin aku kan mengerti apa maunya. Ketidak pahamanku atas maunya membuatku menggila. Membuatku sesak. Membuatku galau berkepanjangan. Dan inilah yang membuatku sadar diri, kalau jauh darinya buatku merasa ada yang hilang. Ada sesuatu yang kurang.

Hmmm... Dia pasti tahu, dia pasti merasa, aku berusaha menjauh darinya. Mati matian tak peduli padanya. Acuh dan tak memperhatikannya. Berusaha sekuat tenaga tak melihatnya. Itu semua menyakitkan.  Tapi aku bisa apa? Tak ada lagi yang dapat kulakukan. Bahkan kubiarkan dia mengira, bahwa memang itulah yang kuinginkan. Membiarkan dia berpikir bahwa aku membencinya.

Bodoh!!

Kubiarkan dia menduganya dan tak sedikitpun berusaha ku menyangkalnya. Maafkan aku...


I don't hate you,
I never will. 
I just act like I do, 
because it's easier than 
admitting that I miss you.


Friday, May 18, 2012

INDONESIA GO BLOG: Saatnya yang Pendiam Angkat Bicara


Sekali lagi aku akan menuliskan disini, alasan aku membuat blogku ini. Tentunya ini untuk menjawab beberapa pertanyaan yang ditujukan kepadaku, kenapa ngeblog? apa sih enaknya ngeblog?

Well, niat awal aku ngeblog memang karena aku sadar bahwa aku butuh media dalam meluapkan emosiku. Aku bukan tipe orang penyabar, meski dari wajah terlihat penyabar. Karena sadar bukan tipe penyabar itulah aku  butuh media ini, media penyalur emosiku. Dan blog ini aku khususkan untuk menampung semua luapan-luapan emosiku itu. Lihat saja tagline yang aku pasang dalam header blogku, Every Silence Has A Story... and this is my story...  

Aku sadar, aku termasuk dalam tipe orang introvert yang tidak bisa bergaul dengan lingkungan. Lebih sering merasa sendiri, yang tentunya akan lebih nyaman dalam dunianya sendiri. Karena aku tipe orang yang pendiam sekaligus 'hening' inilah kenapa aku harus punya media untuk bercerita. 

Dan alhamdulillah ya... akhirnya sekarang aku punya media itu yang mampu menyimpan dan merekam fluktuasi emosi dan amarahku. Meski ada yang memandang sebelah mata, tapi ini adalah caraku untuk meluapkan emosiku. Ini adalah mediaku untuk menyuarakan segala isi hatiku. Segala keluh kesahku aku tampung disini. Rekam-jejak hidupku ada di sini. Inilah hidupku, rahasiaku. 

Aku ingin mengabadikan semua kisahku, karena aku sadar, dalam hidup itu tidak mungkin berada dalam satu fase nyaman terus-terusan. Adakalanya hidup itu penuh masalah, dan tidak tahu kapan masalah itu akan berakhir. Dengan menuliskannya seperti ini, selain kita akan ingat fase jatuh bangunnya kita dalam mengarungi kehidupan, kita juga bisa berbagi pengalaman kepada orang lain yang juga merasakan hal yang sama. Kali aja pengalaman kita juga memberikan inspirasi orang lain untuk bangit. Karena hidup itu memang serba mungkin, kan?

Dan untuk teman-teman yang masih malu-malu untuk menyuarakan isi hati dalam bentuk catatan digital, percayalah, berbagi itu lebih indah.

Thursday, May 17, 2012

Titik Jenuh



Aku benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi. Menginjak sebulan usia hubungan kami, ternyata masalah semakin hari semakin bertambah saja. Satu masalah terselesaikan, muncul masalah baru menunggu dalam waiting list yang meminta untuk segera diselesaikan. Tapi sayangnya, masalah ini akan sedikit sulit untuk diselesaikan, mengingat kita sama-sama tak tahu harus melakukan apalagi untuk mengatasi masalah ini.

Entahlah, mungkin kami dalam titik jenuh atau bosan terhadap hubungan kita ini. Manusiawi, begitu orang bilang. Ini dialami oleh siapapun dalam menjalani hubungan. Aku sudah mencoba mencari jawaban, tapi tetap saja tak terselesaikan. Antara marah, kesel dan kangen. semua rasa nyampur jadi satu.

Kadang aku juga bisa menerima, bahwa bosan adalah wajar, mengingat semua jalan akan bertemu dengan satu noktah itu. Bosan adalah proses, agar kita lebih cerdik menghibur diri dan bersyukur, bahwa sebenarnya kita perlu membuka mata, kehidupan kita masihlah indah, masih banyak yang tidak beruntung di luar sana. Tapi tetep saja, jika 3 hari tak ada kabar akan membuat kita juga mulai bosan.

Aku mencoba menengadah di kala siang, hanya untuk melihat awan di langit. Ada banyak awan berbagai bentuk, langit biru, dan burung burung yang merayapi angkasa. Malam pun aku coba melihat ke langit, hanya untuk menyanksikan bahwa masih banyak bintang yang tersenyum padaku.Tapi tetap saja, saat sapa tak lagi dapat balasan darinya, perasaan terabaikan akan muncul dengan segera.

Yah, saat-saat seperti ini aku teringat dengan puisi Bosan yang dibacakan oleh Dian Sastro dalam film Ada Apa Dengan Cinta? Film ini mengisahkan kebosanan seorang wanita kepada kekasih prianya yang dingin, angkuh dan sok jual mahal! Film ini cocok sekali untuk orang-orang yang merasa bosan dengan pasangannya. Dan sepertinya pusi yang dibawakan Dian Sastro itu juga cocok untuk hubungan kami ini. Tapi aku juga belum yakin, apakah ini memang hubungan kami dalam titik kejenuhan?

Ku lari ke hutan kemudian menyanyiku,.
Ku lari ke pantai kemudian teriakku
Sepi..sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar..
Bosan aku dengan penat
Enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring labah-labah belang di tembok keraton putih
Kenapa tidak kau goyangkan saja locengnya biar terdera
Atau aku harus lari kehutan
Belok ke pantai..?

Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri 

Tuesday, May 15, 2012

Fine, Aku Ngerti!



Status kami "sedang rumit". Kita benar-benar seperti orang yang baru saja bertemu. Stranger yang satu dengan stranger yang lain. Sama-sama saling curiga. Malu untuk bertegur sapa. Gengsi untuk menyapa lebih dulu. Ego kita sama-sama tinggi sepertinya, atau mungkin egoku yang sudah melebihi ambang batas ? mungkin. 
 
 
Entahlah, mungkin ini hanya aku yang rasa, bukan dia. Tapi sepertinya aku harus mulai menata lagi hubungan kami berdua. Ini mungkin juga karena sifatku, aku selalu mengharapkan dia 24 jam untuk aku, ternyata ini menganggunya. Terlalu berlebihan, mungkin saja. Sedang kasmaran, itu salah satu alasanku kenapa aku selalu berharap dia selalu ada untuk aku.  
 
 
Fine, aku ngerti kalo itu maunya. Aku juga bisa bersikap biasa, karena ini sudah biasa bagiku.
 
 
Wow, kesanya aku lagi marah bener ya? Tidak, aku gak marah. Aku cuma belum ngerti aja apa yang aku harus lakukan. Setidaknya kemarin, kalo sekarang aku sudah ngerti dan mampu memahami. Tenang aja, gak usah berpikiran yang enggak-enggak.


"Sudahlah, biasa saja, yang lalu biarlah berlalu."









Monday, May 14, 2012

Dia Berubah



"Perasaan tidak nyaman ini belakangan tiba-tiba muncul. Aku merasa kalau dia kini tidak seperti dia yang aku kenal dulu. Ada yang lain dari dirinya. Dia berubah....!"

Aku semakin tak mengerti, semakin ku coba tuk menyelami hatinya, tapi semua itu kini terasa begitu hambar. Dia menjauh saat aku membutuhkannya. Entah apa sebabnya, hanya saja kemarin terlihat jelas dia mencoba menghindar. 

Banyak pikiran? Kuliah murat-marit? Banyak tugas kuliah? aku? gak mood ngobrol?

Ada apa ini? Apa aku punya salah?  Apa aku pernah bikin dia  marah ? Bukankah selama ini kita baik-baik saja. Trus apa yang membuat dia bersikap seperti ini padaku? rasanya kemarin itu aku jadi orang aneh sedunia gara-gara perubahan sikapnya. Aku jadi semakin bingung dengan keadaan ini.

Duh! kok jadi ribet begini sih?!

Ya sudahlah…. mungkin dia lagi pengen sendiri dulu, pengen menenangkan hatinya dari semua problemnya. 

Sunday, May 13, 2012

Yup, Aku cemburu!



Aku cemburu. Yup, harus aku akui itu. 

Jujur, memang tiada pernah ada akhir perasaan ini untuknya. Meski baru, perasaan ini tulus untuknya. Tapi, meski hati kecil yang paling dalam telah berteriak untuk bisa tersadar, tapi rasa ini tak juga mau pergi dariku. Aku sungguh-sungguh mencintainya. Aku menyukainya

Harusnya ini tak boleh, tak boleh ada dia di ruang hatiku, apalagi menyediakan terlalu luas ruang hati untuknya. Bukankah aku pernah mengatakan disini, hatiku tak akan ku buka untuk siapapun juga? hatiku akan tertutup sampai aku menemukan waktu yang tepat waktuku.

Apa yang menyebabkan dia begitu istimewa, padahal aku masih ragu, seberapa istimewanya diriku di matanya. Mungkin ini hanya perasaanku saja atau hanya prasangkaku saja. Di matanya, aku hanya seorang laki-laki yang entahlah apa namanya, mungkin aku hanya pelarian dari rasa sakit hatinya.

Tidak! Ini tidak seperti yang kalian bayangkan. Ini bukan cinta terlarang seperti yang pernah beberapa orang pertanyakan. Ini bukanlah jenis cinta seperti itu.

Ini bukanlah cinta yang salah, karena cinta tak pernah salah. Yang salah, adalah ketika kita tak mengerti apa mau cinta. Cinta tak pernah salah. Yang salah, adalah ketika kita memaksa cinta untuk menjauhi kekasihnya.

Ketika aku memutuskan untuk menerimanya di ruang hatiku, aku merasa bahwa ini tak akan lama, dia akan pergi ketika dia harus pergi. Dan aku pun sepertinya akan ikhlas melepaskannya jika memang ini harus terjadi padaku. Karena ini memang biasa terjadi dalam hidupku. Biasa pula dalam perjalanan cintaku. 

Tapi aku juga tak mau munafik, bahwa di dalam hatiku yang paling dalam aku berharap lebih padanya. Berharap cinta ini bukanlah hanya persinggahan sementara, seperti cinta yang pernah hadir sebelumnya.

Entah …..
 
Ada saat dimana aku merindukannya, sangat… tapi ada saat aku begitu mencemburuinya. Cemburu saat membaca kisah percintaannya. Cemburu pada orang di masa lalunya. Cemburu dengan semua yang dituliskannya. Cemburu pada orang yang aku pun tak tahu seperti apa orang yang pernah ada di masa lalunya itu. 

Duh, hatiku ternyata pecemburu. Cemburu karena banyak hal yang ingin aku tahu darinya, tapi aku tak bisa tahu darinya. Mencoba meraba apa yang ada di dalam pikirannya, tapi aku pun tak bisa.

Yup, aku cemburu!

Saturday, May 12, 2012

Would You Marry Me?


Senyumku masih belum bisa berhenti mengembang dari bibirku nih... ada satu kejadian yang sepertinya benar-benar membuatku harus tetap tersenyum, meski sadar banget, orang yang melihatku pasti akan menertawaiku sekaligus menganggapku gila karenanya. Terserah! aku gak peduli mereka mau bilang apa yang penting saat ini aku bahagia.

Oke, kebahagianku ini bermula dari pesan berantai antara aku dan pacarku. Seperti biasa, kita memang saling menyapa lewat pesan. Biasalah, kisah cinta bertema LDR. Hubungan kami hanya melalui pesan dan sesekali melalui gelombang suara. Telpon-telponan maksudnya. hehehe

Nah, pesan kita hari ini nyambung ke arah pembicaraan yang lebih jauh dari pembicaraan-pembicaraan biasanya. Ummm, aku bingung harus ngomong apa disini. Pengennya berterus terang, tapi sepertinya gambar yang aku pasang dalam postingan kali ini mampu mengucapkan apa yang tak mampu aku ucapkan. Entahlah, kenapa lidahku jadi kelu gini ya untk bercerita.

Tapi dari kebahagiaan yang aku terima hari ini, jawaban yang terlontar dari pesan singkatnya sungguh-sungguh membuatku sampai detik ini tak henti-hentinya tersenyum. 
 Mauuu
Itulah jawabannya, dan tentu saja jawaban singkatnya itu sudah cukup bagiku. Apalagi yang harus aku minta darinya selain agar dia terus setia baik dalam suka dan duka., menerima kekurangan, atau kelebihanku.

Baiklah, aku mau tidur sekarang. yang aku harapkan saat aku terbangun nanti, Aku ingin bangun dengan ciuman dari Istri.





*ditulis dalam mimpi, alias khayalan aja*
*kabooor sebelum dijitak followerku

Thursday, May 10, 2012

Don't Believe in Love (?)


 
Entahlah, apakah aku pernah mengatakan disini atau tidak, sejujurnya aku pernah berkeyakinan, aku pernah memberikan pernyataan kepada temanku, bahwa aku tidak percaya dengan cinta. Ya, aku tidak percaya pada cinta, aku tidak percaya kalau cinta sejati itu benar-benar ada. Mungkin untuk saat ini, begitulah yang pernah aku rasa.
 
Rasanya beralasan buat aku untuk mengatakan itu. Mungkin karena kenyang pengalaman dengan kisah kala aku jatuh cinta yang akhirnya semua berakhir luka dan aku yang merana, hingga akhirnya aku pun mempercayainya, bahwa cinta sejati itu tidak ada. 
 
Kadang aku bertanya-tanya saat malam menjelang, kenapa semua itu selalu terjadi padaku? Pertanyaan-pertanyaan lain juga bermunculan setelah itu. Mungkin karena terlalu bodoh aku, dan naif diriku, sehingga selalu akulah yang menjadi korbannya.
 
Jujur, saat aku jatuh cinta, aku memang selalu dibutakan oleh cinta. Semua logika hilang dan aku menjadi “boneka” bodoh yang dikendalikan oleh “tenaga” cinta yang buta itu. Begitu sering dan berulang-berulangnya kisah pedihku hingga menciptakan cerita buruk dari cinta itu. 
 
Selama ini, boleh dibilang aku hanya sibuk mengejar cinta yang aku rasa pada orang yang aku cintai, karena aku berpikir dia pun mencintai aku. Seiring dengan bergulirnya waktu, akhirnya aku jadi tahu, cinta yang aku harapkan malah menjauh dan tidak aku dapatkan. Kebohongan dan penghianatan tak pernah jauh dari hubungan yang pernah aku jalani.
 
Saat aku jatuh cinta, aku begitu terbuai dengan perasaan cinta, sehingga tanpa aku sadarari, orang yang aku cintai itu hanyalah memanfaatkan ketulusan dan keluguanku saja. Iya, setiap kali aku jatuh cinta, aku selalu mencintainya dengan tulus. Aku mencintai dengan sepenuh hati. Iya, aku lugu.  Aku lugu hingga aku tak pernah mengenal tipu muslihat yang dipasang kepadaku.
 
Mereka, orang-orang yang pernah aku cintai, hanya menjadikanku objek kepentingan mereka saat mereka membutuhkanku. Mereka hanya mencintai kelebihanku, tapi tidak dengan kekuranganku. Setelah mereka puas dapatkan apa yang mereka mau, atau setelah mereka tahu kekuranganku, mereka lalu pergi berlalu meninggalkan aku.
 
Aku lelah, lelah menjadi selalu begitu. Mereka datang dan pergi silih berganti, seolah aku ini terminal, hanya untuk disinggahi, lalu pergi. Padahal setiap aku mencintai seseorang, aku selalu tulus dan bersungguh-sungguh memberikan semua hanya untuk orang yang aku cintai.
 
Aku hanya ingin hidup bersama orang yang aku cintai dan mencintai aku, serta bisa saling menerima kelebihan dan kekurangannya. Bukankah itu hakekat cinta yang Tuhan ciptakan dalam hati semua insan manusia?
 
Aku mungkin bisa bersama orang yang mencintai aku, sementara aku tidak mencintainya, tapi aku tidak mau menjalani hidup seperti itu, membohongi hati dan perasaanku. Dan aku tidak mau hidup dengan dusta dan kepalsuan yang pada akhirnya akan menyakitiku.
 
Tapi dari kesemuanya itu, aku tetaplah aku. Meski berulang-ulang tersakiti dan dikhianati tetap saja mencari dan terus mencari cinta yang aku ingini. Aku boleh tidak percaya cinta, tapi aku selalu mencoba, mungkin saja aku salah dalam berkata.



"I will always
believe in love
and I don’t care
what happens to me
or how many times
I get my heart broken."
- Taylor Swift.

Tuesday, May 8, 2012

Inikah Rindu?



Entahlah, tiba-tiba saja sekujur tubuhku dingin sekali saat ini. Entah dingin karena apa, aku juga tak tahu sebabnya. yang aku rasakan hanya dingin, dingin dan dingin. Dada juga terasa sesak, seperti ada yang mengganjal di tenggorokan, tapi tak mampu aku keluarkan dan tak mampu aku deskripsikan. Aku bingung…

Apakah ini karena memendam rindu kepadanya? Pernah ngrasain gak, gimana rasanya menahan rindu? Berkali-kali aku menyukai seseorang, tapi tiada yang seperti ini rasanya. Aku hanya bisa memandang fotonya. Sebentar aku bisa merasakan kesejukkan itu. Tapi setelah beberapa hari ini tiada sms darinya, aku galau.
Aku sadar diri, siapa aku ini. tak banyak yang bisa aku lakukan selain meminta pengertiannya. Tapi, rasa ini tak bisa kubohongi. Bahwa, dirinya sudah masuk ke relung-relung hatiku. Aku rindu padanya. Rindu sangat.

Monday, May 7, 2012

Pilihan Hati



Semalam, pas terjadi bulan purnama. Ketika sedang memandangi indahnya purnama dan sedikit melamunkan kehadiaran dia sang pujaan hati, entah mengapa terbesit pikiran untuk ngomong ke ortu, bahwa sekarang aku sedang jalan bareng dengan kekasih baru. 

Sebelumnya, ortu sudah tahu kalo aku sedang jalan dengan seseorang yang sekarang aku sebut mantan. Setelah kita putus 2 tahun lalu, sampai sekarang aku belum sempat cerita. Bukan itu sebenarnya alasannya, cuma aku gak sanggup aja kalo ditanya kenapa kami putus. Karena yang aku tahu, ini ada hubungan dengan prinsip ortuku juga. Jadi kalo aku ngomong dan cerita, aku takutnya mereka jadi merasa bersalah. Eamng seharusnya mereka juga merasa bersalah dengan kasus mantanku itu. tapi.....

Nah, semalam tuh aku kepikiran untuk berterus terang pada ortu, dan mengenalkan pacar baruku. Hanya mengenalkan saja sih, tidak pakai bawa pacarku segala ke hadapan ortu. Yah, pengennya cuma ngobrol-ngobrol ringan aja, sambil cerita kalo dengan pacar yang lama aku sudah putus dan sekarang sedang jalan bareng dengan pacar baru.

Setelah aku pikir-pikir lagi *pake banget mikirnya*, sepertinya aku gak sanggup untuk menjelaskan itu ke ortu. Gak tahu, gak tega aja. Kenapa?

Hmmm.. aku mikirnya, mungkin ini akan membuat mereka terkejut. Secara dari pacar sebelumnya, pacar yang baru ini sedikit berbeda. Kriteria yang diinginkannya juga pastinya tidak sama dengan kriteria yang lama. Perubahan ini tidak sengaja sebenarnya. Mungkin juga karena aku bosan dengan kriteria yang selalu itu-itu aja, jadinya aku ingin mencoba hal baru. Dana pilihan yang baru ini aku tahu banget akan membuat mereka akan kecewa.

Oiya, meski aku bilang tadi mencoba hal baru, tapi perasaanku pada dirinya bukan untuk coba-coba lho ya... Aku udah memilihnya, dan tak ingin hanya main-main saja bersamanya. Dengan dirinya aku bahagia, dengan dirinya ku temukan cinta yang sebenarnya.

eh, btw, siang tadi, pas lagi dengerin radio steaming, aku nemu lagu yang keknya cocok banget dah dengan ceritaku ini. Hello feat Mega, judulnya Pilihan hati. Gak taulah, kok bisa cocok banget ya.... hehehe



Ayah ku punya cerita
Saat ini ku tak sendiri
Ibu dengarkanlah aku
Kan ku bawa pulang kekasih hatiku
Seseorang yang akan mengisi hidupku

Dengan dirimu aku bahagia
Dengan dirimu ku temukan cinta
Dengan dirimu akan ku lewati semua
Sisa hidupku bersamamu

Ayah ibu maafkanlah aku
Pilihanmu bukan pilihan hatiku
Hanya dia, dia kekasih hatiku

Dengan dirimu aku bahagia
Dengan dirimu ku temukan cinta
Dengan dirimu akan ku lewati semua
Sisa hidupku bersamamu

Dengan dirimu (dengan dirimu)
Aku bahagia (aku bahagia)
Dengan dirimu ku temukan cinta
Dengan dirimu (dengan dirimu)
Akan ku lewati semua
Sisa hidupku bersamamu
Sisa hidupku bersamamu

Ayah ibu maafkanlah aku

Sunday, May 6, 2012

Malam Ini, Temani Aku Disini


Malam ini, temani aku disini. 
Sambil kita berbaring di taman, menghitung kemerlip bintang, mengamati pendar rembulan yang membentang, kita bercerita perlahan sambil berdekapan, merajut angan-angan dan merenda impian tentang hari depan.

Malam ini, temani aku disini. 
Di keheningan malam saat kita berpelukan, mendengarkan irama jantung kehidupan yang berdetak lirih, sunyi membalut pekat malam saat kantuk perlahan menyergap mata kita. Berlahan-lahan lenganmu melingkar tubuhku, memelukku, kehangatannya menguar hangatkan rongga hatimu. 

Malam ini, temani aku disini. 
Temani aku membingkai semua kesan, juga kenangan dalam suatu kisah hidup kita. Karena cinta untukmu lebih berwarna dari yang kau kira, dan cinta untukmu sungguh luar biasa.


Beib, tak ada yang pantas yang bisa kuberikan padamu selain ketulusan dan kejujuran cinta yang kumiliki. Aku cinta kamu.

Saturday, May 5, 2012

Dia Telah Kembali



Ku buka mataku dengan malas, mengedipkannya beberapa kali sebelum memutuskan untuk membukanya lebar. Kepala sedikit pening karena kurang tidur membuatku mengucek area mataku beberapa kali. Lagi-lagi aku menatap langit-langit kamarku dan melongok handphone di sampingku. Sebuah deringan panjang dari handphoneku itulah kenapa aku terbangun pagi ini. Entah siapa yang pagi-pagi sekali dia mengirim pesan itu padaku.

"Pagi beib..
morning kiss muach,
maap aq kmrn lum bisa hubungin smpean,"

Selesai membaca pesan itu, mataku yang sebelumnya masih berat untuk dibuka langsung terbuka lebar. "Beib...." ucapku kemudian. Aku tersenyum lebar dan dengan segera mengetikan pesan balasan. 'Dia dah kembali. Orang yang aku kangenin beberapa hari ini telah kembali,' bisikku dalam hati, gembira. 

Setelah menekan tombol send, kubaringkan tubuhku lagi menunggu pesan balasannya. Aku tersenyum dan meletakkan handphone itu disisiku. Cahaya matahari menerobos masuk dari celah-celah yang tertutup sembarangan, membuatku sedikit meringis ketika cahaya itu menerpa wajahku. Aku bangkit dari tidur masih dengan tubuh pegal, sebenarnya aku ingin tidur sampai siang, jika saja aku tak ada kerjaan, pasti tidurku sudah aku lanjutkan. 

Di dalam kamar mandi wajahku tak berhenti mengembangkan senyuman. Aku ingat dengan apa yang aku lakukan semalam. Sejak sore entah mengapa aku seperti kesetanan karena rasa kangen yang memuncak, hampir tiap jam aku mengirim pesan ke inboxnya. Sekedar tanya biasa, ngobrol sendiri di inbox, berharap dia membaca pesanku. Hingga larut malam, tetep saja pesan-pesanku tak berhenti terkirim ke inboxnya. Aku benera-benar merindukannya, ingin mendengar sapanya.

Dan pagi ini dia sudah kembali, dia sudah menyapaku pagi ini. Tak ada yang lebih indah selain kata sapanya itu. Aku mencintainya, merindukannya. Aku selalu berharap selalu bersamanya.

Friday, May 4, 2012

Right Here Waiting For You



Aku hanya bisa memandangmu dari jauh. Ya, dari jauh. Dari sudut yang kamu tak pernah sadari sedikitpun. Aku merahasiakan kebiasaan ini darimu, tapi hari ini aku sudah tak bisa selalu menutupinya darimu, aku ingin kamu tahu. Aku melihatmu melalui foto yang kamu kirikan itu. Sekumpulan foto saat kamu tersenyum. Aku tersenyum padamu, pada foto yang memperlihatkanmu sedang tersenyum itu. Walaupun aku tahu kamu sedang tidak melihat ke arahku, tapi aku cukup senang bisa melihat tawamu.


Entah, ada perasaan yang aneh setiap aku memandangi fotomu itu. Perasaan yang akhir-akhir ini muncul karena tak ada kabar yang aku dapat darimu menjadi salah satu pemicunya. Beberapa kali aku melirik hpku, berharap ada satu pesan masuk darimu, tapi harapan itu pupus begitu saja. Aku coba melihat inbok FBku, ternyata nasibnya tak jauh beda dengan nasib hpku, tak ada pesan masuk untukku.

Ketika 1 pesan tak terbalas, aku mencoba berfikir kamu sedang tak bersama ponselmu saat itu.
Ketika 2 pesan tak terbalas, aku mencoba berfikir kamu akan segera menyadari getaran kedua.
ketika 3 pesan tak terbalas, aku mencoba berfikir kamu sudah membaca semua pesanku namun tak sempat membalasnya, karena aku tahu, kamu sedang sakit, kan?


Seperti yang pernah aku bilang, aku memang tak suka sms. Kalo kamu bisa mengecek inbox fbmu, akan kamu dapati puluhan pesan masuk dariku yang mempertanyan keadaanmu. Aku benar-benar butuh jawaban darimu, karena aku mengkhawatirkanmu. Tapi, setelah sekian banyak pesan yang aku kirimkan kepadamu tak berbalas, aku mulai berfikir...

aku suka caramu mengacuhkan ku.....hiks..
I'm a lot like you, 
so please, 
hello, 
I'm here, 
I'm waiting.